
''Ayu,Mas serius jangan membuat ini seperti lelucon..!''Kata kata Willi penuh penekanan.
''Mas Ayu pun tidak bercanda.''Jawab Ayu.
Willi memicingkan mata nya melihat Ayu,seperti nya gadis di hadapan nya ini tidak takut sama sekali dengan nya,bahkan dia terkesan sangat meremehkan Willi.
''Jujur Ayu...!''Willi membentak.
''Ayu harus jujur apa mas,tidak ada yang ku sembunyikan dari mu.'' Jawab Ayu.
''Masih tidak ingin mengakui nya atau memang kamu sudah menjadi tukang selingkuh handal,apa kamu ini mang wanita yang murahan...!''tangan Ayu mengepal mendengar Willi menjatuhkan harga diri nya.
''Sampai hati kamu berkata begitu pada ku Mas.''air mata Ayu seketika menetes membasahi pipi nya.
''Sampai hati kata mu...!''bukan kah kamu yang sampai hati berselingkuh.
Hati nya semakin tertusuk dengan kata kata Willi yang semakin menyudutkan nya,Ayu tak menyangka orang yang begitu ia banggakan sebagai pahlawan hidup nya tega mengatakan hal yang menjijikan pada nya.
''Jaga bicara mu mas..!tidak perlu merendahkan ku seperti itu.'' Ayu menangis.
''Apa berpegangan tangan dengan pria lain dan berpelukan dengan nya di tempat umum itu perbuatan yang benar,kamu masih bilang tidak ada yang di sembunyikan.!'' Willi menyerahkan Video yang di berikan Nirina pada Willi.
''Apa bukti ini masih kurang..?'' Kata Willi.
''Ayu tau kamu pasti akan menunjukan ini Mas.''Ayu tidak terkejut.
''Oh begitu,tunggu apa lagi jelaskan semua ini..?''perintah Willi.
''Mas,Allan itu anak dari Ayah ku walaupun dia bukan anak kandung tetapi status dia yang sebenar nya adalah sepupu ku,jadi walaupun dia bukan anak Ayah ku dia tetap saudara ku.Apa saat Liora memeluk mu aku marah,apa saat Nirina mesra dengan mu aku cemburu.?Kami hanya ingin menjadi saudara seperti orang orang di luar sana, apa aku salah memeluk Kakak ku,Ayu kecewa dengan mu Mas.'' Ayu ingin melangkah pergi tetapi Willi meraih tubuh nya,dia memeluk wanita yang sempat ia bentak dengan kasar.
''Sayang Maaf,Mas hanya cemburu sebab Allan pernah memiliki perasaan pada mu.'' Willi begitu menyesal.
Perlahan Ayu melepaskan tangan Willi dari tubuh nya,dia tetap ingin pergi dari dekapan kekasih nya.
''Tetaplah di sini sayang..''pinta Willi.
Willi membawa Ayu duduk di atas pangkuan nya, menghapus air mata yang tersimpan di sudut mata karena amarah nya.
__ADS_1
''Maaf,''lain kali saya akan lebih bersabar untuk tidak mudah marah dan menyalah kan mu sayang,jangan menangis hati ku sakit melihat nya.
Sikap Ayu yang sabar membuat nya lebih cepat tenang dan tidak membuat nya dibutakan oleh amarah,sikap lembut Willi pun mampu menenangkan hati nya.
''Mas biarkan aku turun..'' ucap Ayu dengan lembut.
''Tidak sayang mendekap mu seperti ini sangat menyenangkan,menatap mata mu menyentuh bib*r mu membuat mas betah berada di kantor seharian..'' Willi mencubit hidung Ayu dengan gemas.
''Mas tapi ini di kantor..''Kata Ayu.
Willi justru meraih dagu Ayu dan mengecup lembut bib*r mungil nya,semakin lama ciuman itu semakin dalam membuat Ayu terbuai dan membalas nya.
Di luar ruangan ada Sera yang bicara dengan Nirina.
''Nirina,apa kami sudah membuat Janji dengan presdir..?''ucap Sera.
''Sekertaris Sera,saya tidak perlu membuat janji dengan kakak ku sendiri untuk bertemu dan kamu jangan menghalangi ku ok.''Nirina sedang kesal.
''Tapi di dalam...''belum selesai Sera bicara Nirina sudah memotong nya.
''Stop...''Nirina masuk begitu saja.
Kakak Aku......
Ah..... sitttttt kalian....
Nirina berbalik badan menutup mata nya,karena terkejut dengan apa yang dia lihat.hal yang sama pun dilakukan Ayu,dia sangat malu tertangkap basah oleh adik kekasih nya.Saat Ayu ingin turun Willi melarang nya dia tetap menahan Ayu dalam pangkuan nya.
''Anak kecil,ngapain masuk tidak ketuk pintu..?'' Willi geram dengan adik nya yang sudah mengganggu kesenangan nya.
''Mana ku tahu kalian sedang berduaan,bukan kah tadi Ayu juga sedang mesra dengan Allan.''Nirina menjawab dengan kesal.
''Keluar sekarang,atau kamu ingin menjadi penonton di sini..!'' Willi menyuruh adik nya u tuk keluar.
''Tapi aku ada perlu dengan mu..''Nirina tidak menuruti kemauan kakak nya.
''Mas biarkan Nirina di sini dan turun kan aku.''ucap Ayu.
__ADS_1
Tidak sayang bukan kah dari tadi memang kita begini,biarkan anak kecil keluar dia sudah membuat kerusuhan mengganggu kita.'' Willi membuat Nirina semakin kesal.
''Kak ayolah...''Nirina berbalik dan kembali menutup mata nya melihat Ayu masih dalam pangkuan Willi.
''Kalian selalu saja mengotori pandangan mata ku'' Nirina mengomel dengan kesal.
''Bukan kah sudah ku bilang keluarlah jika tidak ingin menjadi penonton di sini,berbalik lah kalau ingin melihat kami berciuman dengan sangat mesra.''Willi berkata tanpa punya rasa malu.
''Mas..''Ayu memukul pelan lengan Willi.
Biarlah sayang mas tau apa yang dia bicarakan, pasti tentang vidio tadi yang membuat kita bertengkar.
''Pergi dan temui Allan,''minta lah penjelasan dari pujaan hati mu itu,jika ingin bicara dengan ku nanti di rumah saja adik ku sayang.
Nirina menghentakkan kaki nya dengan kesal dan keluar dari ruangan Willi,dia juga membanting pintu itu dengan keras sehingga menimbulkan kebisingan.
Sera yang melihat nya hanya tersenyum,dia paham pasti Willi telah mengomeli adik nya yang manja itu.
''Awas saja kamu kak,''kamu pasti akan sakit hati jika suatu saat nanti mengetahui yang sesungguh nya, bahwa Ayu memiliki hubungan tersembunyi dengan allan.Mengapa Kakak tidak marah..?memang sepercaya itu dia dengan Ayu,bukan kah vidio itu sudah cukup jadi bukti,mengapa sekarang mereka justru sangat mesra.
Allan berkali kali menghubungi Nirina,tetapi tidak ada tanggapan sedikit pun,Nirina justru sengaja membiarkan nya,sebab Nirina tidak suka dengan lelaki pembohong apalagi tukang selingkuh.
''Mas kamu mengapa bicara begitu dengan Nirina, harus nya kita jelaskan saja pada nya.?'' Ayu tidak mengerti.
''Sayang Nirina kan sudah dewasa,biarkan dia menyelesaikan permasalahan nya sendiri,Allan juga sudah dewasa pasti dia mampu membujuk adik ku yang manja itu.'' Willi menjelaskan.
''Semoga saja Allan berhasil..'' Jawab Ayu.
Willi kembali meraih dagu Ayu dan memagutnya, melanjutkan kemesraan yang sempat tertunda.
Allan menjemput Nirina di kantor,dia menunggu gadis pujaan hati nya yang sedang ngambek itu di depan loby agar Nirina tidak bisa kabur dari nya.
Begitu melihat Nirina keluar,Allan segera menarik tangan nya dan membawa nya ke dalam mobil.
''Lepaskan aku Allan..!'' Nirina menolak ajakan Allan.
Tidak kamu harus ikut dengan ku.''Allan memaksa nya.
__ADS_1
''Zidan,zidan..''Nirina memanggil Zidan.
''Tidka usah berteriak ajudan mu itu tidka ada,masuk lah..!'' Allan mendorong tubuh Nirina masuk kedalam mobil dengan pelan.