
Aku akan menceritakan masalah yang aku simpan dari siapapun termasuk mas willi,karena akan sulit jika aku seorang diri mencari nya.Sekarang aku lebih giat dan bersemangat dalam bekerja apalagi kuliah,karena kunci dari sebuah kesuksesan itu garus lah rajin.
Setelah ku lihat jadwal mas willi tidak terlalu padat,
apa aku mengirim pesan pada nya saja.karena aku sudah tidak sabar kalau harus menunggu hari sabtu,saat Mas Willi datang ke apartemen.Tapi terkadang Mas Willi juga tidak bisa datang.entah lah aku juga tidak tau alasan nya.
Aku pun mengirim pesan pada nya..!
''Mas willi apakah bisa bertemu.?''Aku sudah seperti simpanan Mas Willi saja ya.
lama sekali dia tidak menjawab,sepertinya sibuk
karena dari pagi,, pak cakra juga tidak keluar dari ruangan nya.
Setelah cukup lama,Mas Willi membalas nya.
''Apa kamu merindukan ku.''Aku tersenyum malu membaca pesan nya,walaupun itu benar tapi aku tidak mau mengakui nya.
''Mas ini penting..!''Aku menjelaskan.
''Panggil Sayang!''Aku melonjak kaget membaca nya,apa Mas Willi salah makan ya.
''Apaan sih Mas''aku coba memastikan siap tau dia salah ketik.
''Mana Sayang nya?''wah ini benar benar Mas Willi sedang sakit pasti.
''Mas aku serius''Aku menunggu balasan lagi dari nya.
''saya pun serius,,SAYANG.''apalah ini aku semakin terkejut,dan tidak berani lagi membalas nya.
''Apa maksud mas willi sih.?''jantung ku berdetak lebih cepat karena ulah nya.
kebetulan aku pulang tepat waktu,di apartemen aku bingung harus gimana membalas ''pesan mas willi,''
yang sudah ku diam kan dari siang.aku bersandar pada sofa sambil menonton drama,tapi mata ku tidak fokus lada layar besar itu.terlalu banyak yang ku pikirkan.!
Aku bersandar,mataku terpejam dan otak ku bekerja.Tapi fokus ku terganggu saat ada ''kecupan lembut'' yang mendarat di kening ku.aku tersentak kaget dan membuka kedua mataku,saat bola mataku terbuka,,mataku bertemu dengan mata indah yang selalu menenangkan ku.
''Mas Willi''dia tersenyum padaku,dan bersikap biasa saja setelah mencium kening ku.Astaga kenapa bisa begitu sementara jantung ku saja, seperti mau copot dibuat nya.
''Ada apa kenapa menyuruh ku datang,?''kamu tahu kan kalau seorang presdir itu sangat lah sibuk, ciuman itu sebagai depe nya. aku melongo mendengar ucapan Mas Willi.
__ADS_1
''Astaga mas,kamu ini kenapa dari tadi siang sangat aneh.?'' Ucap ku.
kamu yang aneh,tidak biasa nya mengirim pesan dan meminta ku datang.apa kamu benar benar merindukan ku.? kaya Mas Willi
''Mas Willi please'' Tolong serius,ucap ku.
''Aku juga serius sayang'' ucap nya lagi.
Apa sayang,,!mas wili benar benar membuat ku gila hari ini.
''Stop Mas stop..!jangan menggoda ku lagi,aku ingin bicara hal serius dengan mu.''
''Katakan lah..!''Dia berkata sambil membelai lembut rambut ku,entah lah Mas Wili hari ini beda dia lembut dan perhatian nya beda.
Aku pun tidak mau membuang waktu lagi,aku menceritakan tentang Ibuku dan Ayah ku,serta rencana awal ku mencari Ayah.Mas Willi mendengar kan ku dengan sangat tenang,tiba tiba dia memeluk ku.
''Maaf saya tidak tau kamu memendam semua ini,
tenanglah pasti saya akan usahakan semua nya''
Mas Wili mengusap air mata yang mengalir di pipi ku,dia memeluk ku dan menguat kan ku.!
semoga salah satu nya adalah Ayah mu.!''Ungkap Mas Willi.
Setelah aku bercerita seperti nya Mas Willi,mulai mencari informasi tentang Ayah ku.
Semenjak kejadian dengan Oma nya Dokter Allan, aku pun menarik diri dari nya aku tidak pernah lagi merespon pesan nya.
Hingga suatu hari,saat aku sedang makan malam dengan Mas Willi di restauran mewah.Oma pun berada di sana sepertinya ada acara keluarga, Dokter Allan pun ada di sana.
''Oh Allan,lihat wanita mu sudah berganti pria saat ini,''begitulah ucapan nya di depan Mas Willi
aku lihat Mas willi masih tenang.
''Oma jangan bicara seperti ini malu dong.''Dokter Allan menatap ku,dan meminta maaf .
''Ayu maaf ya,atas ucapan Oma,''aku hanya tersenyum getir,iya Dokter tidak masalah.
Kenapa kamu meminta maaf Allan,lihat wanita yang kemarin kamu bilang baik.dengan mudah nya dia menggandeng pria lain saat ini,makan di tempat mewah bisa kamu lihat..''wanita seperti apa dia ini.!''
''Maaf nyonya,apa maksud anda bicara seperti itu.?''
__ADS_1
Kalau nyonya tidak suka saya dekat dengan Allan itu tidak masalah,karena saya memang tidak ada hubungan spesial dengan nya.!
Kalau saya tidak melarang mu, pasti kmu akan memangsa cucu ku kan.ingat wanita yang pantas dekat dengan cucu saya ,itu dari kalangan darah biru bukan ''pegawai rendahan seperti kamu.!''
Oma itu berkata sambil menunjuk diriku,itu membuat mas willi marah dan bertindak membelaku.
''Cukup..!''
''Jaga bicara anda Nyonya...!'' jangan menghina calon istri saya,bilang dengan cucu anda jangan pernah lagi mendekati milik orang lain.! ucapan Mas Willi tegas dan berisi.
oh jadi kamu calon suami nya,kasian sekali kamu
mendapat wanita seperti dia.! Jawab Oma Allan.
''lebih kasian lagi cucu anda..! bukan nya dia menyukai tunangan saya.'' Ucap Mas Willi dengan Sinis.
Allan terlihat shock mendengar Mas Willi,berkata aku calon istrinya.
'Mama cukup.!''datang laki laki paruh baya menengahi kami.
perilaku mama ini, justru mempermalukan Allan juga diri mama sendiri.jangan bertindak brutal di tempat umum seperti ini.
''Maafkan atas perilaku orang tua saya ya nak,maaf
sudah mengganggu kenyamanan kalian.'' Itu lah yang ucap kan oleh anak nya Oma itu.
''Damian kenapa kamu membela mereka.?''seketika aku dan Mas Willi saling pandang me dengar nama lelaki paruh baya itu.
Kita pulang ma,''permisi anak muda.''aku hanya mengangguk saja,karena terlalu fokus dengan nama nya.
Mas Willi terlihat kesal,dia segera mengajak ku keluar dari tempat itu.Di dalam mobil Mas Willi diam saja,entah apa yang sedang ia pikir kan seperti sedang marah dengan ku.tiba tiba dia menghentikan mobil nya di tepi jalan dan menatap ku sangat tajam.
''Ada apa Mas?'' bukan nya menjawab Mas Willi justru melajukan mobil nya kembali dengan sangat kencang.
Dia membawa ku pulang ke apartemen nya,masih tetap diam dan wajah penuh amarah, itu lah gambaran yang pas untuk Mas Willi.Masuk apartemen dia duduk di sofa,menatap ku
seperti ingin menelan saja.untuk mengalihkan nya
aku mengambil kan segelas air putih untuk nya.
''Di minum Mas,kamu dari tadi tegang sekali sepertinya ada apa sih?''
__ADS_1