Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
113.Buronan.


__ADS_3

Tanpa bicara apapun Willi menarik tangan Ayu dan membawa masuk kedalam kamar.Ayu pun dengan santai mengikuti tanpa melawan sedikit pun. Yang lebih mengejutkan Willi gadis kecil nya itu membuang muka saat berhadapan dengan nya.Willi menyuruh Ayu duduk di pinggiran ranjang milik nya. Dengan patuh Ayu duduk tenang tanpa menolak.


''Kamu tau apa kesalahan mu.. ?''Wajah Willi tepat berada di hadapan Ayu.


''Tidak.. ''Ayu bersuara lirih.


''Mustahil...''Willi begitu sinis.


Willi duduk di atas sofa,mengapa tajam Ayu yang berada atau jauh dari nya.


''Siapa lelaki itu..?''Ayu tersenyum dalam hati nya mendengar pertanyaan itu.


''Siapa yang kamu maksud.''kata Ayu.


''Jangan pura-pura pura Ay,siapa lelaki yang makan bersamamu di kafe.''ucap Willi masih dengan tatapan yang menekan.


''Itu teman kampus ku. ''jawab Ayu.


''Sudah berapa la kamu berselingkuh, apa kamu ingin mengikuti Jejak Kakak mu.?''Ayu yang tadi nya duduk diam tiba-tiba tiba bangkit menatap tajam ke arah Willi.


''Memang nya apa yang ku lakukan,aku hanya duduk makan ngobrol tak ada yang lain.Kami makan juga membicarakan tugas kampus bukan untuk berkencan.Kalau seperti itu di katakan selingkuh,berarti kamu juga sering selingkuh jika klien mu seorang wanita,atau setiap hari kamu selingkuh dengan Sera,karena setiap saat dia menemanimu.''


''Kamu sudah pandai berkilah hem.''Willi mendekati Ayu.


''Aku mengatakan yang sebenar nya Mas,apa nya yang berkilah.''Ayu tetap tenang tanpa melihat Willi.


''Lihat kemari.. ''kata Willi.


Ayu menatap Willi dengan sinis seperti ada kebencian di mata nya, sejenak dia mengalihkan pandangan nya ke arah yang berbeda.Willi tidak suka melihat itu,dia mengepalkan tangan nya karena di acuhkan oleh kekasih nya.Willi mendekat dan tiba-tiba memberi ciuman di bibir tipis Ayu, terkejut memang tetapi Ayu diam tidak membalas dan menolak ataupun memberontak.Dia seperti patung yang diam membatu.

__ADS_1


Willi melepas ciuman dengan perasaan kecewa karena di abaikan.


Willi duduk di tepi ranjang,dia memegang kepalanya yang mendadak semakin pusing,dengan tingkah Ayu yang menurutnya berubah.


''Apa dia memberikan mu ciuman yang lebih nikmat dariku, sampai kamu tak sudi lagi membalas ciuman dariku.''Willi meremas sprei menahan rasa cemburu.


Ayu menanggapi nya dengan senyuman walaupun sebenar nya dia kesal.


''Apa kamu melihat aku ciuman Mas, kamu memfitnah ku yang tidak-tidak'' Willi kesal Ayu selalu menjawab nya tidak patuh seperti biasa nya.


''Sudah seminggu kamu tak pernah memberi kabar pada ku,sekarang kamu berani berbohong dan melawan ku.''Willi mendorong tubuh Ayu dengan pelan sampai terjatuh di atas ranjang. Willi pun menindih nya agar Ayu tak bisa berbuat apapun.


Ayu membuang muka,dia tak sedikitpun menatap Willi.Semakin geram karena Ayu tetap acuh, Willi bangkit dan meninju tembok di kamar nya untuk menghilangkan emosi nya.


Dug...


''Cepat katakan Ayu, apa dia memberi kenikmatan lain.?''Ayu begitu shock, bisa-bisa Willi menanyakan hal separah itu.


''Apa kamu ingin tau apa yang kulakukan dengan nya. ?baiklah akan ku ceritakan dengan jelas supaya kamu puas Mas.''


''Cepat katakan... !''Willi geram.


''Di kampus ada kegiatan amal dan aku ikut serta, tiba-tiba David mengajakku makan malam, karena kebetulan kami searah ya sudah aku Terima saja, toh hanya makan tak berbuat apapun kan. Lagian aku ini sudah seperti jomblowati saja punya pacar tapi tidak peduli, jangan kan ngajak makan memberi kabar pun tidak.''


''Jadi kamu kesal karena diabaikan, kalau kamu rindu mengapa tidak menghubungi ku, kekasih mu ini selalu siap jika di butuh kan. ''perlahan darah keluar dari kari-jari Willi dan Ayu dapat melihat itu.


''Aku tidak salah, mengapa aku harus menghubungimu Mas. Kalau kamu merasa mengabaikan ku harus nya kamu yang menghubungi ku, kalau tidak maunya sudah ayu tak memaksa kok. ''Ayu berdiri dan ingin keluar dari kamar, Willi tampak murka melihat nya.


''Kamu ingin kabur dari ku.. ?''Willi mencekal lengan Ayu, tetapi tidak kasar karena takut melukai nya.

__ADS_1


Ayu hanya melirik dan menyentuh pipi Willi dengan lembut, rasa nya dia ingin menyudahi akting nya yang sedang membuat lelaki nya itu cemburu.


''Memang aku buronan sampai kabur, lepas.. !''Ayu semakin berani pada Willi.


''Ay... ''Willi berteriak karena Ayu tak mendengar nya.


Ayu tak peduli dia tetap keluar dari kamar dan mencari sesuatu.Willi yang sudah semakin emosi pun berjalan keluar mengikuti Ayu agar tidak bisa kabur.


''Kamu ngapain mengikuti Mas, duduk saja dengan tenang aku hanya ingin mengambil kotak obat, menyusahkan saja.''Willi membelalakkan mata mendengar nya.


Dengan telaten Ayu mengobati jari-jari Willi yang terluka.Dengan tenang dan diam seribu bahasa.


''Mas cemburu.''Ayu merasa menang,bahasa Willi memang termakan dengan umpan nya.


''Buat apa cemburu, bukan nya Mas Willi tidak peduli dengan ku.''


''Setiap saat Mas memikirkan mu,kata siapa tidak peduli.''ucap Willi.


''Sudah lah Mas, kamu bosan bukan dengan ku.Kamu bilang yang terjadi dengan Nirina tidak akan mempengaruhi hubungan kita.Tapi nyata nya kamu tak peduli lagi dengan ku. Jadi mengapa harus marah hanya sekedar melihat ku makan dengan seorang teman.''


Willi bergegas memeluk Ayu, apa yang Ayu katakan tidaklah benar. Nyata nya setiap hari Willi tersiksa harus menahan rindu.


''Maaf sayang sudah mengabaikan mu, Maafkan Mas ya. Kamu akan tetap menjadi cintaku dan penilaian mu itu salah.''


''Yes. ''dalam hati Ayu bersorak gembira


''Benarkah.. ?''Ayu bertanya.


''Benar sayang ku, Mas rindu. ''Willi langsung saja mencium Ayu dengan lembut untuk melepaskan rindu, merasa iba Ayu pun membalas nya. Willi pun tersenyum dalam hati nya, jika Ayu membalas tandanya dia sudah memaafkan.

__ADS_1


__ADS_2