Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 85. Tempat Umum


__ADS_3

''Tunggu nyonya Nesia..!''Kata Willi.


Nesia pun berhenti mendengar panggilan Wili


''Sebenar nya anda juga bisa saya tuntut,karena anda juga terlibat dalam kasus ini..jadi berhati hati lah.!'' Willi berkata dengan penuh penekanan.


Setelah berkata Willi menggandeng mesra Ayu dan pergi begitu saja,Nesia begitu syok dan kesal mendengar ucapan Willi.


''Sial....''Ucap Nesia.


Allan melihat itu semua,dia menyaksikan Willi mengatakan hal tidak sopan pada orang tua nya, tetapi dia tidak dapat melakukan apapun karena orang tua nya memang salah.


Nesia dan Allan pulang menggunakan mobil yang berbeda,Allan segera menuju ke rumah sakit sementara Nesia entah kemana,dia selalu pergi kemanapun sesuka hati nya.


Damian sedang ada meeting bersama para staf nya di kantor,dia sama sekali tidak mengikuti jalan nya persidangan baik secara langsung atau virtual,dia lebih memilih menyibukkan diri nya daripada harus mengurus ibu nya sendiri.


Damian berjalan dengan santai menuju ruangan nya,di dalam ruangan teryata ada Nesia yang sudah menunggu dirinya,wajah Damian seketika berubah pias ketika melihat istrinya itu,seakan sudah mati rasa dia benar benar sudah tidak menganggap wanita itu lagi.


''Mau apa kamu datang kemari..?'' Damian bertanya dengan acuh.


''Mas aku merindukan mu..''Nesia ingin memeluk Damian,tetapi Damian menghindari nya.


''Katakan saja apa mau mu tidak perlu basa basi..!'' Kata Damian tanpa memandang Nesia sedikit pun.


''Mas aku ini istrimu apa salah jika aku menemui mu, aku sangat rindu dan hubungan kita sudah lama tidak baik,aku ingin kita kembali harmonis seperti dulu.'' Nesia berkata seolah memohon.


''Tidak usah bermimpi..!'' Jawab Damian.


''Mas kamu kenapa egois sekali,bertindak semau mu bahkan kamu tidak hadir di persidangan Mama,dia di hukum delapan tahun mas apa kamu tidak kasian.kamu hanya memikirkan Ayu saja tidak dengan yang lain,ada Allan dan Mama juga,aku juga butuh dirimu.'' Nesia berkata tanpa berpikir jika dirinya lah yang egois selama ini.


''Kamu juga bisa saya tuntut seperti itu,''apakah kamu mau mendekam di penjara bukankah kamu tau tapi pura pura tidak tau saat kejadian itu terjadi.Selagi saya masih berbaik hati nikmati saja,tidak perlu banyak bicara,sekarang keluar dari ruangan ku atau aku akan memanggil satpam untuk menyeret mu.


Nesia segera pergi mendengar ucapan Damian,dia begitu kesal dan marah karena Damian sama sekali tidka melihat arti dirinya.


''Sial,Mas Damian susah sekali di dekati aku tidak mau dia sampai menceraikan ku..!''


Setelah kepergian Nesia Damian menghubungi Allan,dia menyuruh Allan untuk datang ke kantor nya.


''Allan bisa kah kamu kemari,..?''kata Damian.


''Sekarang Allan tidak bisa Pa,kita bertemu di rumah saja ya..''Jawab Allan.

__ADS_1


''Baik lah..''ucap Damian.


Di rumah Ayu merasa lega karena kasus nya telah selesai.


''Bu Ayu lega orang tua itu sudah mendapat kan hukuman nya.'' Kata Ayu.


''Kita tetap harus waspada nak,karena orang yang memiliki banyak uang seperti mereka itu,mampu melakukan apapun tidak peduli dirinya berada di mana.'' Ayu mencerna ucapan Ibu nya


''Iya bu Ayu mengerti.''


Hari ini Ayu dan ibu nya sedang berbelanja di sebuah mall,Willi mengizinkan mereka keluar karena kasus nya sudah selesai,tetapi mereka tidak pergi berdua saja ada orang nya willi yang mengikuti kemanapun mereka pergi tanpa Ayu dan Maira tau.


Ayu dan Maira sedang duduk untuk istirahat,mereka sedang menikmati makan siang di tengah kesibukan nya, berbelanja kebutuhan rumah.


''Wanita sialan kemari..!'' Andhara menarik paksa tangan Ayu didepan umum.


''Andhara apa yang kamu lakukan..?''Ayu terkejut.


''Ingat Ayu,aku tidak akan membiarkan kamu dekat kembali dengan Willi.''Kata Andhara.


''Aku tidak peduli dengan mu,dia itu calon suami ku jadi dan aku tidak membutuhkan persetujuan dari mu,bukan kah Mas Willi sudah membuang mu.!'' Ayu pun tidak kalah bicara di hadapan Andhara.


''Berani kamu..!''Andhara mengangkat tangan nya untuk men*mpar Ayu,tetapi Ayu mampu menggapai tangan itu agar tidak menyentuh wajah nya.


''Aw sakit b*doh..'' Andhara merintih.


''Itu belum seberapa Andhara.'' Ayu menatap sinis Andhara dengan tajam.


''Pergi dari hadapan ku..!''Kata Ayu.


Andhara kesal dan pergi begitu saja,dia tidak menyangka jika Ayu mampu melawan nya.


''Siapa dia nak..?'' Maira bertanya .


''Dia Andhara bu,mantan istri nya mas Willi.''Maira mengangguk.


''Jadi itu wanita licik yang sudah memisahkan kalian.''Ucap Maira.


Mereka berdua pun pulang karena merasa sudah cukup membeli barang kebutuhan,apalagi Ayu masih merasa takut jika berada diluar rumah terlalu lama tanpa Willi.


Baru saja samapi di rumah Willi sudah menghubungi nya.

__ADS_1


''Sayang,apa yang Andhara lakukan..apa dia menyakiti mu''Ayu bengong.


''Ay..''Willi memanggil.


''Tidak mas,dia tidka melakukan apapun seperti biasa dia banyak bicara yang tidak penting.'' Jawab Ayu.


Bagaimana Mas Willi tau kalau Andhara datang menemui ku.


''Jujur..!''Willi bertanya lagi.


''Dia ingin menamparku tadi,tapi Ayu berhasil menghalau nya .''Jawab Ayu.


''Pintar kamu sayang,lain kali kamu juga harus lebih berani dengan nya atau siapapun.Istirhaat lah nanti malam mas jemput kamu kita makan malam ya,'' Willi berkata dengan sangat manis.


''Iya mas.'' ucap Ayu.


Malam yang di tunggu pun tiba,Willi menjemput Ayu tepat pukul tujuh malam waktu setempat.Willi lama memandangi Ayu,menatap nya dengan cinta dan penuh kasih sayang.


''Mas mengapa menatap ku seperti itu..?''Ayu tersipu.


''Kenapa di saat memandang mu,semakin bertambah besar rasa cinta ini pada mu..'' Willi berkata dengan sangat romantis.


''Mas kamu jangan gombal,malu sama ibu'' Ayu sebenar nya sangat bahagia mendengar nya.


Setelah berpamitan dengan Maira,mereka berdua pun pergi menuju tempat yang sudah di tentukan oleh Willi.


''Mas kita mau kemana sih,perasaan Ayu tidak pernah ke daerah sini..?'' Ayu penasaran.


''Nanti kamu akan tau sayang..''Willi mejelaskan.


Mobil itu memasuki sebuah pekarangan yang luas dan indah dengan lampu yang menerangi nya,Ayu menatap sekeliling rumah itu dari dalam mobil dengan penuh kebingungan.


''Mas ini rumah siapa..?'' Nanti kamu akan tau setelah sampai didalam.


''Membuat penasaran saja..'' Ayu berkata sambil cemberut.


Melihat nya Willi sangat gemas dan tersenyum.


''Mendekat lah..!'' Kata Willi.


Ketika Ayu mendekat, Willi membelai pipi mulus itu dan memberikan kecupan manis pada bib*r mungil yang menggemaskan.

__ADS_1


''Mas kamu..malu lah ini kan tempat umum.'' Ayu mencubit perut Willi dengan gemas.


Willi hanya tertawa geli mendengar nya,tempat umum yang dimaksud adalah rumah nya,siapa yang berani menertawakan nya bahkan jika daun di sekeliling menertawakan nya mungkin akan ditebang habis oleh nya.


__ADS_2