
Setelah mas Willi datang,om Damian pun pamit mencari meja nya sendiri.kami makan malam romantis berdua,mas Willi bilang dia akan keluar kota selama lima hari dengan pak Cakra Itu tanda nya tidak ada yang menjaga ku,tetapi mas Wili bilang akan memperketat pengawalan ku.!
Esok hari aku dan Sera bekerja tanpa atasan, bisa dibilang kami tidak terlalu sibuk lah.Sera mengajak ku makan di sebuah kafe yang belum pernah aku kunjungi,padahal idolaku itu makan di steak moon moon,tidak usah kafe berkelas atau apalah.Tempat itu nyaman dan berkelas.kami menikmati makan bersama dengan pengawalan dari mas Willi.
Biasalah ya kalau dua wanita berkumpul pasti akan seru,begitu juga aku dan Sera.berisik nya Sera mengundang perhatian dari meja yang berada di ujung. ternyata itu Dokter Allan,dia sedang makan bersama om Demian dan Mama nya.
''Kalian di sini..?''Dokter Allan menghampiri kami.
hai Allan..?Sera menyapa nya.
Dokter Allan pun ikut berkumpul dengan kami,tak lama om Damian dan Istrinya juga datang.kami membicarakan banyak hal di sana.
Satu hal yang ku lihat,kalau hubungan om Damian dengan istrinya itu terlihat janggal,karena aku tidak melihat om Damian itu ramah atau menganggap ada Istri nya di sana.entahlah yang kulihat Dokter Allan santai saja melihat nya. .
Aku pulang dengan pengawalan yang masih tetap ketat,selama mas Willi tidak ada aku masih bekerja dan beraktivitas secara normal.Pagi itu om ada tamu yang ingin menemui Pak Cakra,karena beliau tidak ada,,, aku lah yang menemui nya di ruang tunggu khusus klien di kantor itu.saat aku menemui nya betapa terkejut nya diriku ternyata klien itu Om Damian.
''Selamat pagi'' pagi jawab mereka.
''Ayu,'' aku hanya tersenyum,sebenar nya aku juga terkejut.
Kami membicarakan seputar pekerjaan di sana,aku pun mengatur jadwal ulang pertemuan mereka dengan Pak Cakra,setelah beliau kembali.saat Om Damian pamit tanpa sengaja aku melihat kalung yang ia gunakan,liontin nya sama dengan milikku.
liontin itu dari bawah kancing kemejanya,entah petunjuk apa ini.
__ADS_1
Setelah Om Damian dan sekertaris nya pamit,aku duduk termenung si sofa.Mataku berkaca nafas ku tak beraturan,kenapa liontin Om Damian sama dengan ku Ayah ku juga bernama Damian.kalau memang kenyataan nya memang dia Ayahku,Dokter Allan itu kakak ku.tapii bagai mana bisa,ibu bilang dia yang pertama dan hanya dia istri ayah saat itu.
kalau Om Damian Ayah ku,harus nya umur Dokter Allan lebih muda dari ku kan.
Ini membuat ku pusing,aku akan bercerita dengan Mas Willi saja.seharian aku bekerja sedikit terganggu,aku selalu kepikiran liontin milik om damian.didalam liontin ku tertulis nama damian, harus nya didalam kalung Om Damian tertulis nama ibu kan.
Aku ingin menghubungi Ibu tetapi,Ibu melarang ku bertemu ayah kan..!Aku harus mencari tau semua ini sendiri,aku akan bertanya dengan Om Damian "tetang liontin nya."
Hari ini Pak Cakra sudah mulai bekerja,tetapi tidak dengan Mas Willi.aku pun merasa sulit menghubungi nya, Pak Cakra bilang Willi sedang ada urusan dengan keluarga nya..!sebenar nya aku sedih karena aku hanya dekat dengan Mas Willi,aku tak bisa menggapai keluarganya.bahakan apa yang terjadi dengan nya aku pun tak tahu.
Siang ini aku menemani pak cakra bertemu pak Damian Aditama,yaitu Om Damian papa nya dokter Allan.perusahan Mas Willi akan bekerja sama dengan perusahaan Aditama,itu tandanya kami akan sering berinteraksi.
Meeting hari ini berjalan dengan lancar dan sangat baik,aku memperhatikan Om Damian tetapi tidak terlihat "liontin nya." aku sengaja memakai liontin itu,aku ingin melihat reaksi om damian apakah dia terkejut sama sepertiku.aku mengeluarkan liontin ku
Setelah Om Damian tahu aku memiliki liontin yang sama seperti nya,Om Damian sering perhatian dengan ku.dia sering mengirimkan pesan pada ku, seperti lelaki yang sedang mendekati wanita nya.
dia mengajak ku bertemu selepas bekerja, karena ada hal penting yang akan "dia sampai kan.!"
tetapi aku menolak karena Mas Willi bilang, ingin pulang bersama ku.
''Mas Willi,ada yang ingin ayu sampai kan.!'' bicara lah sayang,pasti mas dengerin.
''Mas,Om Damian memiliki liontin yang sama seperti ku.!'mas willi terkejut.
__ADS_1
''Kamu serius sayang.?'' serius mas,aku melihat nya sendiri jawab ku.
Tapi harus nya Dokter Allan lebih muda dari ku kan,? kalau dia itu adik ku kenapa dia lebih dewasa dari ku mas? Mas Willi pun berpikir.
Setahu ku,"Allan bukanlah anak kandung nya," karena Om Damian menikah dengan istrinya itu sepuluh tahun lalu.Om Damian itu pengusaha dan pernikahan nya itu di publish secara mewah pada saat itu. dari informasi yang mas dapat, Om Damian itu kuliah di Paris selama empat tahun.dan kembali ke negara kita meneruskan bisnis keluarganya.
Dalam kurun waktu lima tahun,dia banyak di gosip kan dengan beberapa wanita,tetapi tidak ada yang benar ia akui sebagai kekasih nya.tiba-tiba keluarga besar nya mengabarkan ke media,tentang pernikahan "Om Damian dan Nesia Nugraha." putri dari rekan bisnis nya.
''Terus dokter Allan anak siapa mas..?'' kurang tau sayang,jawab Mas Willi.
Mas ibu bilang Ayah meneruskan kuliah S2 nya diluar,tetapi ibu tidak tau dimana.
"Nanti kita cari tau lagi ya,sini...!"Mas Willi memeluk ku,melepas rindu karena satu minggu kita tak bertemu.Mas Willi selalu memperlakukan ku dengan lembut,hubungan kami seperti sepasang kekasih pada umum nya.Saat berduaan Mas Willi pasti akan mencium ku,memelukku dan memanjakan ku.
Baik nya mas Willi itu dia mampu menjaga ku, sebagai lelaki yang sering menginap dalam satu apartemen yang sama.tetapi dia mampu menahan diri nya, untuk tidak "menyentuh ku lebih jauh. "
Pagi ini kami kekantor bersama, Mas Willi sudah tidak peduli dengan tatapan karyawan pada kami.
untung saja aku bisa menjaga sikap,untuk menjaga jarak saat jalan bersamanya.
Saat aku dudu di kursi ku,aku melihat Amplop surat di sana tetapi tidak ada nama pengirim atau penerima nya.Ku beranikan diri membuka isi nya, dalam kertas itu tertulis seperti ini..!
"Aku pasti akan merebut Willi darimu,bersiaplah.!"
__ADS_1
aku tahu ini pasti perbuatan Andhara,dia memang sangat menginginkan Mas Willi.!