
''Ayu ada beberapa teman ku yang masih jomblo, kamu mau kan ku kenalkan dengan mereka.?'' kata Sera.
''Tidak Sera,apa kamu pikir aku tidak laku ha..!'' jawab ku.
Sera tertawa dengan keras mendengar jawaban ku,sampai Pak Cakra menegur nya.
''Sera,Ayu jangan bercanda terus nanti pekerjaan kalian tidak selesai..!'' Baik Pak jawab ku.
Sore hari Sera mengantarkan aku pulang,dia juga bertemu dengan Ibu dan Kakek.Mereka senang aku mempunyai teman sebaik Sera,mereka juga tenang bahwa aku tidak sendirian di kota ini.Kami makan bersama dan bercanda tawa sore itu,Sera dua juga jauh dari sanak kelurga,dia anak rantau seperti ku.
Weekend pun kembali tiba,Sera dan aku mengajak ibu ke taman bunga.Kita piknit di sana makan banyak dan pastinya menikmati udara segar,karena di kota ini penuh dengan polusi.
Ibu masak banyak makanan hari ini,Sera membawa banyak camilan juga.Pokok nya hari ini kita makan banyak,memnag benar makan sendiri dan rame-rame itu berbeda,kalau banyak teman akan terasa lebih nikmat.
Saat kami sedang bercanda tawa,ada seseorang yang menghampiri ku.
''Ayu'' Aku pun terkejut melihat siapa yang memanggil ku.
''Om Damian'' Aku panik.
Ternyata Om Damian dan Dokter Allan ada di sini,mengapa momen nya harus seperti ini.
''Ayu kamu di sini juga,dengan siapa..?''Aku bingung harus apa,aku lihat Ibu terkejut melihat ada Om Damian di sini.
Om Damian pun melihat Ibu yang tidak jauh dari tempat ku berdiri.
''Maira..'' Ibu diam.
''Maira kamu di sini..?'' Mata Om Damian berkaca-kaca.
Ibu tetap diam melihat Om Damian di hadapan nya,tak merespon sedikit pun.
Maira akhir nya kita bisa berjumpa kembali,saya senang Maira bisa kembali melihat mu.Kamu apa kabar,kapan kamu datang?
Ibu diam tak mau menjawab pertanyaan Om Damian.
''Ayu,Sera kita pulang sekarang.!''Kata Ibu.
''Tunggu Maira...!''Om Damian mencegah.
Dengan wajah kesal,Ibu membereskan semua barang kami.dia tidak memperdulikan ucapan Om Damian,begitu juga dengan kakek terlihat guratan kekecewaan pada wajah nya.
__ADS_1
''Maira tunggu Maira..!''Ibu tidak peduli.
Om Damian mengejar,tetapi ibu sama sekali tidak menghiraukan nya.Aku paham perasaan ibu,karena aku juga merasakan kecewa sama seperti Ibu.
Ibu menyeret ku tanpa mengucapkan sepatah kata pun.Didlam mobil pun ibu tetap diam,aku tau ibu pasti marah pada ku
Sesampai nya di rumah Sera langsung pulang,dia merasa tidak enak hati kalau harus mampir dalam keadaan seperti ini.
''Jadi kamu sudah bertemu dengan nya Ayu.?tapi kamu tidak bercerita dengan ibu?'' pertanyaan inilah yang ku takutkan,karena aku tidak memiliki jawaban
agar tidak menyakiti ibu.
''Maafkan Ayu bu..'' Ibu menampar ku.
''Plak..'' Aku menangis,karena ibu tidak pernah kasar pada ku.
''Maira,jangan kasar dengan anak mu..!''kakek menentang ibu.
''Biarkan saja Pak,biar dia tau kalau aku pun bisa marah dengan nya..!'' ucap ibu.
''Memang mengapa kalau Ayu bertemu Damian, permasalahan itu antara kamu dengan nya.Ayu hanya berusaha,mendapatkan hak nya sebagai anak.''kata kakek.
''Tapi Maira,tidak Mau Ayu bertemu dengan nya pak''
Sudah lah Maira,bapak pun sama kecewanya sepertimu.hati bapak hancur anak satu-satunya yang Bapak miliki,diperlakukan tidak adil seperti itu.
Hati bapak pun sakit sama seperti yang kamu rasakan.Berdamailah dengan masa lalu mu,kalau kamu tidak mau bertemu Damian ya cukup kamu saja.Tidak usah melibatkan anak mu,dia berhak menentukan jalan hidup nya sendiri,kalau kamu keras seperti ini,apa bedanya kamu dengan ibu nya Damian.Tenangkan dirimu nak,jangan terbawa dengan amarah mu,nanti bisa menyakiti hati Ayu.
Ibu diam mendengarkan perkataan kakek,Ibu memang dekat dengan kakek dan nenek.Ibu tipe anak yang penurut dengan kedua orang tuanya,dia selalu mendengarkan nasehat yang kakek ku ucapakan.
Aku memeluk ibu dan menangis,ini yang ku takutkan kemarahan dan kekecewaan ibu.
Ibu maafkan Ayu,bukan maksudku menyembunyikan semua ini.Ayu belum siap bercerita pada ibu,kalau Ayu sudah bertemu dengan Om Damian.Awalanya aku sama seperti ibu,kecewa marah dan tidak mau menerima nya bu sungguh.
''Sejak kapan kamu mengetahui dia Ayah mu Ayu?''
beberapa bulan lalu bu,jawab ku.
''kenapa kamu tidak menepati janjimu,bukankah sudah ibu katakan jangan pernah kamu mencarinya.!''Aku menangis sesenggukan di kaki ibu.
Sungguh bu Ayu tidak mencarinya,semua ini tidak sengaja.selama ini Om Damian rekan bisnis nya Pak Cakra dan Ayu sering bertemu dengan nya,saat meeting dan mengurus proyek Bu.
__ADS_1
Aku menjelaskan apa adanya pada ibu.
''Bagaimana kamu bisa tau dia siapa mu...?Dia memakai liontin yang sama dengan milik Ayu,jawab ku
''Apa jadi liontin itu ada dua..?'' ya bu ucap ku.
''Liontin yang ada pada Ayu bertuliskan nama Damian,liontin yang ada pada nya bertuliskan nama Ibu.''Ibu nampak terkejut.
''Ayu mulai saat ini jangan temui dia lagi kecuali pekerjaan!''Aku terkejut mendengar pernyataan ibu.
''Ia bu..''Aku tidak berani membantah ibu.
Sebenarnya aku bingung,Om Damian pasti akan mencari dan menghubungi ku setiap saat.
Dua hari ini aku menemani Pak Cakra keluar kota, otomatis aku harus meninggalkan Ibu dan Kakek.
Agak khawatir sih,,karena di kota ini kan mereka tidak tau jalan takut nya terjadi sesuatu.
Saat kembali,aku melihat ada yang berbeda dengan sikap ibu,dia cenderung lebih pendiam daripada biasa nya.Saat ku tanya ibu jawab tidak ada apa-apa,itu membuat ku menjadi bingung.Ketika malam tiba dan ibu sudah tertidur,aku memutuskan bertanya pada Kakek.Karena aku tahu Kakek pasti akan jujur pada ku,Kakek memang tidak suka berbohong dengan ku.
''Kakek,boleh Ayu bertanya..?''Boleh nak,jawab kakek.
''Ibu kenapa,apa ibu marah dengan Ayu..?''Kakek terkejut mendengar ku.
''mengapa kamu bertanya seperti itu.?'' Karena ibu berbeda kek,saat Ayu pergi ibu tidak seperti itu jawab ku.
''Tadi siang Damian datang kemari mencari mu,Ibu mu sangat terkejut dengan kedatangan nya.''Aku membulatkan kedua mataku.
Om Damian tidak bilang padaku jika ia datang ke rumah dan bertemu Ibu.
''Apa terjadi sesuatu Kek..?''Kakek membuang nafas nya dengan kasar.
Ibu mu tidak mau menemui nya,tetapi Damian menerobos masuk kedalam,Ibu mu sudah menahan pintu tetapi dia kalah tenanga.Kakek pun tidak bisa berbuat apapun,menurut kakek biarlah mereka menyelesaikan maslah nya.Agar kedepannya tidak ada lagi masalah yang menyesak kan dada,biar ibumu bisa menjalani hidup tenang dimasa tua nya nanti.
Hai semua jang lupa baca novel author yang lain ya
*MENGGAPAI CINTA LAMA* END
*DIARY Hanin * ON GOING.
Terimakasih yang sudah membaca 🙏🙏🙏
__ADS_1
Jangan lupa vote,like dan komen.