Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 42. Menahan Kepedihan


__ADS_3

Semenjak ada Halisa aku tidak sepi lagi,karena kalau jam istirahat dia pasti menemani ku.Soal nya Sera itu super sibuk padahal gak ada amas Willi,tapi kerjaan nya ngalir setiap hari.


Siang ini Allan menemui ku di kafe biasa,akir-akhir ini dia juga sibuk.Semenjak Pak Cakra menggoda nya saat itu,dia baru datang sekarang.


''Ayu bagaimana kabar mu..?''Aku baik,jawab ku.


Sekarang Papa tidak serumah dengan Oma lagi,karena Papa masih marah dengan nya.Oma memang keterlaluan saya juga tidak habis pikir,dia bisa sekejam itu. Kata Allan


Sudah Allan,yang terpenting Ibu ku baik-baik saja. sekarang sih aku sellau waspada saat pergi kemanapun,aku juga tidak akan pergi jika itu bukan hal yang penting.


Kami membicarakan banyak hal di sana,Allan mengatakan bahwa Om Damian sedang keluar negeri karena ada perjalanan bisnis.Setelah kembali dia akan menemui ku,sementara ini biar situasi nya kondusif dulu.


''Ayu,apakah sudah ada jawaban untuk saya ?'' pertanyaan Allan membuat ku diam.


''Apa kamu belum siap untuk menjawab nya ayu.?'' Saat aku ingin menjawab,Allan menggenggam jemariku.


''Maafkan aku Allan,aku tidak bisa..''Hanya itu yang mampu ku ucap kan.


Allan tertunduk,dia pasti menahan kepedihan karena penolakan ku.Tapi aku tidak bisa memaksakan diriku,melupakan mas Willi saja aku belum bisa.Klu ku menerima Allan,kami akan menjalani hubungan palsu nanti nya.


''Ayu,apa tidak bisa kmu buka sedikit saja pintu hati mu buat saya.Apakah tidak ada celah sedikitpun untuk memasuki nya.?'' Ternyata Allan belum menyerah.


Tolong Allan jangan bertanya seperti itu,jujur saat ini aku belum memikirkan soal hati ku.Setiap hari yang ada dalam pikiran ku,hanyalah keselamatan ku Ibu dan Kakek.Jadi aku tidak sempat untuk memikirkan hati dan kebahagian ku sendiri,bahkan sekarang,nanti ataupun esok.Aku hanya perlu menunggu waktu,Oma kesayangan mu itu datang mencelakai ku.


''Ayu maaf,jika saya egois tidak memikirkan kegelisahan mu.Saya pikir kamu sudah lebih tenang dan nyaman,di tempat yang sekarang.''


Aku diam,bisa-bisa nya Allan menanyakan hal itu, Padahal kejadian penculikan Ibu saja belum ada satu bulan.

__ADS_1


Setelah selesai ngobrol,Allan pamit untuk kembali bekerja begitu juga dengan ku.Sebenarnya ada rasa kesal dalam hatiku padanya.Tapi mengingat perjuangan nya menyelamatkan Ibu,membuatku mengabaikan itu semua.


Selama di kantor,aku memikirkan Allan apakah aku salah jika menolak nya.Padahal Allan begitu baik pada ku,melihat wajah kecewa nya rasa kesal ku berubah menjadi iba pada nya.Perasaan ini membuatku bingung,aku harus berbuat apa agar dia tidak terlalu kecewa pada ku.


Pulang kerja aku menggunakan taksi,selama perjalanan aku merasa ada yang mengikuti ku.Aku takut jika mereka menangkap ku didalam taksi, selama perjalanan aku sangat gelisah.Sesampai nya di gedung Apartemen,aku bersembunyi di kafe. Karena penasaran aku mengintip,memang benar ada dua lelaki yang mengikuti ku. Setelah mereka pergi barulah aku menuju tempat tinggal ku,aku pun panik serta berjalan dengan sangat terburu-buru.


Setelah sampai aku pun langsung masuk kedalam kamar,beralasan ingin mandi pada Ibu ku.Di kamar aku masih gemetar,aku memang sengaja bersembunyi.Kasian jika Ibu melihat ku ketakutan seperti ini,dia pasti akan kepikiran dan tidak tenang.


Setelah tenang dan rileks,aku keluar menemui ibu dan Kakek.Aku harus selalu ceria dan menunjukan tidak ada apapun didepan mereka.


Seminggu sejak aku di ikuti orang,aku meminta Pak Cakra mengantar ku.Aku pun sudah menceritakan semua itu pada nya,Justru Pak Cakra menjemput ku setiap hari nya.


Om Damian sudah kembali dari perjalanan bisnis nya,dia menjemput ku sore itu.Karena bersama Om Damian itu membuat Pak Cakra membiarkan aku pergi tanpa pengawasan nya.


''Ayu,Ayah rindu dengan mu lama kita tidak bertemu ya.Bagai keadaan mu,Ibumu dan kakek.?'' Aku senang dia menanyakan kabar kami.


''Sekarang kamu tinggal dimana nak.?'' Ini lah yang tidak mau ku ceritakan pada siapapun.


''Maaf Om,Ayu tak bisa memberitahu soal itu.''Om Damian menatap ku penuh tanya.


Baik lah,Ayah mengerti dengan keputusan mu. Untuk kemanan kalian Ayah tidak akan memaksa menanyakan semua itu,tapi ingat jika terjadi sesuatu kabari Ayah ya.Demi kamu apapun pasti akan Ayah lakukan nak,tidak akan Ayah biarkan mereka menyakiti mu lagi.


Ucapan Om Damian membuat ku terharu,aku merasa memiliki orang tua yang lengkap walupun tidak bersama.Banyak yang kita bicarakan sampai malam,aku meminta Om Damian mengantarku pulang ke sebuah mall dan aku kembali ke apartemen menggunakan taksi.


Diperjalanan taksi ku di hadang oleh mobil warna putih,yang diisi empat orang didalam nya.Kaki ku lemas apa yang ku takutkan terjadi,mereka membawa paksa aku masuk kedalam mobil nya. karena aku takut terjadi sesuatu dengan supir taksi, aku diam tanpa melawan mereka.


Dalam hati aku aku pasrah,terserah orang tua itu ingin melakukan apapun terhadap ku.Ibu pasti khawatir kalau aku tidak pulang malam ini,aku meninggalkan kontak Pak Cakra pada ibu,pasti ibu akan menghubungi nya saat aku tidka pulang.

__ADS_1


Aku di masukkan ke dalam gudang,sebenar nya aku memiliki trauma pada tempat seperti ini.Tapi aku harus kuat,akan ku hadapi mereka dengan semampuku.


Aku terbangun,sepertinya sudah pagi tetapi belum ada yang menemui ku selain empat orang yang membawa ku kemari.Aku sebenar nya penasaran, walaupun sebenar nya aku tau bahwa Oma Erika lah dalang dari semua ini.


Mereka sangat kejam,aku dibiarkan kelaparan dan kehausan selama satu hari.Orang yang ku tunggu pun tak datang,pasti dia sedang mengelabuhi Allan dan Om Damian.Karena kalau dia berada di rumahnya,mereka tidak akan berpikir jika dia yang menculik ku.


Dua hari sudah aku berada di sini,selam itu pula tak ada yang datang menolong ku.Mungkin mereka kebingungan mencari ku Apalagi Ibu ,tak bisa ku bayangkan perasaan ibu saat ini pasti dia sangat kacau.


''Halo Ayu...''


Senyum sinis kulihat dari wajah cantik nan anggun dari seorang manusia berhati iblis ini,dia membawa tongkat dan memukul ku.


Walau sakit tetapi aku diam,ku coba menahan rasa sakit ini dan membiarkan dia puas menyakiti ku.


Rasanya panas dan perih,sungguh tak berbelas kasih manusia ini.Bukankah aku ini darah daging nya,mengapa dia sekejam ini.?


kenapa diam saja,mana wajah sombong mu itu mengapa sekarang bungkam tak bersuara ha.


Apa kamu sudah menyerah sehingga tak mampu berkata apapun,mana keangkuhan mu itu.kamu tau gadis kampung tidak akan ada yang datang kemari menyelamatkan mu.


''Ha ha ha ha ha ha...''dia tertawa penuh kemenangan.


''Diam mu membuat ku kesal,bicaralah..!'' Dia menc*mbuk ku saat ini.


''Psikopat'' ucap ku.


''Berani nya kamu kamu mengatakan itu,..!''sekarang aku tersenyum sinis.

__ADS_1


''Akan ku buat kamu menderita di dalam sini.''setelah berkata,Oma tua itu keluar meninggal ku entah kemana.


__ADS_2