Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
131.


__ADS_3

Hari ini Willi mendapatkan kabar dari kantor polisi jika Andhara mengalami sakit yang lumayan parah. Sudah satu minggu ini keadaan nya menurun. Sebenar nya Willi tidak peduli dengan semua itu, karena apapun yang terjadi pada wanita jahat itu bukan lagi urusan nya. Karena Wili yang telah melaporkan Andhara, maka pasti dia akan di beritahu kabar tersebut.


Di temani Cakra Willi yang penasaran berusaha untuk datang kekantor polisi. Ternyata Andhara mengidap penyakit diabetes. Padahal usia nya masih muda, tetapi karena pola hidup nya yang tak sehat membuat tubuh Andhara harus menderita oleh perbuatan nya sendiri. Andhara memang tidak berfikir jika melakukan sesuatu, apalagi hobinya meminum alkohol juga menjadi slaah satu pemicu nya.


Apalagi ada luka di jari kaki nya, karena terkena kayu yang tajam ketika mereka melakukan kebersihan di dalam sana. Belum lagi, sikap Andara yang arogan membuat nya di musuhi oleh para narapidana lain nya, dia juga sering menerima perlakuan kasar dari teman-teman nya itu.


Willi hanya melihat dari luar, dia tidak mau melihat langsung keadaan Andhara. Selain malas, dia pun datang hanya untuk memastikan saja apa yang sampaikan oleh polisi. Willi juga tidak berniat untuk memberitahu Ayu, karena Ayu pasti akan merasa iba dan bisa-bisa menyuruh Willi untuk membebaskan Andhara.


Hari pun bergulir dalam waktu yang cepat. Kehidupan ayu dan willi berjalan dengan baik. Mereka masih mesra dan saling menguatkan cinta nya. Tak terasa kelulusan Ayu sudah di depan mata. Kini kedua orang tua Ayu, ada pun juga willi yang menemani momen wisuda Ayu.


''Ayu selamat sayang.. '' Maira begitu bangga pada putri nya yang telah berhasil lulus kuliah.


''Ibu, Ayah.. '' perasaan Ayu begitu lega, perjuangan nya tidak sia-sia. Dia lulus dengan nilai yang baik. Allan dan Nirina pun ikut menghadiri nya. Mereka kini semakin bucin saja, bahkan Allan sudah memantapkan hati nya untuk menikahi Nirina.


Willi memuwujudkan impian nya, menepati janji nya. Dia ingin menikahi Ayu dalam waktu dekat, karena Ayu sudah lulus kuliah.


''Mas, katanya mau feeting. ?'' Ayu dan Willi sudah melangkah lebih maju.

__ADS_1


''Sayang, orang butik akan datang kemari jadi kamu tenang saja. ''Ayu pun merasa heran dengan calon suami nya, mengapa juga harus memanggil orang butik ke rumah jika dirinya masih mampu untuk datang ke tempat mereka.


''Oke lah Mas. '' Ayu siap saja dengan semua permintaan calon suami nya.


Bukan hanya Ayu yang akan feting, tetapi Maira Nirina dan Mama Willi. Keseruan menemani acara fetting. Keakraban dan keharmonisan membuat suana semakin menyenang kan.


Mama Willi pun tersenyu heran, mengapa kedua anak nya akan menjadi calon menantu Damian dan Maira.


Kenapa kalian harus bucin berjamaah seperti ini, kalian itu akan memiliki ipar dan mertua yang sama. Mengapa tidak menimah bersamaan saja supaya lebih afdol.


''Tidak Ma, Willi tidak mau menikah bareng sama Nirina dan Allan. Willi mau di momen pernikahan ini, menjadi momen yang spesial bagi kami. Nirina nanti akan memilih hari nya sendiri, dia dan Allan juga pasti nya memiliki konsep sendiri di hari bahagia nya. '' kata Willi yang tidak mau nikah bareng adik nya.


''Benar Ma.. '' ucap Nirina.


Segala persiapan dan kesibukan menemani hari-bari menjelang Akad. Pasti nya Ayu dan keluarga besar juga menyiapkan sambutan yang besar untuk keluarga Willi.


Pernikahan Ayu dan Willi akan menjadi pernikahan yang megah dan mewah di tahun itu. Willi seorang pengusaha muda yang suksea dan memiliki nama dunia bisnis, akan menikahi Ayu Rahajeng, putri tunggal Damian yang merupakan seorang pengusaha ternama dan pemikik rumah sakit Besar di negara ini. Tentunya tamu undangan kelas elit memenuhi gedung pernikahan mereka.

__ADS_1


Hal yang berbeda di alami Andhara, saat Willi dna Ayu menyambut hari bahagia nya, dirinya justru tengah meregang sakit yang di derita. Kaki nya harus di amputasi karena pembusukan yang di alami nya. Prises nya begitu cepat, dalam waktu beberapa bulan luka nya sudah membusuk dan semakin parah. Mungkin efek stres di dlaam penjara dan kurang nya support keluarga membuat Andhara tidak pedulii pada dirinya sendiri. Sudah tahu sakit, bukan nya behati-hati dan menjaga pola makan, tetali Andhara justru sebalik nya dia memakan apa saja yang ad adi depan mata karena lapar. Nelum lagi jima ada keluarga yang nesuk, dia pasti meminta makanna enak tanpa peduli efek dari setiap makanan yang iya santap.


''Aku tidak punya kaki, haaaaa. Kami ku kemana... ?'' Andhara menangis di ruangan nya setelah mejalani operasi.


''Kaki sudah di potong, pasti sebentar lagi nyawaku yang hilang, aku tidak mau mati tidak mau hiks hiks hiks. '' Andhara menangis pilu meratapi nasib nya


Andhara dan Nesya lain cerita, mereka memiliki kisah hidup yang berbeda di dalam bui. Jika kaki Andara harus di amputasi, Nesia justru seperti orang gila karena di tinggal menikah oleh Damian. Bukan itu saja yang di alami nya, tangan Nesia selalu mengalami sesak di pernafasan nya. Paru-paru nya bermasalah, Nesia mengidap TBC, awal nya karena penyakit keturunan dan kedua stres dan pola hidup yang tak sehat di dalam bui yang menjadi pemicu nya. Kini tubuh Nesia pun smaa seperti Andhara, kurus kering tinggal tulang saja. Itu lah yang mereka berdua dapatkan, akibat dari perbuatan jahat nya tanpa rasa menyesal.


''Ayu, apakah kamu mau menemui Nenek mu di kantor polisi. '' suara Damian membuat Ayu bungkam. Orang yang di sebut Nenek itu, telah menoreh trauma mendalam bagi Ayu, orang yang hampir menghilangkan nyawa Ayu dari dunia ini.


''Kemarin dia bilang ingin minta maaf dengan mu. '' kata Damian.


''Ayu akan berusaha memaafkan nya Yah, tapi Ayu butuh waktu. Maaf untuk sekarng Ayu belum beranu nertemu dia, tapi suatu saat nanti pasti akan ku coba. Tolobg Ayah mengarti dengan apa yang menimpa ku, tidak mudah buat Ayu untuk melupakan dan menerima semua nya begitu saja. ''


''Baiklah sayang, terimaksih sudah mencoba untuk memaafkan. Ayah tidak akan memaksa mu, semua pilihan ada di tangan mu. ''


''Terimakasih Yah. '' Maira yang melihat Suami dan Anak nya, tersenyum bahagia. Mereka memiliki pendapat dan pemikiran nya masing-masing, tapi masih bisa menghargai satu sama lain tanpa memberi tekanan ataupun paksaan. Apa pun itu, mengjargai pendapat dan keputusan orang lain akan lebih menyenangkan jika di berikan dengan ikhlas.

__ADS_1


__ADS_2