Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 88. Lembut dan Manis


__ADS_3

Mama Nirina terkejut,ternyata pikiran nya benar jika Allan adalah seorang dokter.


''Tidak buruk ''batin Mama sambil tersenyum.


''Boleh lah..''Mama berbisik di telinga Nirina.


Nirina seketika menoleh dan melotot kearah Mama nya.


Mereka akhir nya sampai di sebuah rumah mewah, Mama Nirina pun turun di sana,meninggal dua insan yang sedang di mabuk asmara di dalam mobil.


''Allan terimakasih..'' Ucap Mama.


''Sama sama tante..''Jawab Allan


''Sayang Mama turun dulu ya..''Mama tersenyum sembari mengedipkan mata nya pada sang anak.


Nirina hanya tersenyum garing pada Mama nya yang iseng itu.


''Sorry Mama merepotkan mu..''kata Nirina pada Allan.


''Tidak apa,,saya senang melakukan suatu kehormatan juga saya bisa mengenal orang tuamu.'' Jawab Allan.


Oh ya bisa kah kamu pindah ke depan saja di sampingku,''karena jika seperti ini saya seperti supir pribadi mu..'' goda Allan,pagar Nirina duduk di samping nya.


Nirina Akhir nya turun dan pindah ke depan di samping Allan,senyum Allan merekah melihat Nirina menuruti kemauan nya tanpa banyak berdebat.


''Ternyata Mama mu masih muda dan cantik ya ..?'' Allan berkata memuji Mama Nirina.


''Tidak usah memuji nya,sebab Mama tidak ingin mencari suami baru,apalagi berondong seperti mu.''


Jawab nirina pada Allan.


Ha ha ha ha ha......


Allan tertawa geli,sampai terpingkal-pingkal mendengar nya.


''Mang kmu tidak mau memiliki Ayah yang tampan seperti ku..?''Allan menggoda.


''Diam lah..!''tidak usah mempromosikan dirimu yang tidak layak itu.


Allan selalu saja tertawa melihat wajah kesal Nirina, yang selalu cemberut jika dia menggoda nya.

__ADS_1


Mereka makan si sebuah hotel yang bernuansa romantis,Allan sengaja membawa Nirina ke sana katena dia yakin Gadis pujaan hati nya itu pasti akan menyukai nya.


Allan memperlakukan Nirina dengan lembut, bersikap seromantis mungkin agar Nirina tersanjung dan berbunga.


''Nirina,boleh kah saya berkata sesuatu..?'' Allan pun bertanya dengan lembut.


''Katakan lah..!''Jawab Nirina.


''Saya ingin jujur dengan mu,''semoga kamu tidak marah dengan perkataan ku,jika kamu tidak suka katakan saja dengan jujur sebab saya pasti akan menerimanya dengan lapang.


''Nirina saya tertarik dengan mu,karena kita belum lama saling mengenal saya ingin mendekati mu lebih intens lagi,agar kita saling mengenal satu sama lain.'' Allan berkata dengan matanya yang berbinar,seolah menembus mata Nirina yang nya menatap nya.


Nirina tidak langsung menjawab,dia berpikir sejenak untuk memberikan jawaban yang tepat.


''Apa aku tidak mimpi mendengar semua ucapan Allan ini,rasanya dada nya ingin terlepas dari tempat nya,oh Allan hatiku berbunga sekali mendengar nya.''


''Sungguh kah..?''Nirina menyakinkan.


''Apa saya harus membuktikan dan berkata dengan suara yang kencang,agar semua yang berada di sini juga mendengar nya.'' Jawab Allan meyakinkan.


''Dokter g*la..''Nirina membulatkan bola mata nya.


''Saya memang sudah gila karena mu..''Allan mulai gombal.


"Ya ampun Allan,stop lah berkata manis terhadap ku karena hati ku ini seakan ingin meleleh,bagai kan ice-cream yang mudah mencair."


''Baik lah baby..''Kata Allan.


Setelah selesai makan,Allan membawa Nirina pergi dai mengajak Nirina melihat pemandangan taman yang indah.Mereka berjalan santai menikmati waktu berdua,untuk mendekatkan hati nya agar saling bertaut.Melihat hamparan rumput yang hijau,serta bunga bunga indah di sekeliling nya membuat suasana semakin romantis saja.


''Makan lah..!'' Allan memberi ice-cream untuk Nirina.


''Thanks..'' kata Nirina.


Melihat bibir Nirina belepotan terkena ice-cream, Allan menghapus nya menggunakan ibu jari nya, Nirina pun merasa tersipu.


''Kamu seperti anak kecil saja..''kata Allan sembari menghapus ice coklat yang menempel di bibir nya.


Nirina hanya tersenyum,dia merasa senang karena Allan perhatian terhadap nya.


''Senyum mu sangat manis,''semut saja tidak akan mampu mampu menghindari manis mu.

__ADS_1


''Allan,kamu ini ternyata pandai merayu pasti sudah banyak hadis lain yang menjadi korban mu bukan. Aku harus berhati hati agar tidak mudah terkena racun...'' tiba tiba Allan mencium bibir Nirina,yang terus saja bicara hingga membuat nya gemas.


Cup..


Nirina membulatkan kedua mata nya karena terkejut,awal nya dia diam tetapi saat Allan menyesap bib*r nya,Nirin memejamkan matanya dia menikmati lembut dan manis nya bibir Allan.Karena tidak ada penolakan dan Nirina pun menikmati nya,membuat Allan semakin memperdalam ciuman nya.


Tiba tiba ponsel Nirina berdering,mengejutkan mereka berdua dan Allan pun segera melepas tautan bibir nya.Mereka merasa sangat malu dan salah tingkah pasti nya.


''Halo..'' Nirina menerim ponsel nya dengan gugup,karena seperti maling yang ketahuan pemilik nya.


''Jangan pulang terlalu malam..''Kata Willi.


''Iya kaka..''Jawa Nirina yang masih gugup.


Setelah menutup ponsel nya,Nirina mengajak Allan untuk pulang karena hari sudah akan gelap.


''Yuk pulang..''Nirina berkata dengan kepala yang menunduk,untuk menutupi rasa malu nya.


Melihat Nirin terus melangkah pergi,Allan pun menuruti nya untuk pulang,allan tersenyum mengingat ciuman lembut mereka berdua.


''Pelan saja jalan nya..!''kata Allan sambil meraih tangan Ayu.


Ayu terkejut karena Allan menggandeng tangan nya menuju parkiran,dia semakin mati kutu tak berkutik lagi,rasa malu nya belum reda kini dia harus menatap jemari nya dalam genggaman Allan.


Di dalam mobil Nirina diam saja sepanjang perjalan,


dia merasa sangat malu karena menikmati nya. Allan merasa tidak enak dengan perubahan sikap Nirina,dia merasa bersalah karena sudah mencuri ciuman tanpa Ijin.


''Nirina,maaf tadi saya sudah mencium mu tanpa ijin..?'' Allan membuka pembicaraan.


kenapa dia harus membicarakan itu sih,kan aku jadi merasa sangat malu.


"Tidak perlu di bicarakan.!'' Kata Nirina sambil menatap keluar jendela.


Allan pun tidak membicarakan nya lagi,karena takut Nirina tidak nyaman.Setelah samali di rumah Nirina segera turun dan masuk kedalam rumah,bahkan dia tidak mempersilahkan Allan masuk,walau hanya sekedar basa basi.


Melihat tingkah Nirina yang seperti itu,Allan merasa jika Nirina marah dengan nya.Allan berpikir bagaimana pun dia harus meminta maaf pada Nirina,karena memang dirinya lah yang bersalah.


''Allan dia mencium bibir ini..''Nirina menyentuh bibir nya sendiri.


''Ciuman itu sungguh sangat memabukkan,aku bahkan terbuai menikmati nya,Allan aku menyukai nya.'' Nirina tersenyum senyum sendiri mengingat nya.

__ADS_1


''Nirina maaf,jika kamu tidak nyaman maafkan saya yang tidak bisa mengontrol perbuatan saya terhadap mu'' Allan kembali meminta maaf,sebab dia merasa Nirina marah.


Nirina membaca nya dengan senyum,dia justru ingin semakin mengerjai Allan yang merasa bersalah.


__ADS_2