Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 81. Ayah Ku


__ADS_3

''Apa aku tidak salah dengar Ayu.?''Allan memastikan kembali ucapan Ayu.


''Tidak Allan,memang sekarang aku memanggil nya Ayah,Ibu mengijinkan karena memang Om Damian adalah Ayah ku.''


Allan tersenyum senang mendengar nya,Papa nya juha pasti akan sangat bahagia mendengar cerita nya nanti.


Belum sempat mereka bicara banyak,Nesia sudah menghubungi Allan terlebih dahulu.


''Ya Ma..'' Allan menjawab panggilan Nesia.


''Allan mengapa lama sekali Mama sudah menunggu di parkiran dari tadi lho.'' Ucap Nesia.


''Ya ma Allan segera datang..''Jawab Allan.


''Willi,Ayu saya duluan ya,lain kali masih bisa kan kita bicara lagi..'' Kata Allan.


''Pasti Allan..''Jawab Ayu.


Willi tidak banyak bicara,karena Ayu yang lebih dekat dengan Allan,terlebih lagi Allan merupakan anak asuh Damian yang merupakan Ayah Kandung Ayu.


''Allan kamu lihat kan,Ayu sudah sehat harus nya hukuman Oma tidak terlalu berat,Mama juga ingin membujuk Papa mu lagi,karena Ayu sudah sehat Papa mu pasti mau menerima maaf Mama kan.?''


Nesia dan Damian memang belum akur,Damian masih belum memaafkan istri nya itu.Dia juga sudah berniat mendaftarkan gugatan cerai nya terhadap Nesia,tetapi karena proses persidangan Erika belum selesai dan keadaan Ayu yang belum sadar,membuat nya menunda untuk sementara waktu.Tetapi pemikiran Nesia berbeda,menurut nya Damian hanya marah sementara saja.


''Ma pemikiran Papa saat ini sangat susah untuk di tebak,jadi Allan tidak bisa menyimpulkan nya.'' Jawab Allan,yang sebenar nya dia tau kalau memang sudah tidak ada pintu maaf lagi untuk Mama nya.


Allan mengantar Nesia pulang ke rumah nya,karena dia memang ada urusan tersendiri,dia berniat menemui Papa nya u tuk memberitahu jika Ayu sudah sadar.Damian memang tidka hadir di persidangan,dia tidka akan datang jika tidak ada panggilan dari pengadilan.


''Sore Pa''Allan menemui Damian di kantor nya.


''Kamu Allan..''Kata Damian.


''Pa ada yang ingin ku beritahukan,''pasti Papa akan sangat senang mendengar nya.

__ADS_1


''Berita apa,kalau tidak penting mending tidak usah.'' Damian berkata dengan malas,karena dia hanya mau berita tentang Ayu saja.


''Pa..Ayu sudah sadar''Kata Allan.


''Kamu berbohong kan Allan,''kamu hanya ingin membuat Papa senang saja kan,kamu jangan mempermainkan Papa.


''Pa kapan Allan bohong sama Papa,''tadi Ayu datang ke persidangan dia sudah kembali dari Jerman, bahkan dia menitip salam untuk Papa dan menanyakan keadaan Papa.Ayu juga memanggil Papa dengan sebutan Ayah.


''Dia memanggil ku Ayah..'' mata Damian berkaca kaca.


''Allan,Papa ingin bertemu dengan nya sekarang.'' Damian sangat bersemangat.


Pa maaf sekarang belum bisa,Allan saja hanya sebentar bicara dengan nya,kalau waktu nya sudah tepat pasti Ayu sendiri yang menemui Papa.Saat ini Willi membatasi aktivitas Ayu, dia juga merawat serta menjaga Ayu dengan dangat baik.


''Apa Willi sudah gila melarang Papa bertemu Ayu,'' dia itu anak Papa mengapa dia yang berkuasa, mereka belum menikah tetapi dia sudah berani mengekang Ayu seperti ini.Apalagi kalau di menikahi Ayu,mungkin dia melarang Ayu mengakui Papa sebagai orang tua nya.


Damian emosi,dia marah karena sudah lama ingin bertemu dengan Ayu.


Pa,jangan berpikir buruk seperti itu ambillah positif nya saja,Willi melakukan itu juga demi kebaikan Ayu.Keselamtan Ayu itu yang paling utama dari segala hal,harus nya Papa bersyukur ada Willi begitu peduli dengan anak Papa,berkorban apapun demi kesembuhan nya.Willi rela mendampingi Ayu, sampai di titik terendah hidup nya yang bahkan harapan itu sangat lah kecil.


''Tapi Allan,Papa sangat merindukan Ayu..'' Ucap Damian.


''Sabar lah Pa,paling tidak sampai semua proses persidangan ini selesai.'' Allan menenangkan Damian.


Willi makan malam bersama Ayu di Apartemen Willi mereka tengah menikmati waktu berdua bersama.


''Mas kapan Ayu bisa bertemu Ayah..?'' Ayu juga sama ingin bertemu Ayah nya.


''Secepat nya sayang..'' Jawab Willi


Sebenar nya Mas juga mempunyai keinginan memperkenalkan kamu dengan Mama,tetapi kondisi nya belum memungkin kan.bersabarlah sedikit lagi, setelah semua nya selesai kamu boleh bertemu semua orang terdekat mu.


Ayu senang Willi ingin mengenalkan dirinya dengan calon mertua,karena Ayu memang sangat penasaran dengan keluarga Willi,Mengenal Nirina saja baru beberapa hari lalu Willi memang sangat tertutup.

__ADS_1


''Sayang mas ingin mengatakan sesuatu.''Willi menatap Ayu dengan sangat serius.


''Katakan saja mas..!''Jawab Ayu.


Willi mencubit hidung Ayu dengan gemas,hidung mancung itu menjadi mainan baru Willi.


''Sayang kita menikah setelah kamu lulus kuliah,'' Mas ingin kamu fokus dengan pendidikan dan karir mu.Bukan maksud nya mas tidak ingin menikahi mu lebih cepat,tetapi komitmen kamu dari awal kan ingin sekolah dan bekerja dengan baik.Mas tidak mau merusak cita cita yang sudah kamu impikan,''bagai mana menurut mu..?''


''Mas terimakasih atas pengertian mu,sebenar nya Ayu tidak mematok kapan dan di umur berapa harus menikah,tetapi Ayu senang kamu memikirkan keinginan ku dan cita citaku.Kalau memang keinginan mas seperti itu Ayu juga tidak masalah toh aku kan masih muda,lagi pula Ayu juga belum kebelet kawin kok.''


''Oh jadi menurut mu Mas yang tua dan sudah kebelet kawin gitu..?'' Willi justru menggoda Ayu.


''Kan memang kamu sudah lebih tua dari ku mas.'' Ayu pun ikut menggoda Willi.


Mereka tertawa bersama,saling menatap penuh cinta dan memberikan pelukan kasih sayang.


Sayang aku selalu mencintai mu setiap saat,setiap hari rasa itu tidak pernah berkurang,setiap hari akan terus bertambah seiring berjalan nya waktu.


Ayu tersipu mendengar ucapan cinta dari Willi,dia ingin mengatakan sesuatu,tetapi Willi sudah membungkam bibir itu dengan c*uman yang lembut.Walaupun terkejut Ayu menerima dan menyambut nya,mereka saling menyesap menikmati manis nya bi*br satu sama lain.


Ayu semakin terlena dengan permainan Willi yang mampu memabukkan nya,l*dah mereka semakin bertaut,tidak sampai di sana leher jenjang Ayu pun tak luput dari sapuan l*dah Willi,kecupan maut willi pun mendarat dengan lembut di sana tanpa meninggal kan jejak.


Willi menghentikan tindakan nya begitu saja di saat Ayu tengah menikmati permainan nya,membuat Ayu terkejut.Ayu memang hampir lupa diri dengan c*uman panas dan s*ntuhan Willi padanya, Willi berhenti begitu saja di saat sedang tangan nya tengah memainkan squishy yang selalu menggoda nya.


''Maaf sayang,mas hampir lupa diri.''Willi berkata dengan sangat menyesal.


''Tidak apa,aku menyukai nya mas terimakasih sudah menghentikan nya karena aku pun hampir lupa diri.'' Ayu membelai lembut pipi Willi ketika bicara.


Willi memeluk erat Ayu,meredam hasrat yang ia tahan.


''Sayang rapikan dirimu kita harus pulang,ibu mu pasti cemas kalau kamu sampai pulang larut.''


Ayu merapihkan dirinya,rambut dan lipstik berantakan dan baju yang menjadi kusut karena ulah Willi.Ayu menatap dirinya di cermin dan tersenyum.

__ADS_1


''Malu sekali rasa nya,aku sangat menikmati permainan Mas Willi sampai lupa diri lagi.''


__ADS_2