Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 82. Persetujuan Dari Ayu


__ADS_3

Willi mengantarkan Ayu pulang sampai di depan pintu apartemen,Ayu masuk willi pun segera pulang.Di tengah perjalanan ada yang menghentikan laju mobil nya,Willi memang tidak sendiri dia di temani Zidan pastinya.Zidan keluar dari mobil dan menghajar orang orang yang ada di dalam nya,keluar lah orang terakhir yang memang tersisa dia saja di mobil itu.Willi tidak terkejut ketika melihat nya,sebab dia pernah membuat keributan sebelum nya.


''Ada urusan apa kau menyerang ku Juan..?'' Willi pura pura tidak tau.


''Kamu tidak usah pura pura bodoh Wil..'' Jawab Juan.


''Jangan mengganggu Andhara lagi,''bukan kah kalian sudah berpisah,aku tidak akan membiarkan kamu dekat lagi dengan nya.Dia itu sekarang milik ku,jadi jangan pernah coba coba meracuni pikiran nya


Willi justru tertawa mendengar ucapan Juan,tertarik dengan Andhra saja tidak,bagaimana bisa Juan berkata seperti itu.


''Andhara bukan tipeku,dia bukan wanita ku juan..jadi kamu salah alamat jika menuduh ku seperti itu. kalau saya menginginkan nya,tidak mungkin saya ceraikan dia.Jaga lah dia dengan baik jangan sampai dia kembali mengganggu saya, karena saya merasa tidak nyaman dengan nya yang masih saja menemui ku dengan alsan yang tidak jelas.'' Willi menjawab tuduhan Juan yang tidak benar.


''Jangan coba coba membohongiku..!'' Juan tidak percaya.


''Itu tidak penting,yang harus kau lakukan jaga Raymond dengan baik,saya tidak peduli dengan wanita itu dan jangan mengusik saya lagi,karena saya tidak memiliki urusan apapun dengan mu mengerti ..!'' Willi pergi tanpa peduli dengan Juan.


Juan tampak kesal dengan kepergian Willi, kecemburuan dan sifat iri yang tak beralasan itu justru membuat diri nya malu di hadapan Willi.


.


.


Pagi hari Willi mulai beraktifitas kembali berkutat dengan pekerjaan nya,dengan berwibawa dia memimpin rapat pagi ini.Willi terkenal diam tidak banyak bicara,tetapi bukan berarti dia bengis dan kejam,justru Willi tidak suka keributan apalagi semena-mena.


Bersama Cakra,Willi kembali keruangan nya,mereka membahas agenda agenda selanjut nya.Ketika sedan serius Sera menghubungi Willi melalui telfon kantor.


''Selamat siang Pak'' Sera menyapa.


''Siang,ada apa..?'' Jawab Willi.


''Ada Pak Damian Aditama menunggu,dari dua jam yang lalu pak.'' Sera mengabarkan kedatangan Damian.


Willi sempat tersentak mendengar nya.


''Bukan kah proyeknya diurus oleh Cakra,mengapa dia menemui saya Sera..?'' Willi merasa dia tidak ada kepentingan dengan Damian.


''Beliau berkata..jika ada kentingan dengan anda pak.'' Sera menjelaskan.


''Bawa dia kemari...!'' Perintah Willi.


Willi bicara dengan Cakra jika ada Damian datang.

__ADS_1


''Apa pekerjaan dengan Aditama ada masalah Cak,mengapa dia kemari.?'' Wili bertanya.


''Tidak ada Wil,kalau dia kemari memang kenapa bukan kah dia calon mertua mu..''Cakra menjawab dengan tepat


''Astaga..!''Willi tersentak.


''Kenapa Will'' Cakra pun ikut terkejut


''Mengapa aku bisa tidak kepikiran ke sana Cak,pasti kedatangan nya kemari mengenai Ayu.'' Kata Willi.


Cakra tertawa mendengar nya,karena melihat teman nya seperti orang b*odoh.


''Memang b*doh..'' Cakra mencela.


''Sialan Kau..!'' Balas Willi.


To tok tok


''Masuk..!''


Sera masuk bersama Damian di samping nya,Damian masih bersikap rama dan menyapa dua rekan bisnis nya dengan sopan.


''Selamat Siang Pak Willi,Pak Cakra.'' Damian menyapa.


''Sera kamu boleh kembali..!'' Kata Willi.


''Baik pak,permisi..''Sera menunduk hormat dan kembali.


''Apa ada keperluan penting Pak Damian,sehingga membuat anda sampai datang kemari?'' Cakra bertanya,yang sebenar nya dia sedang menggoda Willi.


Pak Cakra ''kedatangan saya kemari memang ada keperluan dengan Pak Willi..'' Jawab Damian.


''Apa itu mengenai Ayu..?'' Willi langsung bertanya pada inti nya.


''Kedatangan saya kemari memang ingin menanyakan soal Ayu,anak saya.Mengapa anda melarang saya bertemu dengan Ayu,sebagai orang tua saya memang keberatan.'' Damian mengutarakan maksud kedatangan nya.


Willi diam,dia sepertinya tengah berpikir untuk menjawab pertanyaan Damian tetapi jangan sampai membuat calon mertua nya itu kecewa.


Pak Damian ''semua yang saya lakukan sudah mendapat persetujuan dari Ayu sendiri dan juga tante Maira.Anda tidak perlu khawatir,secepat nya kalian akan bertemu.''


Damian nampak tidak suka dengan jawaban Willi, sebab hanya Maira saja yang dilibatkan sementara dirinya tidak pernah sama sekali.

__ADS_1


''Saya juga orang tuanya,''bukan hanya Maira jadi anda tidak berhak mengekang anak saya.


Seperti nya Damian sudah mulai emosi.


Pak Damian Aditama,''saya tidak suka basa basi jadi saya akan bicara pada inti nya saja.Terus terang saya masih mencurigai Orang tua anda,sebab walaupun dia di dalam jeruji besi dia masih bisa melakukan apapun dengan kekuasaan nya.''


Damian nampak berpikir mendengar jawaban Willi.


''Semua kartu Ibu saya sudah saya bekukan,Allan hanya memberikan nya uang untuk pengacara saja,selebihnya tidak ada yang bisa ia lakukan karena tidak memiliki uang.'' Jawaban Damian membuat Willi tersenyum sini.


''Apa anda yakin,bukan kah dia memiliki ATM lain yang mampu menjadi uang,bahkan sebagai mata nya.Harus nya anda bisa lebih berhati hati dengan orang di sekitar anda,masih ada Istri anda yang bisa melakukan apapun pada Ayu dan tante Maira.''


Damian semakin terkejut dengan ucapan Willi, karena dirinya saja tidak berpikir sampai sedetail itu.


''Maksud anda..?'' Damian ingin tau lebih detail.


Istri anda itu tau bukan,''saat Ayu di sekap tetapi dia tidak memberitahu anda saat semua orang mencari Ayu.Dia sengaja bungkam untuk kepentingan nya sendiri,sebab dia takut anda kembali dengan tante Maira dan Ayu adalah penghalang utama bagi nya.


Sikap dan tutur katanya yang lembut itu,menyimpan kelicikan yang ia pendam.


Willi yang awal mula nya tenang kini mulai terpancing emosi,karena Damian sama sekali tidak mengerti.


''Apakah Nesia akan sekejam itu,?rasanya tidak mungkin.'' Damian masih saja tidak mengerti.


''Itu hak anda untuk percaya atau tidak,tetapi saya meyakini semua itu jangan sampai anda menyesal kedua kali nya,Ayu pernah terluka parah apa anda ingin menambah nya lagi.?'' Ucapan Willi menjadi tamparan keras untuk Damian,karena dia sama sekali tidak memikirkan keselamatan Ayu.


''Saya mengerti Pak Willi,''terimakasih atas semua kebaikan anda.Saya akan lebih berhati hati lagi dengan mereka,sebentar lagi saya juga akan menggugat nya setelah proses pidana Ibu saya selesai.katakanlah pada Ayu,saya ingin bertemu dengan nya.


Willi berpikir sesaat,kemudian dia mengeluarkan ponsel nya.kemudian dia menghubungi Ayu,agar Damian bisa bicara dengan nya.


''Hallo mas..''Suara Ayu terdengar nyaring.


Ayu..''ada Ayah mu di sini.'' Willi mengarah kan kamera nya pada Damian.


''Mas biarkan Ayu bicara..'' Ucap Ayu.


Willi memberikan ponselnya pada Damian,dengan hati yang bahagia Damian menerima ponsel itu, wajah nya tampak cerah dengan senyum yang mengembang.


''Ayah..'' Ayu menyapa Damian.


''Ayu anak ku'' Mata Damian berkaca mendengar Ayu memanggil nya Ayah.

__ADS_1


Mereka tersenyum dengan ditemani air mata kebahagiaan yang membasahi pipi masing masing, ini kali pertama mereka saling melihat semenjak Ayu koma.Apalagi semenjak Ayu berobat ke Jerman ini kali pertama Damian melihat nya.


__ADS_2