
''Apa kamu tidak rela jika Papa pisah dengan Mama mu Allan.?''
''Pa semua anak tidak ada yang mau,''jika orang tua nya berpisah apapun alasan nya.Allan tau Mama salah,Allan pun sangat kecewa sama seperti papa.
Tetapi Mama juga berhak mendapatkan maaf,Papa tau kan Oma seperti apa bisa saja Mama diancam kan.
''Mengapa kamu terkesan seperti membela Mama mu.?''Damian heran dengan Allan.
''Kok pikiran Papa seperti itu sih,''Kalian kan orang tua Allan.kewajiban anak itu menyatukan orang tua nya,jika sedang bermasalah.
Damian tidak suka dengan penjelasan Allan,dia menatap tajam anak nya.Mimik wajah nya berubah, yang awalanya ramah menjadi tidak bersahabat.
''Lebih baik kamu keluar dari Papa Allan,!''tidak usah bicara dengan Papa lagi.Kamu juga boleh kembali ke rumah utama menemani Mama mu,karena Papa ingin sendiri di sini.
''Pa,tolong jangan marah Allan tidak bermaksud membela siapapun Pa.'' Allan berusaha menjelaskan.
''Keluar...!''
Damian berkata dengan keras,bahkan terkesan membentak Allan.Baru kali ini Damian bersikap keras terhadap anak itu,selama ini dia merawat Allan dengan lembut dan penuh kasih sayang.
''Sepertinya Papa memang benar-benar marah, padahal maksud ku kan tidak seperti itu.''
Satu minggu sudah Willi tidak pulang ke rumah orang tuanya,di selalu menemani Ayu setiap hari.Bahkan bekerja saja dilakukan di rumah sakit,
jika ada meeting atau memnag harus bertemu klien barulah Willi bekerja diluar rumah sakit.Tingkah Willi membuat Nirina kesal,karena kakak nya tidak pernah pulang dan membuat nya khawatir.
''Ma mengapa Kak Wil tidka pernah pulang.?''Nirina berkata sambil cemberut karena kesal.
Sayang kamu sudah menanyakan ini setiap hari berkali-kali,Mama kan juga sudah bilang memang Willi terkadang seperti ini.Mama sudah terbiasa dengan sifat kakak mu,biarkan saja nanti juga dia pulang sendiri.
__ADS_1
''Apa mam tidak khawatir jika terjadi sesuatu dengan nya?'' Kata Nirina.
''Awal iya,''tetapi Willi kan sudah dewasa dia pasti bisa menjaga dirinya.Biasa nya sih dia kasih kabar sama Mama tidak seperti sekarang,tapi kamu tenang saja kalau terjadi sesuatu dengan kakak mu Cakra pasti kasih tau Mama.Cakra itu pasti tau kakak mu dimana,hanya saja pasti Willi melarang nya untuk bicara.Kamu tau kan seperti apa mereka, Cakra itu pasti mengikuti apa yang Willi perintahkan.
''Mengapa kakak seperti ini sih,,?''Nirina masih saja kesal.
Dia seperti itu semenjak kamu sakit,mungkin dia merasa kesepian jika di rumah.Mama dan Willi bergantian menjaga kamu,sampai akhir nya kamu dirawat di rumah.Tapi justru saat kamu di rumah, Willi justru sering berada di luar rumah.Alasan nya karena pekerjaan,tapi belakangan Mama tahu jika kalau berada di rumah dia akan semakin sedih dan bersalah karena melihat keadaan mu.
''Benarkah Ma?'' Nirina menangis.
Di rumah sakit Willi tengah menemani Ayu sendirian,karena Maira tengah kembali ke apartemen.
Ayu,saya menemani kamu setiap hari di sini.Apakah kamu tidak ingin melihat saya.Mengapa kamu tidak sadar juga,apa kamu ingin membalas saya yang menjauh darimu selama satu tahun.Sekarang kamu ingin menghukum perbuatan saya,dengan keadaan mu seperti ini..itu sangat menghukum saya.
Willi mengepalkan tangan nya,merasakan sakit yang begitu dalam.Semenjak memimpikan Ayu meninggal saat itu,Willi semakin terlihat terpuruk.
Willi menghubungi pengacara nya.
''Cakra,secepat nya harus kamu temukan penyusup itu.Saya tidak mau tau semua orang yang menyakiti Ayu harus saya musnah kan.'' Saat ini Willi menghubungi Cakra,dan memberi perintah padanya.
''Baik Wil.'' Jawab Cakra.
''Kenapa nih anak ketus sekali bicara nya,memang dia pikir menangkap penyusup gampang.'' Kata Cakra.
''Sera,sore ini kamu temani saya ke rumah sakit ya bawa berkas yang di minta oleh Willi.''Ucap Cakra.
''Baik pak Cakra akan saya siapkan semua nya, kebetulan saya juga ingin melihat keadaan
Ayu.'' Jawab Sera.
__ADS_1
Sore itu Cakra dan Sera menuju ke rumah sakit. Sebenar nya Cakra bisa saja sendiri,tetapi dia misi lain sehingga dia mengajak Sera.
''Sera sebenar nya saya ada maksud lain mengajak mu.'' Sera tersentak mendengar nya.
''Maksud Pak Cakra apa.?'' Sera bingung.
''Sebenar nya saya sedang melakukan penyelidikan,'' saya menyadari jika ada yang mengikuti saya setiap saat.Saya tidak tau pasti apa maksud mereka,tetapi feeling saya ini berhubungan dengan Ayu ataupun Willi.Nanti saya punya tugas untuk mu,tetapi kamu harus hati-hati ya.
''Baik pak saya siap menjalankan tugas apapun.'' Jawab Sera dengan sangat berani.
Bagus,kamu memang selalu bisa di andalkan.Saya akan kirim kan pesan untuk mu,kamu tidak perlu turun bersama saya.Kamu perhatikan saja orang orang yang mengikuti saya,ingat jangan sampai ketahuan.
Cakra pun turun dari mobil nya,ketika sampai di parkiran rumah sakit.Sesuai yang diintruksikan oleh Cakra,Sera tidak turun bersama nya.Dia memata-matai orang yang tengah mengikuti Cakra, pekerjaan ini kecil untuk Sera.Karena dia memang serba bisa dan memiliki banyak keahlian,Sera juga mamou bela diri dan cerdas.Inilah yang membuat Willi memilih nya sebagai sekertaris pribadinya, walaupun cantik dan perfek tetapi dia bukan tipe wanita penggoda.
''Will,ini semua berkas yang kamu minta.''Masalah penyusup sebenar nya saya sudah mendapatkan petunjuk siapa dalang dari semua ini,tapi tolong kamu sabar sebentar karena saya perlu sedikit bukti lagi.
Cakra menjelaskan pada Willi tentang penyelidikan nya,Cakra merasa tidak enak karena seperti nya Willi sangat marah padanya.
''Oke Cak,say tunggu secepat nya..!''Kata Willi.
Cakra,tolong kamu ikuti proses di kantor polisi.Saya mau Erika dihukum seberat-berat nya,pantau pekerjaan Pak Ario.Erika pasti akan menyiapkan pengacara yang handal untuk kasus ini,bahkan dia tidak akan menyerah begitu saja.Wanita licik itu pasti akan melakukan segala cara,agar bisa terbebas dari semua tuntutan dan terbebas dari penjara.
''Baik Will,Saya pasti akan melakukan semua perintah mu.''
Oh ya Cak,saya akan berniat membawa Ayu berobat keluar negri.Saya sudah konsul dengan dokter yang merawat Nirina,beliau menganjurkan saya membawa Ayu ketempat Nirina pernah dirawat ketika itu.Setelah saya tunjukan semua hasil medis nya Ayu,beliau bilang jika keadaan jauh lebih parah.
Jadi kemungkinan Ayu untuk sembuh semakin besar di sana.
Cakra terpana mendengar ucapan Willi,dia tidak pernah melihat sahabat nya berjuang sampai seperti ini untuk kekasih nya.
__ADS_1