Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
105.Sangat Menggoda


__ADS_3

Ayu pun menyambut Bibir manis Willi dengan suka rela,perlahan mereka terhanyut dalam permainan manis itu.Mereka saling menyesap dan *******,bibir Ayu menjadi candu bagi Willi hingga tak ingin melepas kan adegan romantis nya.Ayu pun sampai lupa jika ada ibu dan kakek nya di Apartemen nya.


''Ah Mas.. !''Ayu menghentikan ciuman nya.


''Mas ada ibu dan kakek.''Ayu tersipu.


''Biarkan saja mereka melihat,bibir mu sungguh menggoda. ''bisik Willi.


"Mas..!"


''Sangat menggoda.."Willi kembali berbisik dan menyapu lembut daun telinga Ayu.


Ayu memejamkan mata,sapuan lidah Willi memaksa nya harus menikmati desiran hasrat yang tumbuh begitu saja.


"Mas cukup..!"dengan keberanian yang besar Ayu menghentikan aksi Willi yang menggila.


"Iya sayang.''Willi bersandar pada sofa dan membelai rambut indah Ayu yang tergerai.


Rasanya tidak sabar ingin segera menikahi mu sayang.''Belajar lah dengan giat agar kita bisa segera bersama,'' supaya setiap hari setiap saat kita bisa habiskan waktu bersama.Apakah kamu kamu tidak ingin menjadi Nyonya di istana ku yang megah.


Apa kamu yakin ingin menungguku sampai lulus Mas masih satu tahun lebih lho...''yakin sanggup..?''


Ayu menggoda Willi yang sedang mendekap nya dengan penuh kasih sayang.

__ADS_1


"Hem..ikut lah dengan ku..!"kata Willi.


Malam itu Willi merasa Ayu pergi, menikmati malam berdua bersama.Willi terus melakukan mobil nya tanpa henti, tangan nya terus menggenggam tangan Ayu sambil menyetir.Berkeliling kota sampai menghabis kan bensin mobil nya.


Willi membawa di sebuah taman di tengah kota,tempat yang biasanya ramai dan banyak anak-anak bermain kini sunyi dan sepi.


"Mas ngapain kita kemari..?"Ayu tak mengerti.


''Mendekap mu sambil melihat bintang di atas sana itu sangat menenangkan, terpaan angin yang begitu dingin pasti akan ku hangatkan dan jika kamu masih merasa kedinginan akan Mas peluk lebih erat lagi."bibir Willi mendarat di pipi halus Ayu yang dingin karena terpaan angin.


Ternyata sangat nyaman seperti ini Mas.''Setiap berdua dengan mu pasti selalu membuatku nyaman,''seperti apa pun momen nya itu sangat menenangkan untuk ku.


''Besok kamu boleh latihan bela diri,''belajar lah dengan tekun Mas sudah siapkan pelatih profesional untuk mu.


Willi tersenyum melihat tingkah Ayu yang begitu manja pada nya.


''Ayu akan berlatih dengan giat Mas,''supaya Ayu bisa melawan orang-orang jahat disekitar ku, supaya mereka tidak meremehkan ku.Mefeka harus tau bahwa aku bukan lah gadis lemah lagi yang mudah mereka sakiti.


''Dewasa sekali sayang..''Mas suka kamu yang kuat dan pemberani.Ingat


sayang mengalah kan musuh bukan hanya sekedar menggunakan otot,tetapi otak kita juga harus encer.


''Siap Mas.''

__ADS_1


Malam yang panjang telah usai, Willi dan Ayu pun telah berpisah untuk beberapa saat.Sinar mentari yang masuk meluk celah jendela mengusik mata Ayu, dia harus segera bangun dan memulai semua rutinitas nya.


Jadwal Ayu begitu padat,dia harus kuliah dan belajar ilmu bela diri serta melakukan kegiatan lain. Willi telah mengatur semua jadwal Ayu dengan rapih,sehingga tidak ada waktu untuk bersantai dan bermalas-malasan. Tetapi Ayu tidak merasa terkekang dan terintimidasi,dia justru senang melakukan semua itu,sebab dia bukanlah orang pemalas.


Pagi itu Damian datang, sebenar nya bukan kali pertama dia berkunjung.Setiap hari pasti dia akan datang untuk menjenguk Maira.


Aku sudah sehat Damian,''jadi kamu tak perlu datang lagi untuk menjenguk ku.''tak sedikitpun Maira menatap Damian.


''Saya akan datang setiap hari agar bisa selalu melihat mu.''setiap saat saya selalu khawatir pada mu,apakah kamu tidak sudi lagi melihatku atau takut jatuh cinta lagi dengan ku.


Maira menoleh dan menatap Damian,dia tak menyangka Damian akan membicarakan cinta di usia mereka yang sudah tidak muda lagi.


''Tidak perlu membicarakan hal itu.''kata Maira.


''Mai..''Damian menyentuh tangan Maira.


Sampai kapan pun kamu akan tetap di hati ini,walaupun tidak akan pernah ada lagi tempat di hatimu untuk saya tetapi ''kamu akan selalu menjadi ratuku.'' Kesalahan saya pada mu tidak bisa saya tebus dengan apapun,saya hanya mampu menjaga cinta yang sudah ternoda ini dengan baik.Saya tidak membutuhkan cinta yang lain lagi, bahkan semenjak saya pergi dari mu tak pernah lagi ada cinta yang sesungguhnya nya mengisi hati ini.


Mata Maira memerah air mata yang ia bendung sebentar lagi akan tumpah, mengingat Kisah cinta nya dengan Damian yang begitu memilukan.Di pisahkan dengan paksa tanpa mampu untuk memperjuangkan.Kehidupan pilu yang selama ini Maira jalani sungguh menyayat hati nya.Lelaki yang selama ini membuat kehidupan suram bagi nya ada di hadapan nya,orang yang dia rindukan orang yang dia benci, orang yang memberikan kado terindah dalam hidup nya yaitu Ayu.Maira tak dapat lagi membedakan cinta dan benci pada Damian,yang dia tau dia marah dalam waktu yang lama karena Damian meninggal kan nya.


''Menangis lah Mai agar hatimu tenang.''tangan itu masih menggenggam Maira dan memberikan kekuatan.


Melihat Maira menangis Damian pun merasa iba, dia berdiri dan merengkuh tubuh itu lalu memeluk nya.Kakek yang memperhatikan mereka dia tersenyum melihat itu, dia tau anak nya masih menyimpan rasa pada lelaki tampan yang pernah menjadi menantu nya.

__ADS_1


Maira terkejut berada dalam pelukan Damian,dia akan melepas pelukan nya tetapi Damian menahan dan mendekap nya.


__ADS_2