Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 83. Tidak Pernah Marah.


__ADS_3

Ayah..''maaf kita belum bisa bertemu sekarang, tetapi percayalah aku selalu merindukan mu di sini.


Jaga kesehatan mu ya,jangan menyalahkan Mas Willi lagi ya,ada waktunya nanti kita bisa bersama.''


''Iya nak maafkan Ayah,sebab Ayah terlalu khawatir dengan mu Ayah juga rindu dengan mu nak.'' Kata Damian dengan air mata yang berkaca.


''Percaya lah Ayah aku juga di sini merindukan mu, tapi harus ada yang kita korban demi kebaikan kedepannya.'' Ayu memberikan pengertian pada Damian.


''Iya nak Ayah mengerti,tenyata putri Ayah sangat dewasa dan bijaksana'' ungkap Damian dengan bangga.


Damian memberikan ponsel nya pada Willi.


''Sayang kita sambung lagi nanti ya'' Willi memanggil mesra Ayu di hadapan Damian.


''Iya mas,salam untuk Ayah ya.''Jawab Ayu sebelum mematikan ponsel nya.


Cakra dari tadi diam saja menyaksikan calon menantu dan mertua itu bicara,karena Cakra tidak memiliki hak apalagi tidak ada yang meminta pendapat nya jadi dia diam seribu bahasa.


Mereka mengingatkan ku saat masih bersama dengan Maira,dulu pun aku mesra seperti itu dengan nya.Sayang sekali semua hanya kenangan dan akan menyakitkan jika selalu di ingat .


''Terimakasih pak Damian atas waktu nya,banyak sekali rasa terimakasih yang ingin saya ucapakan untuk anda.Semua kebaikan anda pada Ayu,semua pengorbanan anda untuk nya pasti akan selalu saya ingat,saya sangat berhutang budi pada anda.Saya sendiri sebagai orang tua nya saja belum melakukan hal yang begitu berarti untuk nya,tetapi anda sudah melakukan banyak hal yang begitu membuat nya berharga.''


Damian merasa bersyukur ada Willi di samping putri nya,karena Willi benar benar memperlakukan nya dengan sangat sangat baik.


''Tidak perlu berkata seperti itu Pak Damian,karena Ayu pasti tidak suka mendengar nya,bagi dia anda tetap Ayah nya yang begitu dia hargai dan dia sayangi.'' Damian begitu tersentuh mendengar nya.


Sementara Willi sebenar nya tengah menunggu kedatangan Allan,saat Damian datang dia sempat memberitahu pada nya.Tetapi sebelum Allan datang, Damian lebih dulu pamit untuk pulang.


''Kalau saya pamit dahulu,Pak Willi,Pak Cakra. Terimakasih sudah menerima saya dengan baik di sini.'' Ucap Damian.


''Sama sama Pak,terimakasih sudah berkunjung kemari.'' Willi berjabat tangan dengan Damian.


Allan terburu buru naik lift menuju dimana lantai ruangan Willi,hal yang sama di lakukan Damian ketika Allan naik posisi Damian justru turun, sehingga mereka tidak bisa bertemu.


Allan melangkah masuk dan bertemu Sera yang sedang bekerja.


''Sera..'' Allan memanggil.


''Hai Allan,ada apa..?''Sera agak terkejut melihat Allan.


''Saya ingin bertemu Willi,'kami sudah membuat janji.


Sera membawa Allan masuk kedalam ruangan Willi, keseruan semakin jadi karena ada Cakra di sana.


''Kamu telat Allan..''Kata Cakra.


''Pekerjaan ku tidak bisa ditinggal begitu saja.''Jawab Allan.


''Kamu semangat sekali datang kemari,karena Pak Damian atau ada maksud lain.?''Cakra berkata sambil mengedipkan mata.


Allan mengerutkan dahinya,dia bingung dengan tingkah Cakra,sebagai teman lama nya Allan tau seperti kocak dan iseng nya Cakra dulu.

__ADS_1


''Kamu yang ingin kutemui Cak,,puas...!'' Allan malas berdebat dengan Cakra yang usil.


''Dasar kaku..'' Cakra mencela.


''Sialan kau perusuh..!'' Allan melempar bantal ke arah Cakra.


''Haaaaaaaaaa,'' Cakra tertawa.


''Pak Damian baru saja keluar Allan,apa kamu tidak bertemu dengan nya?' Kata willi.


''Tidak Will..'' Jawab Allan.


Pertanyaan Willi,menghentikan perdebatan mereka berdua,sebagai teman dan rekan kerja Willi juga tau kalau Cakra memang biang nya rusuh.Walaulun begitu,dia orang nya baik dan bertanggung jawab pada apapun yang sudah menjadi kewajiban nya.


''Apa Papa membuat keributan Wil di sini..?''Allan mencemaskan sikap Damian,yang menurut nya sedang labil.Menyaksikan orangtuanya yang tega menyakiti putri nya,bahkan dirinya sendiri pun terluka dan semua yang tengah di hadapi membuat Damian menjadi tertekan dan mudah emosi.


Willi akhir nya menjelaskan apa yang dilakukan Damian,pembicaraan mereka ketika bertemu pun di ceritakan agar Allan mengerti.


''Syukurlah kalau Papa mengerti.''Allan merasa lega mendengar nya.


Pembicaraan mereka masih berlanjut,Allan dan Willi yang lebih banyak bicara.Sementara Cakra dia sibuk dengan ponsel nya,alasan nya banyak klien yang bertanya.Tetapi Allan dan Willi tidak ambil pusing, karena mereka sedang fokus dengan topik obrolan mereka.


Tak lama berselang terdengar suara telfon,Willi berpikir jika itu adalah Sera.Setelah menerima Willi hanya menjawab nya dengan sangat singkat.


''Masuk lah..''Itu lah yang di ucapkan Willi.


Pintu pun buka,terdengar langkah sepatu yang maju mendekati mereka.


Willi terkejut mendengar nya,dia pun menatap Cakra penuh tanya,melihat raut wajah Cakra yang menahan senyum dia pun paham siapa yang memanggil Nirina datang.


''Duduk lah..!'' Kata Willi


Allan terkejut melihat kedatangan Nirina,sampai Nirina duduk pun di selalu memperhatikan nya.


''Mengapa Allan di sini..apa dia yang menyuruh ku kemari .''


Mereka berdua saling menatap tanpa bicara.


''Kita makan bersama yuk de..?'' Ucap Willi pada Nirina.


''Ini sudah lewat jam makan siang Presdir, jadi aku tidak bisa lagi pula aku sudah makan..'' Nirina menolak.


''Harus mau..!''semua yang menentukan itu Presdir.


''Allan,mari kita makan bersama..'' Willi bangkit dari duduk nya di ikuti oleh Cakra,sementara Nirina dan Allan masih tetap duduk diam di atas sofa.


''Kalian mengapa diam saja,apa kalian ingin berduaan di sini..?'' Cakra berucap sambil tersenyum usil.


Secara bersamaan mereka bangkit dari duduk nya.


''Kompak..!'' Cakra meledek.

__ADS_1


''Mau ku lempar..!''Allan melotot.


Nirina hanya melirik kedua pria di hadapan nya,dia menatap Allan sedikit lama mendengar kata kasar nya.


Mereka makan di sebuah restauran bergaya Eropa klasik,yang membuat suasana lebih tenang dan nyaman.


Setelah selesai makan Cakra dan Willi pergi meeting berdua.


''Kalian tunggu disini berdua ya,''Saya meeting dulu sebentar dengan Willi.


''Apa..?''Nirina berkata sambil melotot ke arah Cakra


''Tenang lah pacar,kita tidak lama Allan juga tidak akan menggigit mu.'' Ucap Cakra sambil menahan senyum nya.


Cakra dan Willi masuk kedalam ruang privat restauran tersebut.


''Kita mau di sini..?'' Willi juga sebenarnya bingung dengan Cakra.


''Will biarkan mereka berdua sebentar,apa kamu tidak melihat tatapan mata mereka.?'' Cakra menjelaskan.


''Aku melarang Nirina dekat dengan laki laki, mengapa kamu menyuruh mereka berduaan.'' Protes Willi.


''Kamu jangan berlebihan seperti itu Wil,''apa kamu mau Nirina jadi perawan tua nanti nya,lagian mereka itu sudah sering bertemu di belakang mu. Selama kamu di Jerman aku melihat degan mata ku sendiri mereka makan di kafe dekat kantor,sudah lah lagian Allan orang nya bertanggung jawab.


Willi memejamkan mata nya,seolah beban berat masih ter pikul di pundak nya.Bayangan Nirina tak sadarkan diri selama beberapa tahun,masih menghantui pikiran nya.


''Saya belum bisa Cak..'' Ucap Willi dengan pelan.


''Nirina juga butuh bahagia,dia juga butuh pendamping,kalau kamu sudah bahagia dengan Ayu


bagai mana dengan adik mu.?'' Cakra mencoba memberi penjelasan.


''Biarkan saja kamu hanya perlu memantau nya saja,''sekarang Nirina juga sudah dewasa dia juga bekerja dengan baik seperti karyawan yang lain,bertanggung jawab dengan pekerjaan nya biarlah dia menjalani hidup sesuai dengan pilihan nya.


Allan memandang Nirina di hadapan nya,dia tersenyum kecil melihat gadis di hadapan nya.


''Ngapain tersenyum,?kamu menertawakan ku..''Nirina kesal.


''Aku hanya ingin tersenyum saja,mengapa tidak pernah membalas pesan ku..?'' Allan pun bertanya.


''Malas saja..''Jawab Nirina dengan ketus.


Allan bukan nya Marah tetapi masih saja tersenyum, Nirina sampai heran mengapa orang di hadapan nya itu tidak pernah marah dengan ucapan nya.


''Weekend pergilah dengan ku.!''Nirina mengangkat kepala nya,mendengar ajakan Allan.


''Aku tidak bisa.'' Jawab Nirina.


''Mengapa..?'' Allan bertanya .


Bagaimana aku jalan dengan nya,kakak pasti tidak memberikan ijin untuk ku,Allan aku harus bagaimana ingin menghindari mu, justru tanpa sengaja bertemu,ingin mendekati mu tetapi bagaimana kalau aku saja tidak memiliki waktu diluar kecuali bekerja.

__ADS_1


__ADS_2