
''Bos hampir saja kami ketahuan,,''penjagaan dikamar itu sangat ketat.Jadi saya hanya mampu,membuat keadaan Ayu menurun saja belum berhasil membunuh nya.
''Bodoh kalian,melajukan pekerjaan seperti ini saja kalian tidak bisa.!''awas saja kalau sampai mereka tahu bahwa kalian yang melakukan semua itu, jangan pernah berkata kalau saya yang menyuruh kalian.Karena saya sudah bayar mahal bukan,kalau sampai kalian berani buka mulut akan ku musnahkan kalian berdua.
Orang itu berkata diseberang telfon,dan memaki kedua pesuruh nya.
''Baik bos..!''Ucap anak buah nya.
''Ini semua karena kamu lambat mengerjakan perintah bos,mengapa tidak kamu bekap saja dia pakai bantal setelah kamu cabut selang oksigen nya.''
Apa kamu bilang,kamu saja yang mengamankan keadaan di luar tidak bisa.kenapa menyalah kan ku,sudah bagus ku buat dia tak dapat oksigen kalau tidak ada yang datang pasti wanita itu ''sudah mati.!''
Mereka berdebat dan saling menyalahkan satu sama lain.
''Allan bagai mana keadaan Ayu.?''Damian bertanya.
''Masih belum stabil Pa,doa kan saja.''Jawab Allan.
''Allan jawaban mu tidak meyakinkan seperti ini,''paa yang sebenar nya terjadi bicaralah.Papa ingin tau kebenaran nya bukan berita simpang siur seperti ini.
Pa,memang keadaan Ayu sedang menurun kami sedang berusaha supaya keadaan Ayu kembali stabil.Allan pasti akan berusaha sekuat tenaga Pa, tetapi hasil nya tetap lah Tuhan yang menentukan.
Damian terdiam,dia memandang wajah anak nya yang begitu malang.Selalu saja menerima ketidak adilan,dari dia di dalam kandungan sampai sudah sebesar ini.Damian hanya mampu menyalahkan dirinya sendiri atas apa yang menimpa anak nya.
''Maafkan Ayah,Ayu..''harus nya sejak kamu didalam kandungan Ayah sudah memperjuangkan mu.Pasti nasib mu tidak akan se-Malang ini,tidak akan ada pula orang-orang yang merendah mu.
Sudah lah Pa,lebih baik doakan saja Ayu tidak perlu menyesali kejadian yang sudah terlewati.Saat nya sekarang Papa berjuang untuk Ayu,Allan pun sedih Pa melihat Ayu seperti ini.Sekarang papa pulang dan istirahat lah di rumah,setelah kesehatan Papa sudah pulih kembali barulah Papa bisa menemani Ayu di sini.
''Pak ferdy tolong bawa Papa pulang..!''Ucap Allan pada sekertaris Damian.
__ADS_1
''Baik tuan Allan..''Jawab Ferdy.
Saat meninggalkan ruangan Ayu,Damian terus saja menatap Maira,tetapi Maira acuh tak memandang nya sedikit pun.
''Saya tau Maira,kesalahan saya begitu besar pada mu bahkan untuk melihat saya sebentar saja kamu pun tak pernah sudi.Bahkan ketika saya sakit pun tak pernah kamu menanyakan kabar ku,hidup atau Mati.Apakah saya tidak akan pernah bisa mendapatkan maaf dari mu,apakah seumur hidup nya Maira akan tetap membenci ku.'' Damian pergi dengan segudang tanya di hati nya.
Setelah kepergian Damian,Maira dan Willi menemani Ayu,Tentu saja Willi tidak leluasa bercerita dengan Ayu karena ada ibu nya.Willi hanya menatap wajah tenang Ayu,tanpa bisa menyentuh nya.
''Tante,Willi sedang ada keperluan jadi maaf tidak bisa lama disini.''kalau tante butuh sesuatu minta saja pada pengawal di luar,mereka akan membantu tante selama di sini.
''Terimakasih Willi,kamu hati-hati ya..!'' Jawab Maira.
Willi pergi menemui Cakra,ada misi baru yang harus dia selesaikan.Penyusup yang mencelakai Ayu, harus segera tertangkap.
''Ada apa Will,mengapa menyuruh ku datang tiba-tiba?''Cakra memang tidak tau maksud Willi meminta nya bertemu.
''Baik akan saya cari mereka,tapi saya butuh cctv-nya rumah sakit.?'' Ucap Cakra.
''Kamu tenang Cak,''Allan akan memberikan pada mu.Saya sudah bilang pada nya,penyelidikan ini akan dilakukan samapi ada hasil yang memuaskan.
Ketika Willi sedang bicara serius pada Cakra,Nirina terus saja menghubungi nya.Dia tidak akan berhenti sebelum Kakak nya menerima telfon nya,Nirina sudah sangat kesal karena Willi tidka merespon nya sedikit pun.
''Halo dek ada apa.?''Willi akhir nya menerima panggilan itu.
''Akhir nya kamu menerima panggilan ku kak,''kamu kemana saja tiba-tiba menghilang.Kamu mengurus kerjaan terus,apa aku tidak penting bagi mu.?menyebalkan sekali,kamu selalu saja menghilang seperti orang yang sedang berselingkuh.
''Nirina pekerjaan Kakak sedang banyak,maaf ya nanti kalau sudah selesai Kakak akan cepat pulang kok bae dek .'' Willi mematikan telfon nya begitu saja.
''Ada apa dengan nya?''Cakra bertanya.
__ADS_1
''Saya seperti memiliki istri dua Cak,''harus membagi waktu antara Ayu dan Nirina.Kalau tidak melihat keadaan Ayu sehari saja,saya sangat merindukan nya.Nirina saya juga sangat menyayangi nya,kamu tau kan seperti apa bawel nya dia kalau ada mau nya.
Haaaaaaaaa
Cakra tertawa lepas mendengar ucapan Willi.
''Punya istri satu saja kemarin gak beres,apalagi punya istri dua.'' Cakra justru menggoda Willi.
''Sudah Cak jangan menggodaku terus,''saat ini saya sedang gelisah memikirkan keadaan Ayu.Kondisi nya semakin menurun sekarang,saya takut Cak jika suatu hal buruk terjadi dengan nya.
Willi sangat sedih dia hanya mencoba tegar selama ini,mengahadapi semua masalah yang ada.
Kamu harus kuat Will,bukan kah Nirina juga mengalami hal yang sama.Kamu juga bisa kuat kan menghadapi semua nya,kamu harus selalu memberi motivasi pada Ayu.Seperti saat kamu,memberikan nya pada Nirina.Ingat Wil Ayu sangat membutuhkan mu saat ini,optimis lah Ayu pasti akan sembuh.
''Cak Ayu dan Nirina itu berbeda,saya takut jika Ayu tidak akan bisa bertahan lama seperti Nirina.'' Willi seakan putus asa.
''Kamu salah Will,''bukan nya kamu tau Ayu sudah mengalami banyak ujian.Bukan kah kamu juga tau jika Ayu itu gadis yang sangat kuat,dia mampu melewati jalan hidup ya yang tidak mudah.
''Pulang lah Wil,''kamu harus istirahat dan tenangkan dirimu.Saya tau kamu lelah,jangan memaksakan diri mu ayo saya antar.!
Cakra pun mengantar Willi pulang,saat di perjalan mereka melihat Andhara dan Juan.Mereka terlibat percekcokan di pinggir jalan,dan menjadi tontonan banyak orang.
''Lihat lah Wil,bukan kah itu Andhara.?''Willi pun membuka matanya yang terpejam.
''Biarlah Cakra,''saya tidak peduli dengan apa yang di lakukan oleh nya.Saya pun tidak mau tahu apa yang terjadi diantara mereka,itu bukan urusan saya.Kecuali Raymond itu anak saya,pasti saya akan sedikit respek pada nya.
''Tetapi bukan kah kamu bilang akan menyayangi Raymond bukan.?'' Kata Cakra.
''Memang Cak,kalau saya rindu pasti saya akan menemui nya.''Hanya saya malas saja dengan ibu nya,kalau saya memberikan perhatian lebih pada Raymond,Ibu nya justru akan memanfaatkan anak nya.bukan kah dia berkali-kali mengancam ku melalui Raymond,jadi saya tidak mau dia besar kepala dan memanfaatkan anaknya lagi.
__ADS_1