Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
122.


__ADS_3

Setelah berhari-hari di rawat keadaan Nirina semakin membaik, trauma sudah bisa di kendalikan. Kesehatan nya sudah muali pulih dan beberpaa luka di tubuh nya sudah mengering. Tetapi Nirina masih tetap murung, dia selalu memikirkan Allan. Rasa bersalah pada Allan membuat nya semakin tersiksa, bagaimana bisa dirinya tidak percaya pada orang yang dicintai dan mencintai nya. Rasa cemburu dan amarah tekah membutakan mata dan hati nya, sehingga semua penjelasan Allan tak mampu dia terima. Seandai nya saja dia bisa menurunkan ego nya sedikit saja mungkin keadaan nya akan berbeda, dia tidak akan kacau dan mudah di pengaruhi oleh Nesia, otang yang dia anggap baik.


''Allan maafkan aku sayang, aku rindu sekali dengan mu, aku menyayanginmu Allan. '' Nirina sellau memanggil Allan dalam hati nya.


Keinginan Nirina saat ini adalah bertemu Allan, tetapi apa daya dirinya pun sedang terbaring lemah. Dokter tidakengijinkan dia pergi keluar ruangan selain keperluam medis, terlebih lagi Allan yang belum bisa di kunjungi. Untuk sementara waktu Willi merahasiakan keadaan Allan yang sebenar nya, jika Nirina tahu Allan kritis pasti dia akan menyalahkan dirinya sendiri dan semakin memperburuk keadaan nya.


Kembali lagi ke kantor polisi, kedua orang tua Andhara tengah mengunjungi putri nya. Pasangan suami iatri itu pasti nya sedih melihat darah daging nya harus di penjara, akan tetapi mereka juga kecewa dengan tingkah Andhara yang selalu semaunya sendiri tanpa mau mendengar nasehat orang tua nya.


Lihat akibat perbuatan mu Andhara, ''kamu benar-bemar membuat kamu malu..''


Plak.......!


Papa Andhara melayamgkan tamparan keras ke pipi anak nya yang pembangkan itu, Andhara memegangi pipi nya yang terasa panas. Kemarahan Papa nya sudah menjadi, sebab dia pun mengalami banyak kerugian atas ulah anak nya sendiri.


"Sakit Pa. "rintih Andhara.


Sakit kamu bilang hem anak durhaka, akibat ulah mu Papamu ini mengalami banyak kerugian. Bukan kah sudah Papa ingat kan, jangan mengganggu Willi. "Sekarang justru kamu berbuat ulah mencelakai adik nya, bodoh kamu Andha..! Papa Andhara menunjuk wajah nya dengan murka.


"Pa aku hanya membalas rasa sakit hati ku.. "ucap Andhara di hadapan Papa nya.

__ADS_1


Sakit yang mana yang ingin kamu balas, bukan kah Willi memang tidak cinta dengan mu. Bahkan kamu sendiri yang menjebak dia agar kamu bisa menikah dengan nya, kamu bahkan melahirkan anak pria lain dalam pernikahan kalian. Kamu juha keterlaluan menelantarkan anak mu begitu saja, tidak memperdulikan nya sedikit pun. Andhara karena ke egoisan mu Willi menghancur kan bisnis Papa secara perlahan, bahkan dia juga menarik semua inves nya di perusahaan. "Kita akan miskin Andha," bahkan untuk menyewa pengacara agar membelamu saja Papa tidak akan mampu.


Tidak mungkin Pa, "Willi tidak boleh mencapur adukan masalah pribadi dan keluaraga dalam perusahaan. "


Anak tidak tahu malu, justru karena ulah mu yang sangat istimewa Willi melakukan semua itu. Kamu juga telah memilih keluar dari rumah dan hidup sendiri, tanpa memikirkan perasaan orang tua mu. Kamu terlalu sombong dan angkuh saat itu, dimana wajah angkuh mu sekaranga Andha. Untuk kali ini Papa akan membiarkan mu di dalam sini, "supaya kamu tahu bahwa kebodohan mu itu bisa merugikan dirimu sendiri. "


Papa Andhara sudah lelah menghadapi sikap anak nya yang selalu sesuka hati melakukan apapun tanpa berfikir.


"Ma tolong aku Ma, bebaskan aku dari sini Ma. " Adhara menghiba pada Mama nya yang sedari tadi diam.


"Andhara Mama bisa apa semua atas kehendak Papa mu. "


Biarkan Ma,kamu selalu memanjakan nya selama ini. Sampai dia menjadi anak yang tidak tahu di untung, Papa tidak menyangka kamu akan menjadi wanita yang kejam seperti ini Andha, "nikmati hasil dari apa yang telah kamu tanam... !"


Berbeda dengan Andhara, kisah Nesia lebih memilukan. Orang tua nya lebih keras daripada keluarga Andhara, Bagaimanapun keluarga Nesia adalah orang terrhormat dan lebih berjaya. Kekacauan yang di buat oleh Nesia pasti telah merusak citra keluargadengan sangat buruk.


Plak...!


Tamparan kerasaa mendarat di pipi Nesia, Papa nya begitu murka dan wajah nya sudah merah padam menahan kemarahan yang sudah membumbung tinggi.

__ADS_1


"Anak macam apa kamu Nesia, sampai membuat orang tua mu malu seperti ini. Ibu macam apa kamu, yang tega menyakiti anak mu sampai separah itu. Allan itu anak mu walau dia tidak lahir dari rahim mu, bahkan Papa pun begitu menyayangi nya sebagai cucu Papa sendiri. Tangan mu itu yang membelai nya, yang mengurus nya di saat dia sakit. Kamu begitu laknat Nes, Sungguh Papa sangat kecewa dengan mu. Kamu lihat Papa dan Mama ini sudah tua Nes, tetapi kamu masih menambahkan beban yang begitu besar pada kami seperti ini, kamu bukan anak lecil lagi. "


Papa Nesia sudah tersulut emosi, mereka orang baik dan selama ini mendidik Nesia dengan baik. Sampai Nesia menjadi gadis yang lembut dan ramah, tetapi sekarang dia menjadi serigala yang sesiap memangsa lawan nya dalam sekejap mata.


"Nesia Mama kecewa dengan Mu... !" ucap Mama Nesia yang di temani air mata.


Allan kritis Nes, dia hampir mati kamu hamlir membunuh cucu Mama. Mama tidak menyangka kamu menjadi seorang pembunuh. Mama malu memiliki anak seprti kamu, "kenapa bukan kamu saja yang terbaring di rumah sakit, anak tidak berguna. "


"Plak...... !"


Sekarang Mama Nesia pun menampar anak nya dengan sepenun tenaga.


Mama,,, papa puas kalian menampar ku. Kian lihat bahuku terluka, "tapi kalian membela anak pungut dan menyakiti ku. " tatapan Nesia begitu sinis pada orang tua nya.


Anak pungut itu lebih berguna dari mu, "berhentilah megatakan Allan anak pungut karena dia adalah cucu ku.! "


"Cih...cucu dari mana, aku tidak pernah melahirkan cucu untuk kalian."ucap Nesia.


"Kamu... !"telunjuk Papa Nesia berada tepat di depan mata anak nya, begitu lun dengan sorot maga nya yang tajam seolah menelanjangi Nesia yang berada didepan nya.

__ADS_1


Anak pungut itu tak berguna, dia juga tidak mampu membanguku agar Damian tidak menceraikan ku. Percuma aku membesarkan nha karena menjadi anak tak berguna, dia jjstru berpacarang dengan wanita yang kakak nya menjadi musuh ku sendiri. "Dia pantas mendapatkan semua itu, dan dia juga pantas mati... !"


"Nes......!" Papa Nesia berteriak


__ADS_2