Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 74. Istri pertama


__ADS_3

''Mas,aku tidak tau harus mengatakan apa,''kamu sudah melakukan banyak hal dan berkorban banyak untuk ku.Maafkan aku yang sudah salah menilai mu,katakan masa dengan cara apa aku harus menebus semua itu.??


Ayu menangis di hadapan willi,dia menggenggam erat tangan lelaki yang selama ini melindungi nya.


''Kamu tidak perlu menebus semua nya,''cukup cinta yang tulus darimu itu sudah cukup untuk saya.Cuma kamu yang saya mau,hanya kamu yang saya inginkan tidak ada yang lain.


Ayu semakin menangis mendengar nya,dia memeluk tangan Willi yang sedari tadi berada dalam genggaman nya.Willi menghapus air mata Ayu yang terus mengalir,walaupun ia tau air mata itu bukanlah air mata kesedihan.Tetapi dia tidak rela melihat wanita yang dicintainya menangis.


''Sayang sekarang jangan menangis lagi,''nanti jika keadaan mu sudah semakin membaik,kita berlibur di Jerman sementara waktu sampai pengobatan mu selesai.


''Siap bos.''Ayu tersenyum.!


Maira menangis haru melihat putri nya,dia merasa Willi memang orang yang tepat untuk mendampingi Ayu.walaupun dia pengusaha kaya raya,tetapi tidak menyombongkan hartanya.Willi memang tidak banyak bicara,tetapi ketika bersama Ayu dia bahkan sangat cerewet seperti ibu PKK.


''Ibi senang melihat mu bahagia nak, semoga selalu seperti ini.''


Sementara kesembuhan Ayu masih dirahasiakan oleh Willi,bahkan Allan pun belum mengetahui nya. Alasan nya karena demi keselamatan Ayu sendiri, karena banyak yang ingin mencelakai nya.


Dikamar Nirina sedang memikirkan Allan,bukan rindu tetapi karena dia tidak datang menemui Allan di kafe yang sudah di janjikan.Nirina merasa bersalah,karena menurut pelayan Kafe, Allan menunggunya datang sampai hampir dua jam. Tetapi dirinya tak kunjung datang tanpa kabar apapun.


''Pasti Allan marah sekali dengan ku,tapi biarlah aku tidak mau menjadi pelakor antara Allan dan Sera''


Beberapa hari lalu di kafe Allan datang sebelum jam makan siang tiba,karena jarak nya yang lumayan jauh dia datang lebih awal.Menit demi menit dia menunggu Nirina datang,samapi perut nya kembung karena banyak minum.Sampai jenuh Allan menunggu tetapi Nirina tidak datang juga,ketika Allan menghubungi kontak nya ternyata tidak bisa. Sepertinya kontak Allan sudah di blokir lebih dulu oleh Nirina,atau memang dia sudah mengganti dengan nomer yang baru.


''Ternyata Nirina tidak mau menemui ku,''kalau memang tidak ingin datang dia kan bisa menyuruh orang menyampaikan nya pada ku,tidak membuat ku menunggu dan membuang waktu seperti ini.Tapi mengapa justru aku semakin penasaran dengan nya,Ayu saja yang sudah jelas menolak ku tidak pernah membuat ku menunggu dan kecewa seperti ini.


Allan pergi dengan penuh rasa kecewa,dia kesal dengan Nirina yang membohongi nya.


Liora dayang ke rumah sakit bersama Maira untuk menggantikan Willi menjaga Ayu,Liora juga ingin mengena Ayu tentu nya.Karena selama Ayu di jerman Liora hanya sesekali menjenguk nya,karena memang Willi melarang nya.


''selamat pagi..'' Liora menyapa dengan senyum ceria.

__ADS_1


''Pagi Liora''Jawab Willi.


''Ayu,ini Liora sia sepupu ku yang sedang berkuliah di sini,Dia juga yang mengenalkan Dokter Egon agar membantu mengobati mu.''


Willi memperkenalkan Liora pada Ayu,merea pun berkenalan dan saling menyapa.


''Kak Ayu,bagaiman keadaan mu..?'' Liora bertanya.


''Sudha semakin membaik Liora,terimakasih ya sudah menemani ibu jika di rumah.''Ucap Ayu.


''justru Liora senang ada tante jadi tidak sepi saat di rumah.''Liora dan Ayu pun terlihat semakin akrab.


Keadaan Ayu sudah sangat baik sekali,hingga saat nya dia harus keluar dari rumah sakit.Setelah Willi mengurus semua admistrasi,mereka pun akhir nya keluar dari gedung megah rumah sakit itu.Maira tidak ikut menjemput Ayu,dia menyiapkan segala keperluan di rumah untuk menyambut nya bersama Liora.


Ketika didalam mobil,Ayu yang sedang bersandar di bahu Willi terkejut ketika ponsel Willi berdering.


''Halo..'' Willi menerima panggilan itu.


''kak apakah kanu tidak rindu dengan ku,sombong sekali.?'' Nirina merajuk.


Ayu mengerutkan keningnya mendengar Willi bicara seperti itu,dia berkata saya dengan orang lain di samping dirinya.Dalam hatinya Ayu merasa kesal karena Willi tidak menghargai diri nya.


''Bisa-bisa nya mas Willi bermesraan dengan orang lain di sampingku,ngeselin.''Ayu cemberut.


''Kak boleh minta sesuatu gak..?''Willi tersenyum mendengar nya.


''Boleh dong,apa sih yang tidak buat kamu.''Nirina tertawa gembira.


''Kak sebenar nya teman di kantor,''weekend ini pada mau ke puncak ramai-ramai.Aku mau ikut kak,udah lama kan gak liburan boleh ya..?


''Boleh..''tapi ingat Zidan harus menemanimu,kalau terjadi sesuatu dengan mu pasti saya akan sangat bersedih sayang.

__ADS_1


''Sakit hatiku,mas Wili keterlaluan''


''Yah Zidan lagi,''yasudah lah daripada tidak sama sekali.terimakasih kakak ku sayang love you.


Nirina menutup telfon nya,Willi hanya tersenyum dengan tingkah adik nya yang masih seperti anak kecil.Willi terkejut melihat wajah Ayu yang berubah menjadi Masam,dia cemberut dan membuang muka.


''Hei kenapa sayang.?'' Kata Willi.


''Udah pacaran nya,k.??''Kenapa dimatiin terusin saja sampai rumah gak usah peduli dengan yang di sini.


Ayu sepertinya cemburu,dia terlihat sangat kesal dengan Willi.


''Sayang,kamu kenapa bicara seperti itu..?''Siapa yang pacaran,pacarku kan cuma kamu jangan berpikiran macam-macam ya.


''Siapa yang gak berpikiran macam-macam,''kalau kalau kamu memanggil orang lain sayang di hadapan ku..keterlaluan.!


Willi justru tersenyum melihat Ayu cemburu,karena menurut nya mimik wajah Ayu sangat lucu.Willi tertawa geli sampai membuat Ayu bingung dan semakin kesal.Beruntung nya supir yang fokus menyetir didepan asli warga Jerman,jadi dia tidak mengetahui apa maksud pembicaraan tuan nya.


''Kamu kok menertawakan ku Mas,apa menurut mu ini lucu.'' Ayu kesal


''Sayang tadi yang bicara dengan saya di telfon itu Nirina,''jadi kamu tidak perlu cemburu..!


''Apa hubungan kamu dengan dia..?'' Willi agak kaget mendengar pertanyaan Ayu,karena memang mereka belum saling mengenal.


''Nanti kalau sudah pulang kalian bisa berkenalan,'' dia juga pasti senang melihat kamu sudah sembuh. Dan kamu jangan pernah berpikir kalau dia itu istri pertama saya,buang jauh-jauh hal buruk di pikiran mu sayang.


Ayu hanya memanyunkan bibir nya,karena sebenar nya dia memnag ada pemikiran jika Nirina itu Istri pertama Willi..


Setelah sampai di depan rumah,Willi sudah menyiapkan kursi roda.Dengan romantis Willi menggendong Ayu keluar dari mobil dan duduk di kursi roda.Willi mendorong kursi roda itu dengan ritme yang pelan,ketiak pintu terbuka Maira dan Liora sudah menyambut nya dengan penuh kegembiraan.Ayu sempat terkejut melihat nya, di sambut ibu nya saja dia sudah bahagia.Dia dikejutkan dengan banyak nya bunga yang bertebaran,balon-balon yang menghiasi di dalam ruangan.Seperti anak kecil yang sedang menyambut ulang tahun nya.


Maira juga memasak makanan kesukaan Ayu, mereka makan bersama sore itu.Bukan hanya Maira dan Liora di sana juga ada Bianca,Willi mengundang nya karena Bianca lah yang merekomendasikan Dokter Egon pada Liora.

__ADS_1


Senyum kebahagiaan terpancar dari wajah Ayu,dia begitu menikmati momen kebersamaan nya, bersama dengan orang-orang yang sudah menemani nya berjuang.


Malam hari setelah Ayu istirahat dengan Ibu nya,Wili fokus dengan pekerjaan dan kasus Erika tentunya. Walaupun dia sibuk,tetapi tidak lupa untuk terus memantau proses persidangan nya.


__ADS_2