Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 99. Makan Malam Romantis


__ADS_3

''Kamu boleh marah kok,''tapi jangan lama lama ya nanti saya bersedih,Nirina kamu harus tau ya dukungan dan support dari mu sangat berharga buat saya.


''Kamu pasti pergi untuk menghindari ku bukan.?'' mata Nirina terlihat sendu.


''Hei kata siapa,?''saya pergi untuk memberi masa depan yang cerah buat mu,Doktor Allan aditama calon pendamping hidup mu.


''Allan aku serius mengapa kamu selalu saja menggoda.''Nirina kesal.


''Memang nya pernah saya tidak serius.?''apa yang sudah saya ucapkan semua nya serius,nanti malam saya akan jemput kamu ada hal yang ingin saya sampai kan di sana.


''baik lah..''Jawab Nirina.


Setelah mengantarkan Nirina kembali kekantor,Allan pun kembali dengan aktivitas nya sebelum bekerja dia pergi kesebuah tempat perbelanjaan untuk membeli sesuatu.


waktu bergulir terasa sangat lambat bagi Nirina dan Allan,mereka selalu melihat jam untuk menanti waktu pertemuan malam nanti,seakan tak sabar untuk mengutarakan hati nya Allan seperti tak bisa membunuh waktu agar berjalan dengan cepat.


''Mengapa Waktu terasa lama sekali sih..?''Allan mengeluh.


Setelah malam tiba Allan bergegas menuju kediaman Nirina,dia terlihat begitu tampan dan menawan pasti Nirina akan semakin terpesona melihat nya.


Mobil Allan sudah terparkir rapih di kediaman Nirina,dia melangkah dengan gagah nya menuju pintu utama dia sana Allan sudah di sambut oleh penjaga rumah,ternyata Nirina memperlakukan dirinya dengan sangat baik.


''Silahkan duduk Tuan,Nona nirina sebentar lagi akan menemui anda.''kata pelayan rumah.


''Terimakasih.''Jawab Allan.


Saat Allan duduk menunggu Nirina datang lah Willi yang baru saja pulang bekerja,Willi sempat terkejut melihat ada mobil yang asing buat nya dia juga penasaran yang siap yang datang ke rumah nya.


''Ternyata kamu kukira siapa,ada perlu apa datang ke rumah.?'' Kata Willi.


''Hey Wil,saya sedang jemput Nirina.''jawab Allan.


''Memang kalian ingin kemana..?''Willi masih saja bertanya.


''Kakak,Memang tidak ada janji sama Ayu gak ada kerjaan juga sampai sampai detail begitu tanya nya.?''Nirina datang.


Willi menatap adik nya,yang terlihat rapi dan sangat cantik dia tahu merek akan berkencan tetapi Willi tidak membiarkan nya begitu saja.


''Tidak lewat dari jam sepuluh malam kalian harus sudah kembali,''jika tidak saya pasti akan menemukan kalian di manapun itu,ingat jangan sampai di sepelekan.


''Astaha lebay nya.''Nirina mencubit hidung kaka nya.


''Baik Wil,saya mengerti.''kata Allan.


''Allan jaga putri cantik tante ini dengan baik ya.'' Mama Nirina memberi pesan.


''Baik tante,permisi..''Allan berpamitan.

__ADS_1


Mereka pergi berdua tanpa supir,Allan sangat romantis malam itu dia memperlakukan Nirina seperti seorang princess membuat Nirina merasa tersanjung.


Melihat Allan menghentikan mobil nya di depan rumah sakit membuat Nirina tercengang,yang ia bayangkan Allan akan membawa nya ke restoran mewah yang indah dan suasana yang romantis, dalam hati nya Nirina mengutuk Allan seperti nenek sihir yang kepanasan.


''Ngapain ke rumah sakit,?apa aku harus menemaninya praktek membongkar otak manusia di dalam sini.''Nirina sangat kesal.


''Pasti Nirina bt sekali di bawa kemari.''Allan memperhatikan wajah Nirina yang berubah ubah ekspresi nya.


Mereka menaiki Lift ke lantai paling atas,setelah sampai di lantai tertinggi Allan mengajak nya menaiki tangga exit,hal itu membuat Nirina semakin kesal dan cemberut.


''Kaki pegal tau,''memang sudah tidak ada lift lagi sampai naik tangga begini.?


''Sabar ya..''Kata Allan sambil tersenyum.


Sebelum sampai di tangga terakhir Allan menghentikan langkah mereka,membuat Nirina semakin heran.


''Nirina berhenti sebentar ya.''ucap Allan.


''Ada apa..?''kata Nirina dengan wajah masam.


''Saya tutup mata mu sebentar boleh..?''Allan menunjukan sapu tangan pada Nirina.


''Untuk apa,apa kamu ingin mendorongku dari tangga sampai di tutup segala.''pikiran Nirina udah serem duluan.


''Mana mungkin,sudah jangan banyak bicara lihat lah kamu berkeringat.''Allan menyeka keringat Nirina dengan lembut lalau menutup mata nya.


''Allan disini dingin..''Kata Nirina.


''Pakailah..!''Allan memakaikan jas nya pada Nirina.


Pelan pelan Allan membuka penutup mata Nirina, dia telah menyiapkan kejutan romantis untuk miss bawel pujaan nya.


''Bukalah matamu..!''ucap Allan.


''Waow ini indah Allan.''Nirina merasa terpukau.


''Duduk lah princess bawel..!''Allan menarik kursi dan menuntun Nirina untuk duduk.


Allan menyiapkan makan romantis di atas gedung rumah sakit milik nya,dia sengaja melakukan itu agar terasa berbeda,hiasan lampu warna warni bunga bunga bertaburan di sana membuat tempat itu semakin indah.


''Kamu menyukai nya.?''Allan bertanya.


''Ya aku menyukai nya,''Lihat lah bintang bintang di atas langit itu mereka terasa dekat dan aku ingin menggapai nya,terimakasih Allan.


''Nirina,bintang di atas sana tidak ada yang seindah dirimu.''Allan membuat Nirina tersipu malu.


Mereka menikmati makan malam romantis berdua, bahkan Allan menyuapi Nirina dengan begitu mesra membuat hati Nirina semakin berbunga.

__ADS_1


Allan berdiri dan berjalan menghampiri Nirina dia meminta Nirina untuk berdiri bersama nya,Nirina pun tak menolak dia menurut saja apa yang Allan mau.


''Nirina malam ini ada yang ingin saya sampai kan pada mu,di bawah langit di saksikan bulan dan bintang di atas sana.''Allan menggenggam kedua jemari Nirina dan menatap nya begitu dekat.


''Nirina,saya menyukai mu dan mencintai kamu menurut saya sudah cukup untuk kita saling mengenal dan meyakinkan hati,mau kah kamu menjadi kekasih ku.?''Allan mengungkap kan isi hati nya.


''Iya aku mau..''Nirina pun menerima nya.


''Sungguh..?''kata Allan.


''Apa kamu ingin aku menarik nya..?''Nirina menggoda.


''Tidak sayang jangan lakukan itu,aku menyukaimu..'' Allan membawa Nirina ke dalam pelukan nya.


Nirina dikejutkan dengan sebuah layar yang menyala,menampilkan foto foto Nirina dan Allan saat mereka sedang bersama yang membuat Nirina terkejut banyak foto yang dirinya sendiri tidak tau kapan itu di ambil,sebab dirinya dan Allan hanya beberapa kali saja berfoto itu pun bisa dihitung.


''Allan kapan kamu mengambil nya,?'' Candid nya bagus lho.


''Kamu menyukai nya sayang.?''Allan mengecup pucuk kepala Nirina.


''Ya ampun ini jelek sekali,,kenapa mesti di tampilin.?''Nirin merasa lucu dengan foto dirinya.


''Menurut ku itu menggemaskan dan kamu akan selalu cantik di mata saya,kemari lah..!'' Allan mendekap Nirina,lalu mencium b*bir nya dengan lembut.


''Maaf tak ada kembang api,''takut nya menganggu pasien apalagi yang memiliki riwayat jantung bisa fatal nanti.


''Haaaaaaaaa iya benar,bisa bahaya.''kata Nirina.


''Sayang,tak apa kan jika saya harus pergi lusa nanti .?''Allan bertanya.


''Sebenar nya aku tak suka,''baru saja jadian harus di tinggal pergi jauh,aku takut hati mu tak akan kembali.


''Jangan berpikir seperti itu,''percayalah dengan ku dan kamu pun harus jaga hati mu buat saya,lagi pula hanya perlu satu jam naik pesawat,jika saya sudah tak mampu membendung rindu pasti saya akan pulang untuk menemui mu.


''Kamu janji..?''Nirina tak mampu membendung air mata nya.


''Sayang jangan menangis,''jarak tidak akan mengikis perasaan ini saya akan tetap mencintaimu,selama saya bernafas hanya ada kamu di hati ku.


Mereka berpelukan menikmati malam indah berdua, dibawah taburan bintang yang membuat langit semakin hidup dalam cahaya.


Karena waktu menunjukan hampir jam sepuluh malam Allan membawa Nirina untuk pulang.Mereka berjalan di sepanjang koridor rumah sakit sambil bergandengan tangan,semua karyawan yang bertugas menyapa nya dengan ramah.Mereka juga saling berbisik membicarakan Allan yang menggandeng wanita cantik,sebab Allan dikenal sebagai Dokter tampan yang betah menjomblo.


''Wah akhir nya Dokter Allan punya pacar juga.''kata suster yang mengenal nya.


Allan dan Nirina berjalan dengan santai,mereka tidak menyadari ada yang sedang memperhatikan nya.


''Allan....!''

__ADS_1


__ADS_2