Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
115. Akan Menyesal.


__ADS_3

willi tengah sibuk dengan berbagai berkas di depan nya, HP nya berdering ada nomer tak di kenal masuk dan membuyarkan fokus nya.


''Halo.. ''suara datar Willi terdengar.


''Halo Wil.... ''suara yang tak mau Willi dengar, kini masuk di telinga nya.


''Jangan menutup ponsel ku atau kamu akan menyesal.. !''ucap nya.


''Aku tak ada waktu meladeni mu. ''bentak Willi.


''Ingat Wil kamu akan menyesal, sebentar lagi aku pastikan kamu akan menyesal. ''


''Diam Andhara.. !''kata Willi dengan begitu sengit.


Andhara tertawa lepas dan menutup telfon nya begitu saja.


''Rasanya senang sekali membuat mu kesal Wil. ''


Willi yang begitu marah segera mencari Cakra.


''Cak, cari dimana Andhara berada dan bawa ke hadapan ku. !''


''Ada apalagi dengan dia.. ?''kata Cakra.


''Dia sudah berani mengancam ku. ''kata Willi dengan datar.


Cakra paham dia akan segera melakukan apa yang Willi perintahkan.


Nirina yang sedang makan siang di kafe tak jauh dari kantor nya, di hampiri oleh seorang wanita paruh baya. Wanita itu dengan lembut dan sopan menyapa Nirina.


''Nirina, apa kabar sayang. ''


''Em Tante.. ''Nirina kaget DNA terkejut.


''Boleh tante duduk. ''


''Silahkan.. !''jawab Nirina.


''Bagaiman hubungan mu dengan Allan,? ''kata Nesia.


Nirina tertegun sejenak, dia berpikir jika orang tuanya bertanya tandanya orang di hadapan nya ini tak tahu apapun tentang mereka.


''Kami baik tante. ''ucap Nirina.


Erika berbicara panjang lebar dengan Nesia siang itu, sampai waktu nya jam makan siang hampir berakhir Nesia pun pamit untuk pulang.

__ADS_1


''Sayang, Tante pulang ya lain kali kita bertemu lagi. Em tapi tante ada sesuatu untuk mu bisa kau kamu ikut sebentar, ada kado khusu untuk mu. ''


''Tapi tante aku.. ''


''Ayolah sebentar saja, kamu pasti akan sangat senang. ''Nirina di paksa masuk kedalam mobil oleh Nesia.


''Tante kita mau kemana.. ''ucap Nirina dengan panik.


''Sabar ya nak sebentar lagi kita akan sampai..''Nesia berkata dengan begitu lembut seolah menyayangi Nirina.


mobil itu masuk ke sebuah pekarangan rumah yang tidka terlalu besar, Nirina tidak tau rumah siapa itu dan dia hanya menurut saja tanpa ada pikiran buruk sedikitpun.


''Bug.... ''tubuh Nirina tersungkur begitu saja, setelah benda tumpul menghantam punggung nya.


Willi mendapat laporan dari Cakra jika Nirina belum kembali keruangan setelah jam makan siang.


''Apa kata mu Cak, sudah satu jam Nirina belum kembali dan mereka baru saja memberitahumu. Brengsek kalian, seger acara dia jangan sampai ada tempat yang terlewat. ''


''Baik Wil.. ''Cakra di sibukkan dengan hilang nya Nirina, dia harus bergerak cepat agar tidak ada hal buruk yang menimpa gadis kecil itu.


''Bawa Ayu kembali segera, jangan biarkan dia keluar apartemen walau sedetik. Ingat jangan apartemen dengan ketat, laporkan pada aku jika ada suatu. ''Willi segera memberi perintah pada supir Ayu untuk melindungi gadis nya.


''Ini semua pasti ulah mu Andhara, setelah ini aku tidak akan membiarkan mu hidup. ''


Ayu yang merasa aneh pun menurut, dia paham pasti tejadi sesuatu.


''Ayah ada di sini.. ?''senyum merekah Ayu melihat Ayah nya.


''Iya nak kamu sudah kembali. ''jawab Damian.


''Ada acara apa Yah mengapa banyak sekali makanan.. ?''Ayu begitu antusias walau dalam hati nya ada kecemasan.


Damian mengajak Ayu, Maira dan kakek untuk makan bersama. Mereka seperti keluarga utuh yang tengah bahagia.


''Tentunya Ayah ingin menikmati kebersamaan dengan kalian, hal yang harus nya bisa kita lakukan sejak dulu. ''mata Damian memerah, ada air mata yang ia tahan saat ini.


Dengan antusias Ayu pun menyendok nasib untuk ia berikan pada ketiga orang tercinta nya, yaitu Ayah, Ibu dan tentu Kakek nya.


Di lain tempat Nirina terbangun, kepalanya terasa berat. Tetapi yang membuat nya terkejut yaitu tangan dan kaki nya terikat. Nirina begitu panik, melihat di sekitar nya tak ada satu pun orang yang dia kenal.


''Tolong, tolong aku... ''Nirina berteriak.


Dia terus berteriak dan tak ada satupun orang yang menolong nya, tubuh Nirina bergetar hebat karena takut.


''Kak Willi tolong aku.. ''Nirina menangis

__ADS_1


''Haaaaaaaaa ternyata kamu sudah bangun gadis bodoh. ''


''Tante..... tolong aku. !''Nirina memohon.


''Menolong mu Haaaaaaaaa, jangan mimpi. ''ucap Nesia dengan begitu menyeramkan.


''Apa mau tante. ?''


''Aku mau Kakak mu sialan itu, hancur di tangan ku. Kamu barus menebus semua yang telah dia lakukan pada ku, mengerti. ''


Disaat Nirina belum sepenuh nya tersadar dengan kekacauan yang Nesia buat, Andhara muncul begitu saja dan semakin membuat Nirina merasa pusing.


''Halo adik manis yang menyebalkan.. ''Andhara menghampiri Nirina dan menjambak rambut nya dengan kuat, sampai Nirina meringis kesakitan.


''Bagaimana sayang, sakit. Ini baru permulaan, apa kamu masih ingat apa yang kamu lakukan pada ku. Tenang saja Nirina aku pasti akan menyiksa mu, sampai Kakak mu yang biadab itu tunduk pada ku. ''Andhara tertawa penuh kemenangan.


''Bagaimana tante apa bisa kita mulai.... ? ''


''Lakukan lah.. !''kata Nesia yang sudah seperti binatang buas.


Plak, plak, plak, plak.....


Mereka menampar Nirina sampai puas, dan pipi yang putih mukus itu kini berwarna merah kebiruan.


''Ini belum berkahir bodoh.. !''Andhara mencekik leher Nirina sampai dia ter batuk.


Setelah kedua orang itu pergi, Nirina menangis. Sungguh dia tak pernah berfikir akan ada dalam situasi ini, selama ini dirinya bagaikan tuan putri yang selalu dilindungi. Tapi kali ini Nirina seperti sampah yang di injak dan terbuang tak berguna.


''Hiks, hiks, hiks Kak tolong aku. Mama Nirina takut Ma. ''Tak mampu lagi menahan sakit dan beban yang begitu berat Nirina kembali pingsan.


Willi yang sedang mencari Nirina, saat ingin begitu kacau dua hari sudah dia tidak bisa menemukan adik nya.


''Bagaimana Cak.. ?''kata Willi dengan panik.


''Wil, menurut anak buah ku Nirina di culik oleh Nesia. ''


''Apa.... !''sontak darah Willi seketika mendidih mendengar nya.


''Seperti nya, GPS pada tubuh Nirina tak berfungsi, tidak ada yang tau bukan jika adik mu memiliki alat pelacak di tubuh nya. ?''kata Cakra.


''Tidka Cak, bahkan Nirina sendiri pun tidak tau. apakah gelang yang dia pakai telah jatuh dan rusak.''Willi butuh pendapat Cakra.


''Kemungkinan begitu, sekarang lebih baik kita mencari petunjuk dari rekaman CCTV yang ku bawa. ''Cakra memutar vidio itu.


Rekaman CCTV kafe itu awal nya tidak ada, pihak kafe mengatakan CCTV mereka tiba-tiba saja rusak. Cakra apakah pasti itu ulah orang yang telah menculik Nirina, dengan genius nya Cakra mampu memulihkan semua nya tanpa ada yang hilang sedetik pun.

__ADS_1


Hai semua baca juga novel baru author berjudul CINTA UNTUK ASKARA.


Like, komen dan share terimakasih


__ADS_2