
''Ayu maafkan Ayah,karena tidak bisa menahan diri
melihat ibumu kembali.Ayah rindu pada nya, kesalahan Ayah juga sangat besar pada ibu mu.''
Ayu mengerti,tapi beri ibu waktu untuk menata hatinya Om.Ayu yakin suatu saat nanti akan ada waktu nya untuk ibu berbicara,jangan paksa ibu untuk maafkan karena itu tidak lah mudah.
Setelah berkata,Ayu pun pamit pada Damian karena masih ada pekerjaan lain nya bersama Cakra.
Dalam perjalan kembali kekantor,aku tampak tidak tenang dan terlihat gelisah.Itu terlihat jelas oleh pak Cakra tentunya.
''Ayu kenapa gelisah ..?''Pak Cakra bertanya.
''Gak tau pak,saya hanya bingung saja kok.!''Jawab Ayu.
''Selesaikan masalah yang menurut mu,itu paling penting.kalau kamu hanya memikirkan nya saja itu akan sulit..!'' Pak Cakra memberi solusi.
''Terimakasih pak atas solusi nya.'' Sama-sama jawab Pak Cakra.
Sepulang bekerja Dokter Allan menjemput ku,aku terkejut melihat nya sudah berada di loby kantor. Karena dia tidak memberi kabar apapun pada ku, apa boleh buat menolak pun pasti tidak bisa.Dokter Allan membawa ku kesebuah taman di pinggir Danau,tempat nya nyaman dan bagus.
''Dokter mengapa membawa saya kesini,sedikit lagi gelap lhoo..?'' saya sudah siapkan lampu,jawab nya.
Kami pun makan bersama di sana,bisa dibilang ini momen yang sangat romantis heeeee.kalau seperti ini aku jadi teringat kembali dengan Mas Willi,dia paling suka mengajak ku makan diluar dengan suasana seperti ini.
''Ayu apa kamu suka.?''Aku terkejut.
''Suka Dokter.''Aku menjawab dengan tersenyum.
''Ayu kamu panggil saya Allan saja,!'' Sekali lagi aku terkejut.
__ADS_1
''kenapa Dokter?''Dokter Allan tersenyum.
''Saya kan lagi tidak bertugas,kalau mau panggil Dokter saat saya di rumah sakit.'' Benar juga sih apa yang di katakan Dokter Allan.
''Oh gitu,baik Allan..''Agak sulit sih,karena belum terbiasa.
''Ayu ada hal lagi yang ingin saya bicarakan..?''Apa lagi dalam hati ku.
''bicara saja dokter..!''ucap ku.
''Ayu,sebenar nya saya menyimpan rasa untuk mu.
Saya cinta sama kamu Ayu'' Ungkapan hati Allan membuatku sangat terkejut.
Ayu,sudah lama saya memendam semua ini.jauh sebelum kamu menjalin hubungan dengan willi,saat kamu memilih dia pupus harapan ku bersamamu saat itu.Bukankah sekarang kamu sendiri,''apakah ada tempat untuk saya di hati mu..?''
Jujur,aku tak sanggup berkata apa pun saat itu.Aku memang pernah mengagumi nya tetapi untuk lebih dari itu,sungguh aku sendiri tidak tahu.Semenjak kehilangan mas Willi,aku merasa belum ada yang bisa mengetuk hati ku.Tak ada yang mampu membuatku merindu,apalagi cemburu seperti aku cemburu pada Mas Willi.
kita memiliki lebih dari itu.
''Ayu yang sepupu itu Papa dengan ibu ku,yang penting kita bukan saudara kandung kan.?''
Ayu,saya ingin sellau melindungi mu dari orang-orang yang menyakitimu termasuk Oma. Tahukah kamu,saat mengetahui perbuatan Bima padamu hatiku sakit.Seandainya kamu tidak mencegah nya,pasti saat itu sudah menghajar nya saat itu.Saat kamu terluka dan koma selama dua minggu,saya merasa hidupku tak berarti Ayu.Sekuat tenaga saya berusaha agar kamu sembuh,rasanya saya tak sanggup menghandle pasien lain karen terlalu fokus padamu.Tapi saat saya mengetahui kamu dengan Willi,sesungguh nya itu sangat menyakitkan.Tapi saya terima semua itu,karena kamu menyukai Willi dan saya tau dia mampu menjagamu.
''Ayu adakah sedikit tempat di hatimu untuk saya,apakah kamu mengizinkan saya untuk masuk mengisi kekosongan hatimu...?'' Allan menggenggam erat jemariku,saat dia mengungkap kan isi hatinya.
Allan,banyak pertimbangan untuk aku bila harus menerima mu.Yang pasti Oma mu tak akan pernah tinggal diam jika dia mengetahui hal ini,kamu tau kan bagaimana dia membenciku walaupun aku ini adalah cucu nya.justru dia semakin membenciku setelah mengetahui statusku,apalagi kalau sampai kita menjalin hubungan.
Jujur Allan,saat ini aku belum memikirkan pendamping ku.Aku masih fokus dengan Ibuku dan Om Damian,saat ini Ibuku sedang dalam masa yang bisa dibilang,terguncang.Pertemuan nya dengan Om Damian membuat dia sangat shock,jadi aku tak bisa memikirkan ini semua.
__ADS_1
''Ayu,kamu harus tau kalau saya tak akan memaksa mu.''kamu boleh menjawab nya nanti,disaat hati dan pikiran mu tenang.Tapi tolong,biarkan saya menjaga dan menemanimu.Saya bersedia dan siap kapan pun kamu butuh bantuan ku,atau hal apapun itu.
''Allan memang orang yang baik,dia sangat baik.Maafkan aku Allan yang tak bisa membalas perasaan mu''
Setelah selesai kami berbincang,Allan pun mengantarkan ku pulang.Di mobil kami biasa saja,Allan justru terlihat lebih rileks setelah mengungkap kan hatinya.
Ibu melihat Allan mengantar ku,karena sudah terlanjur ibu melihat jadi Allan berkenalan dengan Ibu.Ibu terkejut mengingat wajah Allan,tetapi dia berusaha tenang dan diam.Setelah Allan pulang,Ibu mengajak ku bicara.
''Ayu,apakah dia Allan yang kemarin bersama Damian..?''Aku sudah menebak jika ini yang akan di tanyakan ibu.
''Iya bu dia Dokter Allan,sepupu nya Om Damian..''Ibu terlihat tidak suka.
''Ayu lebih baik jika kamu menjauhi dia..!''Aku sangat terkejut.
Ibu tapi Allan tidak tahu apa-apa tentang masalah pribadi kita Bu,bahkan Ayu mengenal Allan dari awal Ayu datang kemari.Bahkan saat Ayu belum bertemu dengan Om Damian dan..
''Cukup Ayu..!''
''Bisakah kamu tidak membantah ibu..?''kata ibu.
''Ia bu,maaf''Jawab ku.
''Semua yang berhubungan dengan mu,berhubungan dengan Damian.Lebih baik kita pulang kampung saja ..!'' Ini sangat mengejutkan untuk ku.
Ibu,Ayu minta maaf ya,Ayu tak bermaksud mengecewakan Ibu.Hubungan ku dengan Allan juga hanya berteman saja tidak lebih dari itu,Allan juga baik dia selalu membela Ayu Bu.
''Sudah Ayu,kamu tidak perlu membela nya terus. lebih baik kita pulang dan kamu berhenti saja dari pekerjaan mu..!'' Ini lebih tidak mungkin lagi,aku mencintai pekerjaan ku.
Ibu,bekerja di perusahan besar tidak segampang itu kita memutuskan harus berhenti,Ayu harus mengajukan surat resign sebulan sebelum nya. Apalagi Ayu masih terikat kontrak bu,ada denda yang harus Ayu bayar jika berhenti sebelum kontrak selesai.Nominal nya sangat besar bu,Ayu belum ada uang untuk membayar nya.Kalau tidak, urusan nya sama polisi bu aku tidak mau itu.
__ADS_1
Ibu kelihatan nya sangat terkejut,pasti dia juga tidak mau kan berurusan dengan polisi.
''Turuti saja perintah Ibu,jika kamu masih ingin tetap di sini.!'' Ibu berkata dan berlalu pergi menemui kakek.