
Willi menyuruh supir untuk menjemput Maira,di jerman Willi memiliki rumah pribadi.Rumah itu tidak jauh dari rumah sakit,hanya memakan waktu sekitar lima belas menit perjalanan saja.
Sekarang jadwal nya Willi menemani Ayu,sebenar nya Ayu juga tidak harus ditemani terus menerus. Karena dia koma,tidak mungkin membutuhkan apa-apa seperti orang yang sadar.Wilki juga tidak ingin ada penyusup lagi yang membahayakan keselamatan Ayu,terlebih lagi jika tiba-tiba Ayu sadar Willi ingin menyaksikan itu.
Di rumah nya Andhara begitu kesal,mengetahui Willi membawa Ayu ke Jerman.
''Untuk apa sih,Willi membawa Ayu ke jerman, biarkan saja dia m*ti secara perlahan.Itu akan sangat menyenangkan untuk ku,aku harus bisa mendapatkan Willi kembali''
Andhara memang tidak pernah mempunyai rasa malu,jelas-jelas Willi tidak akan mungkin mau dengan nya.
Nirina mengajak Mama nya untuk makan diluar, mungkin dia bosan selalu didalam rumah.Saat ini mereka sedang berada disebuah restauran mewah, restauran favorit nya sebelum ia sakit.
''Ma makanan di sini masih tetap enak ya?'' kata Nirina.
''Iya sayang benar kata kamu.''Jawab Mama nya.
Saat itu Allan sedang berada ditempat yang sama,
sama seperti Nirina Allan pun sedang makan bersama Nesia di sana.
''Bagaimana keadaan Oma,Ma..?'' Allan bertanya.
''Oma mu semakin kurus saja Allan,kamu bisa kan bujuk Papa mu untuk menjenguk nya,karena Oma bilang dia rindu Papa mu.'' Ucap Nesia
Akan Allan usahakan Ma,sepertinya Papa masih enggan untuk melihat Oma saat ini.Tapi Allan akan berusaha,karena Papa masih sulit untuk di ajak bicara.
''Papa mu masih sangat marah ya..?'' Nesia ingin memastikan tentang Damian pada Allan.
''Bisa dibilang begitu ma.''Jawab Allan.
''Mama sepertinya masih sangat mengharap kan Papa,dengan selalu mendekati Oma dan aku.Usaha konyol macam apa ini,jelas-jelas Papa sedang marah dengan Oma mana mau papa mendengarkan kata-kata Oma lagi.Aku sebenar nya malas ma,tetapi demi misi ku aku harus selalu terlihat baik didepan Mama.''
''Ma kita pulang yuk..?'' Allan mengajak Mama nya untuk pulang.
''Iya Allan yuk..!'' Nesia pun pulang bersama Allan.
Ketika akan keluar dari tempat itu tanpa sengaja, Allan melihat Nirina yang tengah mengobrol dengan Mama nya.
''Gadis di kursi roda itu,sepertinya aku pernah melihat nya tapi dimana ya..?Astaga bukan kan wanita itu yang bersama Willi ketika di rumah sakit,tapi dia siapa ya ..?''
''Allan ayo mengapa melamun..?'' Suara Nesia membuyarkan lamunan Allan.
__ADS_1
Mendengar Nesia menyebut nama Allan yang tidak jauh dari tempat Nirina berada,membuat Nirina terkejut.Dia seger mencari sumber suara itu,betapa terkejut nya dia melihat Allan melintas di samping nya.
''Dokter Allan,benarkah itu dia sayang sekali dia tidak mengenal ku.Kan tidak enak jika aku harus menyapa duluan,kita kan belum berkenalan ini gara-gara kak Willi dasar pelit.'' Batin Nirina.
''Nirina,apa kamu mengenal orang itu..?''Mama nya bertanya.
''Em tidak Ma,hanya seperti pernah melihat saja kok.'' Jawab Nirina dengan gugup.
Setelah pulang kerumahnya,Nirina segera masuk ke dalam kamar.Dia masih membayangkan,pertemuan nya dengan Allan sore tadi.
''Coba saja,kemarin kak Willi memperkenalkan aku dengan Allan.Ihhh harus nya kemarin itu aku berkenalan saja sendiri,tidak usah menunggu di kenalkan.Lagian Dokter Allan mengapa sih tidak menyapa dan berkenalan duluan dengan ku saat itu,menyebalkan sekali sih.''
Nirina masih berfokus dengan Allan saja,dia masih tidak terima belum sempat berkenalan dengan Allan.Dua hari berlalu,kini saat nya Nirina kembali terapi.Seperti biasa Mama nya akan menemani nya,karena lama menunggu mama nya pun pergi ke kantin untuk sekedar minum kopi.
Ketika keluar ruangan Nirina mencari Mama nya,dia bingung karena beliau pergi tanpa pamit pada nya. Yang membuat Nirina bingung,dia tidak membawa ponsel ataupun dompet karena tas milik nya dibawa oleh Mama nya.
''Aduh Mama kemana sih,kok pergi gak bilang-bilang.Aku harus mencarinya kemana coba,
aku harus tetap mencari nya,siapa tau ada di loby.''
Nirina mengayun kursi rodanya sendiri.
Melihat lift Nirina segera mengayun nya lebih kencang karena tempat dia berada ada dilantai empat,jadi dia harus turun menggunakan lift terlebih dahulu.karena terlalu bersemangat dia tidak fokus melihat arah depan,sehingga menabrak seseorang yang tengah melintas.
''AW maaf ''Ucap Nirina spontan.
''Tidak apa-apa,lain hati hati ya'' Jawab orang itu.
''Kamu sendirian dalam keadaan seperti ini.?''Nirina masih menunduk karena merasa tidak enak.
''Ia,,''Ketika menjawab dan melihat orang di hadapan nya,Nirina begitu terkejut
''Kamu..!'' kata orang itu.
''Kamu..!''Ucap Nirina yang begitu terkejut.
Mereka pun duduk sebentar untuk ngobrol dan berkenalan.
''Kamu yang bersama Willi saat di rumah sakit kan.?'' Nirina tidak menyangka Allan masih mengingat nya.
''Iya benar,kamu dokter kan..?''Jawab Nirina.
__ADS_1
''Iya benar perkenalkan saya Allan,'' Allan memperkenalkan dirinya.
''Saya Nirina,..'' Dalam hati dia sangat gembira bis berkenalan dengan Allan.
Mereka pun ngobrol sebentar,karena Allan ada janji dengan teman nya di rumah sakit itu.Nirina pun meminjam ponsel Allan untuk menghubungi ponsel nya sendiri,dia berkata pada Mama nya kalau dirinya sudah lama menunggu.
''Terimakasih Allan,''sebentar lagi mamaku akan datang.Kalau kamu buru-buru pergi saja,aku tidak masalah menunggu sendiri
''Baiklah Nirina,''maaf tidak bisa menemanimu karena saya sedang ada keperluan di sini.
Setelah Allan pergi,Nirina senyum-senyum sendiri menunggu Mama nya datang.Ternyata ditinggal Mama nya membawa keberuntungan oleh nya,andai saja tidak bertemu Allan di sana pasti dia akan ngomel terus tanpa henti.
''Maaf sayang,mama dari kantin kok tumben cepat si terapi nya?'' Mama berkata tanpa merasa bersalah.
''memang sudah waktu nya selesai Ma.''jawab Nirina.
Disepanjang perjalanan pulang,Nirina senyum-senyum sendiri mengingat pertemuan nya dengan Allan bahakan sampai berkenalan.
''Kenapa ini anak,senyum-senyum sendiri.?'' Mama.
Nirina merasa bingung .
Ketika samapi di rumah,Nirina segera memeriksa ponsel nya dan menyimpan kontak Allan.
Aduh,rasanya seperti mimpi memiliki kontak Allan di ponsel ku,ingin sekali mengirim pesan pada nya.
Tetapi tahan dulu Nirina,Jaga imej dulu nanti dia ilfil dengan ku.Ternyata Allan sangat lah ramah orang nya,bagaimana aku tidak jatuh hati pada nya dia itu begitu perfek sangat perfek.
Tampan,lembut dan ramah,baik hati berpendidikan.
Aduh dia itu lelaki impian setiap wanita.
''Aduh mengapa pikiran ku dari tadi Allan,allan dan Allan.'' Nirina berkutat dengan perasaan nya sendiri.
Allan pun sama dia memikirkan pertemuan nya dengan Nirina sore tadi.
Jadi,gadis itu bernama Nirina dan dia adik nya Willi.Menagap baru kemarin Willi membawa adik nya,selama ini tidak pernah terlihat.Mengapa juga dia memakai kursi roda,tidak enak jika mengakan itu di rumah sakit yang bukan wilayah ku.Ketika bertemu dengan nya lagi lebih baik,aku tanyakan saja pada nya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Maaf ya Up yang hari sabtu harus terbit hari minggu,
__ADS_1
terkadang review dari pihak Novel toon memang lama.Padahal bisanya lima belas menit atau satu jam,Maaf ya membuat kalian menunggu.
Jangan lupa Like ,komen dan Vote.