
''Terus apa katanya..?''aku penasaran juga dengan
tanggapan nya.
Mama awal nya terkejut,karena memang Papa merahasiakan semua itu dari Mama.Mama sih tidak masalah kalau saya lihat,mungkin karena mama tidak bisa memiliki keturunan,jadi dia senang bisa lihat Papa bahagia bertemu anak kandung nya.
''Tapi,,menurut Dokter tante Nesia itu seperti apa,?'' Aku penasaran.
Mama itu ya seperti wanita dan istri pada umum nya,Peduli dengan keluarga dan sayang dengan kami.Walaupun saya bukan anak kandung nya, tetapi Mama menyayangiku dengan sepenuh hati. Mama berbeda dengan Oma,walaupun Mama berasal dari keluarga yang sangat berada,tetapi sifat nya tidak seperti Oma.
Begitulah penjelasan Dokter Allan,semoga tante Nesia memang benar orang yang baik.Sejak hari itu aku selalu datang ke rumah sakit, sampai Om Damian sembuh.Menurut cerita Dokter Allan,Oma nya sama sekali tidak menjenguk Om Damian di rumah sakit.Sungguh ibu yang kejam menurut ku.
Hubungan ku terus membaik dengan Om Damian, memang aku belum memanggil nya Ayah.karena, masih banyak hal yang ku pertimbangkan.
Hari ini,Ibu memberi kabar yang amat sangat mengejutkan buatku.Ibu mengatakan,kalau kakek ingin bertemu dengan ku dan ingin tinggal bersama ku di sini.Aku tentu senang,tapi disisi lain aku juga bingung.Bagamana kalau sampai Ibu tau,kalau aku sudah bertemu Ayah.
Setiap hari aku memikirkan hal itu,memikirkan bagaimana berbicara dengan Ibu soal Ayah.Om Damian mungkin akan senang bertemu dengan Ibu,tapi bagai mana dengan Ibu.Bagaimana pula perasaan tante Nesia,jika Ayah masih menyimpan rasa pada Ibu.
Hari itu pun tiba,Ibu dan Kakek tiba di kota ini.Saat ini aku tengah menunggu mereka di stasiun,dari ujung kulihat senyum merekah mereka saat melihat ku.
''Ibu,Kakek Ayu kangen''Kupeluk mereka dengan sangat bahagian.
''Kami juga Rindu kamu Ayu.''Jawab Ibu dan Kakek.
Aku pun membawa mereka pulang ke rumah kos ku,
__ADS_1
kakek terlihat bahagia bosa datang ke kota ini. Walaupun kamar kos ku tidak besar,tapi cukup lah untuk kami bertiga.Kamar kos ku terdiri dari tiga petak ada kamar mandi dan dapur didalam,sangat nyaman lah buat orang kampung seperti kami
''Ayu,kamu kok bisa kos ditempat yang bagus seperti ini?''Kakek sangat terharu.
''Ia kek karena ini yang dekat dari tempat kerja,kakek tidka usah berlebihan seperti itu,kecuali rumah ini milik Ayu..'' Kami pun tertawa bersama.
Tidak ada yang lebih membahagiakan,melihat senyum mereka dan bisa kumpul bersama. Merekalah yang tulus denganku,tanpa melihat harkat dan kedudukan ku.Mereka pulalah yang tak mungkin menyakitiku,apalagi membuat ku menangis.
Hari ini aku bekerja seperti biasanya,Ibu dan Kakek berada dirumah.Aku tidak mengizinkan mereka untuk pergi tanpa aku,bisa bahaya kalau mereka sampai nyasar seperti aku dahulu.
Tidak terasa Ibu dan Kakek sudah satu minggu berada di sini,semuanya berjalan sesuai harapan ku.Mereka senang dan betah disini,suatu kebanggan sendiri buatku bisa membahagiakan mereka.
Om Damian menghubungi ku,dia bilang ingin berkunjung di rumahku.Karena memang sudah lama kami tidka bertemu,terhitung semenjak ibu belum datang.Akupun terkejut mendengarnya, karena memang aku belum siap mempertemukan mereka.
Aku sengaja menemui Om Damian dua jam setelah aku pulang bekerja,dengan ini aku beralasan sedang lembur.Itu semua kulakukan agar beliau tidak curiga,dengan penolakan ku saat ingin datang ke rumah.Kami hanya makan dan ngobrol biasa saja, tidak ada hal lain yang di bicarakan.
Saat aku pulang ke rumah,Ibu sangat khawatir dengan ku.Karena aku tidak biasanya pulang malam seperti ini semenjak ibu tinggal di sini.Aku berkata jika aku lembur malam ini,biasa bahaya kalau ibu tau aku bertemu Om Damian.
Hari ini aku libur,setelah pulang dari kampus.Aku mengajak Ibu dan Kakek untuk jalan-jalan serta makan diluar.Kami ke mall,makan dan belanja keperluan rumah tangga.Ibu dan nenek sangat senang di ajak kemari,mereka memang tidak pernah masuk ke dalam Mall sebelum nya.
setelah lelah seharian kami keluar rumah,sore hari kami pun kembali.kami menggunakan angkot saat pulang ke rumah,kami berjalan santai menyusuri jalanan yang tidak terlalu ramai.pandangan ku fokus pada seseorang,yang tengah duduk di warung kopi.
Lelaki itu seperti Mas Willi,sangat mirip tentunya. Aku terkejut melihat nya,aku memastikan dia Mas Willi atau bukan.Tapi saat aku mendekat,orang itu justru pergi berlalu menggunakan motor nya.
''Benarkan itu mas willi tapi mengapa berbeda.?'' Dalam hati,aku bertanya-tanya.
__ADS_1
Lelaki itu biasa saja,dia menggunakan celana jeans dan kaos yang terlihat kucel.Mas Willi orang nya sangat rapih dan bersih,aku pasti sudah salah lihat.
''Ayu kamu kenapa nak.?''Ibu kebingungan melihatku.
''Ah Ibu,tidak apa kok..Ayu pikir tadi ada teman ku di sana,ternyata buka bu..?''Aku gugup menjawab Ibu.
'Yasudah ayo cepat,sudah mau malam'' Jawab Ibu.
Kami pun segera berjalan kembali,sesampai nya di rumah.Aku selalu memikirkan pria yang tadi kulihat,
mungkinkah itu benar Mas Willi.?Apa aku terlalu merindukan nya sehingga aku seperti ini,Mas Willi mengapa kamu menyiksa ku.?
Di tempat kerja,aku bercerita pada Sera tentang yang ku lihat kemarin.Sera justru menyarankan aku mencari pacar lagi,agar tidak terlalu fokus dengan Mas Willi.
''Ayu lebih baik cari gebetan baru saja,supaya kamu tidak terlalu sedih mikirin pak Willi..!''Kata Sera.
''Kamu ini,tidak semudah itu Sera.Aku juga belum memikirkan untuk pacaran lagi,ingin fokus pada pendidikan dan pekerjaan dahulu.''Jawab ku.
''Bagus kalau begitu,ingat jangan terlalu memikirkan Pak Willi.itu akan membuat mu semakin bersedih Ayu.!''Inilah nasehat yang diberikan Sera untuk ku.
Memikirkan nasehat Sera,ada benarnya juga.Aku akan semakin tersiksa,jika selalu mengingat Mas Willi.Walau susah aku harus lebih keras lagi melupakan nya,aku tidak mau Ibu tau jika aku seperti ini.
Tidak mudah memang,untuk melupakan kenangan bersama Mas Willi.Tetapi bukankah dia tak kan bisa ku miliki,sebesar apapun perasaan ini tak akan merubah takdir jika dia telah dimiliki orang lain.
Sera bilang padaku,dia ingin memperkenalkan teman lelaki nya padaku.Yang benar saja,aku tidak tertarik dengan tawaran nya.Aku kan masih muda sudah seperti orang yang tidak laku saja,apalagi aku memang belum move on.
__ADS_1