Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 90.Anak Angkat


__ADS_3

Keputusan Damian membuat nya semakin murka, Nesia bahkan tidak mampu mengontrol emosi nya.


''Berani nya kamu menalak ku Damian..!""aku yang sudah mendampingi mu selama bertahun tahun, sekarang aku di campakkan begitu saja.Laki laki macam apa kamu ini,aku tidak terima dengan semua ini kan ku balas semua rasa sakit ku ini. Lihat saja akan ku buat anak kandung mu itu semakin menderita bersama ibu nya,aku tidka akan membiarkan orang orang yang sudah merebut kebahagiaan ku hidup tenang.


Nesia mengatakan hal yang tidak baik di hadapan Damian,bahkan dia sampai mengancam ingin menyakiti Ayu dan Maira.


''Sifat ini yang tidak ku suka dari mu,''kalau kamu menyayangi Ayu dan tidak pernah menyakiti nya mungkin kejadian ini tidak akan pernah terjadi. Kalau kamu ingin hidup dengan ku harus nya kamu bisa menerima anak ku,tapi kamu kelewatan Nesia menyayanginya tidak justru sebalik nya,kamu berani menyakiti nya.Kamu itu tidak pantas menjadi seorang ibu untuk anak ku,kalau kamu mencintaiku harus nya kamu juga mencintai anak anak ku termasuk Ayu.


''Bagaimana aku menerima anak haram itu,jika kamu saja masi menginginkan ibu nya.'' Nesia mengatakan hal tidak pantas pada Ayu.


''Tutup mulut Nesia...!''anak yang kamu itu adalah putriku,saya tidak akan membiarkan siapapun menghina dan menyakiti nya.Sekali lagi kamu berkata seperti itu,akan ju robek mulut mu yang kotor itu.Tidak ada lagi yang harus kita bicarakan, semua keputusan ku sudah bulat,''berkemas lah dan keluar dari rumah ku ini,!''kamu tidak perlu khawatir sudah ku persiapkan harta gono gini untuk mu.


''Aku tidak mau Damian,''ini adalah rumah ku dan kamu akan tetap menjadi suami ku,jangan pernah coba coba mengusir ku.


Damian hanya tersenyum sini mendengar ucapan Nesia,sikap Nesia yang semakin brutal justru membuat Damian semakin tidak menginginkan nya.


''Saya baru saja menemui orang tua mu di rumah,'' mereka sudah tau semua nya dan saya sudah mengembalikan kamu pada mereka secara baik baik.Pergilah dengan terhormat atau keamanan di rumah ini yang akan menyeret mu nanti.


Allan nampak terkejut dengan ucapan Papa nya,dia tidak menyangka jika Damian sudah melakukan sampai sejauh itu,hati nya sakit melihat kedua orang tua nya harus berpisah dengan cara seperti itu.


Allan,''maafkan Papa jika kamu harus menyaksikan semua ini.'Papa sudah berusaha untuk tidak ada keributan,tetapi Mama mu ternyata lebih brutal dan tidak memiliki sopan santun terhadap ku.


Allan hanya diam dia tidak tau harus berkata apa, apa pun yang akan ia katakan juga tidak akan pernah merubah apapun.Dia pergi begitu saja untuk menenangkan diri nya.


''Allan kamu mau kemana..!Alan..allan'' Allan tidka peduli dengan pertanyaan Damian,dia tetap melangkah pergi keluar dari rumah itu.Setelah Allan pergi,Damian pun ikut keluar juga dari rumah itu meninggal kan Nesia.

__ADS_1


Allan pergi kesebuah kafe seorang diri,dia duduk termenung memikirkan semua permasalahan keluarga nya.Dia mencoba mencerna dan meresapi semua nya,kebahagiaan keutuhan keluarga nya saat itu terlintas dalam benak nya.Dia tersenyum tetapi di sudut mata nya ada buliran yang ia tahan, kenangan masa kecil saat dia ditinggal kedua orang tuanya terlintas dalam benak nya.Di saat diri nya sendiri sebab kakek dan nenek nya sudah tiada,dia juga tidak dekat dengan keluarga ibu nya saat itu.Tangan lembut Oma nya yaitu Erika menyentuh bahu nya,menghapus air mata nya dan memeluk nya erat.Erika berkata dia akan menjadi cucu kesayangan nya,walaupun Allan adlah cucu dari mendiang adik nya Erika akan menyayangi dengan sepenuh hati seperti cucu nya sendiri.


Di waktu itu Damian sedang mengejar pendidikan nya,jadi Allan lah yang menemani Erika dalam keseharian nya.Sampai akhir nya Damian kembali dan menganggap nya sebagai anak,dia juga menyayangi Allan dengan sepenuh hati,sampai akhir nya Nesia datang di kehidupan mereka sebagai istri Damian dan Allan memanggil nya Mama.Selama bertahun tahun hidup bersama dalam kasih sayang dan kebahagiaan,sampai tidak ada jarak di antara mereka yang membedakan jika Allan hanya lah keponakan yang menjadi anak angkat di keluarga nya.Kebahagiaan itu memang hilang semenjak Ayu hadir di kehidupan nya,gadis yang sempat sangat ia cintai saat itu.


Suasana kafe yang tenang dengan view alam yang indah,membuat Allan betah berada di sana.Dia tetap tenang dan diam,hingga gak menyadari ada sorot mata yang memandang nya dengan begitu intern.


''Apa kamu tidak ingin menemui nya,seperti nya dia sedang ada masalah..?'' Kata Willi.


''Tidak lah kak,seperti nya di sedang ada maslah..'' jawab Nirina.


''Justru itu,siapa tau dia butuh masukan dari mu.'' ucap Willi.


Nirina berpikir sejenak,ucapan kakak nya memang ada benar nya juga.


''Baiklah aku akan coba menemui nya..''Nirina pun menghampiri Allan yang sedang termenung sendiri.


''Hei,kamu di sini..?''Allan berkata dengan begitu terkejut.


Nirina pun duduk di hadapan Allan,dia menatap sekilas dan melihat mata lelaki yang sedang mengisi hati nya itu mengembun.Tetapi dia tidak bernai bertanya,jika Allan tidak bercerita sendiri sebab dia tidak punya hak untuk mencampuri urusan Allan.


''Mengapa sendiri..?''Nirina bertanya.


''Iya,sebab kamu sedang marah jadi saya tidak berani mengajak mu..'' Allan berkata sambil tersenyum menutupi kesedihan nya.


''Siapa juga yang marah..''Jawab Nirina yang sebenar nya tau Allan menyimpan kesedihan.

__ADS_1


''Kemarin bukan nya ada ngambek sama saya,sebab...'' Allan tidak melanjutkan ucapan nya.


''Awas ya kamu mencuri nya lagi..''Kata Nirina dengan senyum nakal menggoda Allan agar tersenyum.


''Ya saya tidak akan mencuri nya lagi,tetapi jika saya meminta apa kamu akan memberi kan nya..?''Nirina melotot pada Allan mendengar itu.


''Apa kamu berani dengan bodyguard ku yang di sana...''Nirina menunjuk keberadaan Willi,Allan pun melihat dimana posisi Willi berada.


''Mengapa kamu membawa raja body guard..''Alan dan Nirina sama sama tersenyum.


Willi sedang tersenyum sendiri di tempat ia duduk,dia sedang menggoda Ayu yang sedang belajar.


''Sayang,mas iri sebab hanya menjadi obat nyamuk di sini.'' Willi mengirimkan foto Allan dan Nirina pada Ayu.


''Mereka semakin dekat ya mas..?''Ayu ingin.


''Seperti nya begitu sayang..''Jawab Willi.


''Mas rindu ingin memeluk dan mencium mu dengan penuh cinta sayang.'' Willi merayu.


''Mas..jangan menggoda ku.''Kata Ayu.


''sehari saja tak melihat mu,hari ini berjalan begitu lambat sayang''Willi merayu lagi.


''Mas Willi sayang I love you, sudah jangan gombal lagi aku sudah sangat meleleh dibuat mu,apa kamu tidak takut jika nanti aku mencair..'' Dengan senyum Ayu mengirim pesan itu.

__ADS_1


willi pun sellau tersenyum membaca pesan itu,dia seperti remaja yang sedang buper dan baru pacaran.


__ADS_2