
Willi turun dan membukakan pintu dan meraih tangan Ayu untuk membatu nya turun,bak pangeran yang yang sedang menjemput permaisuri nya mereka begitu serasi dan menawan.Perlahan Willi membawa Ayu masuk kedalam rumah mewah itu, yang interior nya begitu menakjubkan,Ayu sempat terkesima melihat nya,karena dia seperti masuk kedalam istana.
"Sebenarnya ini dimana sih,mengapa Mas Willi membawa ku ke rumah ini,ini mewah sekali ya ampun aku norak sekali melihat nya,apalah arti gubuk ku yang di kampung jika dibanding kan dengan kemewahan ini."
''Duduk lah..!'' kata Willi.
''Iya mas,''Jawab Ayu yang begitu gugup.
Willi pergi begitu saja meninggal Ayu sendiri,entah akan pergi kemana dia karena tidak mengatakan apapun.
''Ayu...'' ada yang memanggil Ayu suara itu terdengar nyaring membuat sakit telinga,siapa lagi kalau bukan Nirina dia berlari menyambut Ayu yang sedang duduk manis seorang diri.
''Nirina..kamu di sini.?'' Ayu terkejut.
''Iya dong,mengapa terkejut.?'' ucap Nirina dengan santai nya.
"Jadi rumah mewah ini milik keluarga Mas Willi, astaga jadi akau kan bertemu dengan orang tua nya dong,aduh rasa nya belum siap."
''Ayu..kok melamun sih ..?'' Nirina menyadarkan Ayu dari lamunan nya.
''Enggak kok,aku hanya berpikir kemana pergi nya Mas Willi dia menghilang begitu saja.'' Ayu menjawab spontan saja karena terkejut.
''Tuh dia..'' Nirina menunjuk kedatang Willi dengan dagu nya.
''Kemari lah..'' Willi membawa Ayu masuk bertemu dengan Mama nya.
Di meja makan Mama Willi sudah menanti kedatangan Ayu,karena sehari sebelum nya Willi mengatakan ingin mengenalkan kekasih nya.Mama nya pun merasa senang,karena anak nya sudah memiliki tambatan hati.
Di meja makan Willi dan Ayu duduk berdampingan, sementara Nirina juga duduk berdampingan dengan Mama nya.
''Ma perkenalkan Ini Ayu..'' Willi mengenal kan Ayu pada Mama nya.
''Selamat malam tante..'' Ayu menyapa dengan sopan.
''Selamat malam Ayu..'' Jawab Mama Willi.
"Aku seperti pernah melihat Mama nya Mas Willi tapi dimana ya,ya ampun bukan kah aku pernah melihat nya di kantor."
''Mama kok gak asing ya dengan wajah nya Ayu, tetapi sepertinya sih memang belum pernah bertemu..'' Ucap Mama.
''Ma Ayu ini sekertaris nya Cakra.'' Willi mengatakan yang sebenar nya.
''Sekertaris Cakra,Oh pantas saja Mama seperti pernah melihat.''Mama Willi berkata dengan lembut.
Ayu merasa sangat malu berada di sana,dia lebih banyak diam jika tidak di tanya,beruntung nya Mama nya Willi menerima nya dengan baik di sana.
''Ayu sudah lama menjadi sekertaris Cakra..?'' Mama Willi bertanya.
__ADS_1
''Sekitar satu tahun lebih tante.''Ayu menjawab dengan tangan yang bergetar.
''Tenang lah Ayu,jangan gugup semua akan baik baik saja.''
Setelah makam malam dan ngobrol bersama,Willi membawa Ayu ke kamar pribadi nya,Mama dan Nirina di tinggal berdua di meja makan.
''Ma, Willi ajak Ayu ke atas..''Willi menyeret Ayu tanpa menunggu persetujuan Mama nya.
''Permisi tante..''Ayu menyapa dengan ramah.
''Mas kita mau kemana,''kan gak enak dengan Mama dan adik mu masak kita ninggalin mereka.
Willi jalan saja tidak menghiraukan pertanyaan Ayu, sampai di sebuah ruangan Willi membuka pintu dan membawa Ayu masuk,setelah mereka berdua masuk kedalam Willi mengunci nya kembali.
''Mas ini kamar siap luas sekali..?'' Ayu terkesima melihat nya.
''Kamar kita..''Willi berbisik di telinga Ayu.
Dia tiba tiba menarik Ayu dalam dekapan nya,membuat Ayu terkejut.
''Mas..''
''Kita lanjutkan yang tadi ya..'' Willi kembali menc*um Ayu,memagut nya dengan mesra.Mereka melepas rindu yang sudah menggebu,karena memang mereka jarang berduaan secara romantis.
''Mas gak enak sama Mama kamu..'' Kata Ayu.
''Tidak usah dipikirkan.''Willi menidurkan Ayu di atas tempat tidur nya,yang ukuran nya memang besar dan sangat empuk.
Willi melakukan apa yang dia mau,Ayu pun terbuai dengan apa yang dilakukan pujaan hati nya,Willi memang menyentuh apa yang dia ingin kan,dia mencium apa yang dia mau bahkan seluruh t*buh Ayu mungkin tidak akan ada yang terlewat dari sentuhan jemari nya,tetapi dia masih berkomitmen dengan janji nya,yang akan menjaga Ayu dengan baik.
''Mas,Ayu terkejut lho melihat Mama kamu tadi,''soal ya waktu itu Ayu pernah melihat nya di kantor beberapa kaki menemui nya,Ayu pikir dia mertua mu.
Ha haaaaaaaa
''Pikiran racun mu ternyata dari dulu memang suka ngawur sayang.'' Willi mencium hidung mancung Ayu.
''Mas aku sebenar nya takut kalau Mama mu tidak bisa menerima ku,setelah dia tau jika aku anak kampung yang tidak sebanding dengan mu.'' Ayu pun menunduk.
Willi menaik kan dagu Ayu dengan jari nya,dia kembali mencium nya lagi.
''Jangan berpikiran buruk begitu,semua akan baik baik saja.''willi pun memeluk Ayu.
Pelukan dan ciuman yang semakin panas membuat mereka semakin betah didalam,Willi semakin liar mencumbui Ayu hasrat ke lelakiannya semakin menuntut lebih dan lebih.
''Ah mas..''Ayu mendesah ketika Willi menghisap butiran kecil milik nya.
Mendengar ******* lembut Ayu,Willi semakin semangat melakukan nya.
__ADS_1
Tiba tiba ada suara ayang begitu mengejutkan mereka berdua.
Dor dor dor..
Seperti biasa Nirina pasti akan mengganggu kesenangan Kakak nya,apalagi dia sedang jomblo.
Ayu terkejut mendengar pintu digedor dengan keras dari luar.
''Mas,,pasti Mama marah..''Ayu panik.
''Biarkan saja..''Willi justru mengencangkan pelukan nya.
Dor dor dor..
Pintu masih terus di gedor dari luar.
''Mas buka dulu,gak enak kalau di biarkan begitu saja.''Ayu semakin panik.
Willi juga cuek mendengar nya,dia justru dengan semangat memainkan benda kenyal di hadapan nya.
Mas..
''Sayang tidak usah dipikirkan,nanti kalau capek dia akan berhenti sendiri.'' Willi semakin bersemangat memainkan nya.Antara menikmati dan rasa panik bercampur dalam diri Ayu,ingin memaksa Willi menghentikan nya tetapi rasa berbeda sudah menjalar di sekujur tub*h nya.Di saat Ayu sudah merasa melayang menikmati nya pintu kembali di gedor,dia pun semakin kaget.
Dor dor dor...
''Mas udah,buka sana..!'' Ayu mendorong paksa tu*uh yang mendekap nya.
''Baiklah sayang..''Willi pun menyerah.
Setelah Willi melangkah untuk membuka pintu,Ayu bergegas merapihkan rambut nya yang agak berantakan,dia juga buru buru mencari cermin untuk melihat penampilan wajah nya.
''Ceklek..''Suara pintu terbuka.
''Perusuh,,ngapain berisik sekali dari tadi..'' Willi menatap kesal Nirina.
''Ngapain berduaan lama sekali..?''Nirina berkacak pinggang memarahi Willi.
''Anak kecil mau tau saja urusan orang dewasa,turun sana..!'' Willi berdiri ditengah pintu menghalau Nirina.
''Enak saja anak kecil,aku saja lebih tua dari Ayu tau.Ini apa kancing baju sudah terbuka begini,apa yang kakak lakukan.?Awas macam macam ya..!''
Nirina menginterogasi willi,tetapi Wili cuek saja ketangkap basah oleh adik nya dia justru sengaja membuat adik nya yang kepo itu semakin kesal.
''Memangnya kenapa dengan kancing ini,''baru kancing saja yang terbuka kamu sudah heboh gimana kalau kakak mu ini gak memakai apapun.?
''Astaga Kakak..apa otak mu ini sudah tidak bekerja kamu melakukan apa dengan Ayu ..?'' Nirina semakin kesal
__ADS_1
''Daripada kamu penasaran lebih masuk saja ayo, biar kamu bisa bebas melihat kemesraan kami,agar jiwa jomblo mu semakin meronta..!''Willi senang sekali mengerjai adik nya.
''Apa........!'' Nirina berteriak.