Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
107.Babak Belur.


__ADS_3

Willi sedang serius di ruang kerjanya, mengecek beberapa pekerjaan di temani secangkir kopi.Ketukan pintu membuat konsentrasi nya buyar, memaksanya harus melupakan sejenak laptop dihadapan nya.


Tok tok tok.


''Masuk.. !''kata Willi.


''Hai kak.. ''ternyata Nirina.


Willi mengulas senyum ternyata adik manja nya yang telah mengganggu pekerjaan nya.Dia paham pasti akan ada sesuatu sampai Nirina datang di saat dia sedang bekerja walau di dalam rumah.


''Kenapa dek, apa ada sesuatu.. ?''ucap Willi.


''Boleh tidak jika nanti aku pergi ke Luar untuk menemui Allan.''Nirina berkata sambil menundukkan kepala nya, tanpa bermain menatap Willi.


''Hem... ''Willi menatap adik nya itu.


''Kok cuma Hem, boleh tidak.. ?''Ucap Nirina lagi.


Boleh,''asal ada yang menemani mu.''


''Benarkah..?''Nirina begitu bahagia.


''Ya.. ''Willi mengangguk.


''Yes..... ''Nirina bersorak kegirangan.


Setelah mendapat kan izin Nirina berlari ke kamar nya, dia ingin memberitahu Allan jika ingin menemui nya ke Singapura.Rupanya rindu di dalam hati nya tak mampu lagu ia bendung, memiliki segala fasilitas semakin mempermudah keinginannya.


''Allan pasti akan senang jika aku datang, tapi tidak suprise dong kalau ku beritahu dia,apa ku rahasiakan saja kedatangan ku ke sana.''di dalam kamar Nirina terus saja memikirkan pertemuan nya dengan Allan.


Dengan pengawasan dari Willi, Nirina terbang ke Singapura untuk bertemu Allan. Sepanjang perjalanan nya hatinya jantung nya berdetak lebih cepat,dia tidak sabar bertemu dengan cinta nya.


Setelah sampai di negeri singa tersebut, Nirina bergegas pergi ke apartemen milik keluarga nya,dia menunggu waktu sampai Allan selesai kuliah dan bekerja.Biasanya Allan akan kali ketika malam hari sebab semenjak matahari terbit sampai terbenam dia sudah dipastikan akan sibuk dengan sejuta kegiatan nya.


Hati Nirina berbunga memasuki lift, menuju lantai apartemen tempat kamar Allan berada.Perlahan tapi pasti langkah nya menuju kamar itu,saat mendekati kamar Allan Nirina begitu shock dengan apa yang dia lihat.


''Allan.. !''Nirina menutup mulut dengan kedua telapak tangan nya.

__ADS_1


''Allan kamu..!''air mata Nirina mengalirkan begitu deras.


Allan berdiri dihadapan pintu apartemen nya bersama seorang gadis,mereka berhadapan dan saling bergandengan sesekali gadis itu meletakkan kepalanya di bahu Allan, entah apa yang sedang mereka bicarakan.Yang membuat Nirina semakin terpukul saat gadis itu mencium bibir Allan,yang lebih mengenaskan lagi Allan pun menerima nya.perlahan pintu apartemen terbuka, setelah berciuman dengan mesra Mereka ingin masuk kedalam tetapi Nirina menahan nya.


''Tunggu.. !''pintu itu tertahan oleh tangan Nirina.


''Kamu siapa.?''kata gadis itu.


Nirina hanya melirik nya sekilas dengan tatapan yang begitu jijik.


Allan...!


''Sayang.. ''kata Allan.


Plak... !


Tangan Nirina begitu terasa panas saat dirinya menampar pipi Allan.


''Kita putus.''kata Nirina.


Nirina pergi dari Apartemen itu, dia berlari di iringi tangis yang kepedihan yang menyakitkan hati nya.


''Kamu jahat Allan, kamu jahat.''


Nirina memutuskan untuk pulang ke Indonesia saat itu juga, dia tidak mau bertemu kembali dengan Allan.


Saat sampai di rumah nya, Nirina begitu murung membuat Willi berfikir bahwa terjadi sesuatu saat bertemu Allan.Bergegas dia memanggil orang kepercayaan nya yang di tugaskan untuk menemani adik nya.


''Apa yang terjadi..?''


Pengawal itu menceritakan apa yang dia ketahui, karena dirinya tidak berada di dekat Nirina saat itu, dia berada jauh di belakang gadis itu sebab dia harus menjaga jarak nya karena Nirina tidak mau terlihat membawa bodyguard.


Willi mengerikan tangan nya, dia marah sebab Allan telah menyakiti adik nya.


Esok hari nya Allan mendatangi rumah Nirina, rupanya dia mengikuti kekasih nya itu pulang.Allan sudah menunggu begitu lama tetapi Nirina tak kunjung keluar,pelayan di rumah itu mengatakan jika Nirina sedang bekerja.Dengan perasaan yang begitu kalut Allan bergegas menuju kantor Willi untuk mencari kekasih nya.


Allan mengatakan ingin bertemu Nirina tetapi gadis itu tidak ingin menemui nya, Allan memutar otak nya dia memilih menemui Willi agar bisa membujuk adik nya.

__ADS_1


Willi pun terkejut melihat Allan mendatangi nya, Willi sudah hilang respect dengan kekasih adik nya itu.


''Untuk apa kamu menemui ku, apakah kamu ingin menyerahkan dirinya karena sudah menyakiti adik ku. !''


''Wil,semua itu salah paham apa yang Nirina lihat itu tidak seperti itu ''Allan berusaha menjelaskan.


Bukan saya yang menentukan itu salah atau benar, tetapi Nirina sendiri lah yang paham semua itu.''Lebih kamu keluar karena saya sedang banyak pekerjaan.!''


Dengan perasaan kecewa,Allan pergi dari kantor Willi tetapi dia tidak berhenti sampai di situ, sebelum bertemu Nirina Allan tidak akan menyerah.Ketika dia tahu waktu Nirina pulang, Allan menunggu didekat rumah nya.


''Nirina tunggu.. !''Allan memanggil.


''Jangan biarkan dia masuk pak.''perintah Nirina.


Sebelum satpam di rumah mencegah, Allan sudah terlebih dahulu menerobos masuk.


''Nirina tolong jelaskan penjelasan ku.''Allan meraih tangan Nirina.


''Jangan menyentuh ku.. !''Nirina berteriak.


Sayang tolong dengarkan, kamu salah lihat sungguh wanita itu hanya teman saja. Saya hanya mencintai mu,''semua itu tidak seperti yang kamu pikirkan.''


''Jangan memaksanya Allan.. !''Willi datang


''Willi, Nirina semua itu salah paham.''


''Cukup Allan,!aku tidak ingin mendengar apapun dari mu,bukan aku sudah bilang kalau kita putus.''katanya kata menyakitkan itu lolos dari bibir Nirina.


Tidak Nirina....


Bugh....!Willi memukul pipi Allan.


''Saya sudah menahan emosi untuk tidak menghajar mu Allan,kamu sudah membuat saya hilang kepercayaan,pergi dari sini sebelum orang-orang di rumah ini menghajar mu.!''Willi begitu marah.


''Hajar lah sesukamu Wil,''saya akan menerima semua itu. Demi Nirina apapun pasti akan kulakukan.


Mendengar ucapan Allan,Willi pun terpancing dan kembali menghajar nya.Satu pukulan, pukulan lagi mendarat ke tubuh Allan.Tak peduli darah segar sudah mengalir tetapi Allan tidak menyerah,Nirina pun diam mematung menyaksikan Allan babak belur.

__ADS_1


__ADS_2