Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 28 Ayu tidak punya Ayah


__ADS_3

Sudah satu minggu aku bekerja,tetapi aku tak pernah melihat Mas Willi.Entah lah,, aku memang sakit hati padanya,tapi rindu ini tumbuh dengan sendirinya.Walaupun tak bisa aku miliki terkadang melihat nya saja itu sudahlah cukup.Semenjak Mas Willi tidak ada, pekerjaan Pak Cakra bertambah begitu juga dengan ku.jangan kan aku, sera saja yang atasan nya tidak ada tetap saja sibuk.


Saat aku melangkah untuk pulang ada mobil yang menepi di samping ku,ternyata itu Dokter Allan.


''Hai Ayu,,'' Dia tersenyum ramah menyapaku.


''Eh Dokter apa kabar'' Jawab ku basa-basi.


''Masuk lah saya akan traktir kamu makan..!'' Aku pun masuk saja,lumayan ada teman ngobrol.


Dokter membawaku ke sebuah resto yang tempat nya itu indah,bertemakan alam


jadi merasa nyaman saja kalau ada di tempat itu.


''Ayu bagaimana kabar Willi?'' Ucap nya.


''Ayu tidak tau Dokter,kami sudah tidak bersama..'' Dia terkejut mendengar jawaban ku.


''Mengapa..?'' Tolong jangan tanyakan alasan nya,itu biar menjadi kebutuhan pribadi saya saja dok .!


''Baiklah''Jawab dokter Allan.


Di tengah obrolan kami ,Dokter Allan bilang kalau Papa nya sedang sakit. Aku pun terkejut,ingin rasa nya aku menengok nya, tetapi itu tidak mungkin karena pasti ada Oma tua yang galak itu.


Aku tidak lama ngobrol dengan Dokter Allan,karena ada pekerjaan yang sudah menunggu nya.Sesampai nya dikamar kos aku disibukkan dengan tugas kuliah ku.Tetapi aku sama sekali tidak fokus,pikiran ku terus saja mengingat Mas Willi.Rindu ini menyiksa ku,rasa sakit ini tak sebanding dengan rindu yang tak bisa terpenuhi.Entah sampai kapan aku bertahan, karena aku tak pernah melihat Mas Willi lagi.Padahal sudah satu bulan kalau di pergi untuk urusan bisnis pasti dia sudah kembali,yang aku dengar dari Sera,kalau Mas Willi cuti dalam waktu yang lam.


Sore itu Om Damian menjemput ku di kantor,dia sudah sembuh dari sakit nya.Dia berkata ingin ngobrol banyak dengan ku,makanya mengajak ku bertemu diluar jam kerja.


Kami ngobrol ditempat yang privat di sebuah restauran,aku sebenar nya bingung mengapa Om Damian membawaku ke sini.Sebenar nya aku masih trauma jika harus ketempat yang tertutup seperti ini, tapi positif saja iki kan kan restauran bukan nya hotel.

__ADS_1


Ayu, om ingin membicarakan pembicaraan kita yang tertunda tempo hari.Jujur hati saya tak pernah tenang sebelum semua ini clear,makanya saya mengajak mu bertemu untuk membahas nya.


Aku hanya merespon nya dengan senyum,karena memang aku tidak tahu harus berbuat apa.sekarang aku berpikir yang terpenting adalah kebahagiaan Ibu dan kakek.Kalau Ibu tidak menginginkan aku bertemu Ayah,apa arti nya semua ini.


''Ayu apa benar,Maira itu Ibu kandung mu.?'' Benar Om,jawab ku.


''Siapa nama Ayah mu..?'' Ayu tidak punya Ayah Om,


Ku lihat Om Damian menunduk.


''Boleh Om tau tentang Ayah mu...?'' Aku mengangguk


Ayu tidak punya Ayah,jadi tidak ada yang perlu di ceritakan.Karena memang tidak tahu,wajah nya saja tidak pernah ku lihat sampai sekarang.Entah dimana dia sekarang aku tidak tahu.


''Ayu tapi kamu mengetahui nama nya kan..?'' Aku pun mengatakan ,iya.


Beberapa bulan yang lalu Ibu bilang nama Ayah ku ''Damian,'' itu saja.


Ya kalung itu dari Ibu,Ayah ku memberikan pada Ibu saat itu,saat ia meninggalkan Ibu dan Aku.Dia pergi tanpa pernah kembali lagi.Ku lihat ada kesedihan di mata nya,tapi dia harus tau dia sudah menyakiti ibu dan aku.


Maaf kan Om Ayu,selama ini Om selalu berharap bisa bertemu kembali dengan mu dan juga Ibu mu.


''Tolong panggil saya Ayah nak..? ''Aku tersenyum getir.


''Aku tidak mau,bisa saja Om membodohi saya kan..'' Om Damian terkejut dengan ucapan ku.


Tidak nak,kamu bisa tanyakan pada Ibumu kalau nama Ayahmu itu Damian Aditama.Om juga masih menyimpan beberapa foto ibumu,saat muda dulu.


Om Damian memberikan foto dia dan ibu saat masih muda.memang benar itu foto ibu jaman dulu,tapi aku tidak mau menyakiti ibu.

__ADS_1


''Ayu sudah lupa wajah ibu saat masih muda.'' Om Damian memijit pelipis nya.


''Oke Ayu kita tes DNA saja biar hasil nya akurat.'' Aku mencoba mencari alasan untuk menolak nya, tidak perlu om.


''kenapa..?''


Karena Ayu, tidak ingin mengetahui siapa Ayah kandung ku.!


''Tapi Ayu Om..''


Om,Ayah macam apa yang tidak pernah mencari anak nya,padahal dia tau kalau istrinya sedang hamil.Ayah seperti apa yang patut Ayu banggakan, bahkan tangan halus nya pun tak pernah menyentuh kulit ku.Se ekor ayam saja dia akan bersedih saat anak nya hilang,mengapa Ayah ku tidak seperti itu.


Dia justru membuang aku dan Ibu tanpa belas kasih.


Kalau memang kenyataan nya Om Damian itu ayah kandung ku,Ayu cukup tau saja karena Aku tidak berminat mengetahui nya.Seketika Om Damian berdiri..dia bersimpuh di kaki ku.Aku terkejut dan menyuruh nya berdiri,tapi tidak ia hiraukan sama sekali.


Maaf kan saya Ayu,pasti kamu sangat menderita selama ini.Apa yang harus saya lakukan untuk menebus semua nya itu.?


''Permintaan maaf tidak akan membuat semua nya kembali seperti semula Om.'' Jawaban ku membuat nya murung.


Saya pernah mencari Ibumu ketempat kami saat bersama,tetapi Maira tidak ada di sana.Saya pernah mencari Mencari Maira ke kampung nya,tetapi tetangga bilang kalian semua sudah pindah rumah.


Bari saja ingin mencari Maira ketempat baru nya, Mama sudah menemukan saya dan membawa ku pulang.semenjak saat itu,susah untuk bisa kabur dari pengawalan Mama sampai saya pun menikah dengan wanita yang ia jodoh kan.


Ayu kalau kamu belum bisa menerimaku sebagai Ayah mu tak mengapa,saya siap menunggunya sampai kapanpu.Tapi ijinkan saya, menyebut diri saya sebagai Ayah untuk mu.Mulai saat ini Saya akan selalu melindungi mu semampu saya,kalau kamu saya akan memberikan kehidupan yang layak untuk mu dan Ibu mu.


''Tidak perlu berjanji Om,karena selama ini saja Om tidak mampu kan menjaga kami.'' Aku berdiri dan melangkah pergi.


''Permisi..!''

__ADS_1


Kulihat wajah Om Damian tampak sendu,sebenar nya aku tak tega,tapi yang aku sesalkan kenapa dia tidak berjuang untuk aku dan ibu.Mungkin ini yang Ibu rasakan selama bertahun tahun dan menyembunyikan semua nya dari ku.satu hal lagi, jika mengingat Oma nya Dokter Allan yang menyeramkan itu, membuatku merinding.Apalagi ternyata dia adalah Oma yang telah membuang ku.


Saat mengingat cerita Ibu,bahwa dia telah mengharamkan aku sebagai cucu nya.Apalagi saat itu aku masih di dalam kandungan Ibu,sungguh sangat kejam.


__ADS_2