Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
103.Apalagi Masalah nya


__ADS_3

Nirina mengajak Mama nya untuk menjenguk Maira dan Willi pun mengijinkan.


Ayu menyambut kedatangan calon mertua nya itu dengan ramah.Ada rasa haru melihat Nirina datang bersama Mama nya.


''Selamat sore tante.. ''Ayu menyapa.


''Hai Ayu, yang sabarnya sayang.''Mama Willi memeluk dan mencium pipi Ayu kanan dan kiri.


''Ibu,ada Mama nya Mas Willi.''Maira membuka mata mendengar bisikan Ayu.


''Terimakasih bu sudah datang kemari,maaf merepotkan.''kata Maira.


''Tidak apa-apa jeng, bagaimana keadaan nya apakah lebih baik.?''Mama Willi bertanya dengan ramah.


Maira menganggukkan kepala nya. ketika mereka sedang berbincang,Willi datang dengan begitu mengejutkan bersama Damian.


''Pak Damian beliau adalah orang tuaku dan gadis yang bersama nya itu adalah adik ku.''Willi mengenalkan keluarga nya pada Damian.


''Oh salam kenal. ''Damian pun berkenalan dengan mereka.


Damian melihat Nirina tanpa berkedip sampai membuat Nirina salah tingkah.


''Siapa sebenar nya gadis ini, mengapa aku seperti pernah melihat sebelum nya.


''Ayah,terimakasih sudah datang''Ayu menghampiri Ayah nya, sebenar nya dia begitu terkejut melihat Damian datang sebab dia belum bercerita mengenai keadaan ibu nya.


''Maira..''melihat Maira begitu lemah hati Damian merasa teriris.


Willi mengajak Mama nya, Nirina dan Ayu untuk keluar ruangan, memberikan waktu agar mantan sepasang suami istri itu bicara.

__ADS_1


''Maira bagaimana keadaan mu.?''Maira membuang muka.


Tolong lihat saya mai, jangan selalu acuh seperti itu saya benar-benar ingin kamu seperti dulu lembut dan ramah dengan ku.''Saya tau semua yang saya lakukan tidak bisa di maafkan,''tetapi saya benar-benar menyesali nya.


Damian, rasa sakit ku tidak akan sembuh oleh apapun.''Saya mungkin bisa memaafkan mu,tetapi untuk bisa bersikap seperti dulu rasanya begitu sulit.'' karena rasa sakit ini sudah tertanam selama belasan tahun,sangat tidak mudah untuk melupakan nya.''


''Katakan Mai,''apa yang harus saya lakukan agar kamu bisa menerima kehadiran saya di hidup mu, sebagai Ayah nya Ayu.


Damian memegang lembut tangan Maira,dia terus menggenggam nya, walau Maira berusaha melepaskan nya


''Tak perlu Damian,''saya sudah bisa menerima kehadiran mu sebagai Ayah Ayu.Saya tidak pernah melarang dan membatasi Ayu untuk bertemu dengan mu,jadi apalagi masalah nya. ?


Damian mengecup jemari Maira, dia meneteskan air mata.Maira bisa melihat dengan jelas air mata itu.


''Maira saya masih begitu mencintai kamu sampai saat ini,jika memang perasaan mu telah hilang,tolong jangan sedingin ini''kedua nya saling bertatapan.Damian menatap Maira dengan penuh cinta,tetapi Maira menatap dengan penuh kebencian.


''Beri saya waktu.. ''ucap Maira


''Baiklah saya tidak akan memaksa.''


Damian mengambil potongan Buah yang sudah di kupas, mungkin Ayu yang melakukan nya untuk ibu nya.


''Makan lah Mai. ''potongan buah itu sudah berada di bibir Maira.


Maira menatap Doakan sebelum dia membuka mulut nya,dengan pelan tapi pasti mulut itu terbuka menerima suapan pertama dari mantan suami yang sudah dia benci.Dengan telaten Damian menyukai Maira,satu persatu potongan pun mulai berkurang dari tempat nya.


"Mengapa rasa nya begitu sulit untuk berdamai dengan hati ini,rasa kecewa ku begitu dalam Damian.Sakit yang kamu berikan begitu menyiksaku."


Ayu pun akhir nya kembali, dia begitu bahagia melihat Ayah dan Ibu nya begitu dekat.

__ADS_1


''Terimakasih Ayah sudah membantuku menjaga Ibu.''Ayu tidak bisa menyembunyikan rasa bahagia nya.


''Itu sudah kewajiban Ayah Ayu.''Damian menepuk bahu anak nya dengan lembut.


Nirina dan Mama nya tidak lama berada di sana, mereka segera kembali sebab Nirina masih banyak pekerjaan.


''Ayu Ayah ingin bicara,''bisa kamu ikut bersama ku.


''Baik Ayah.''Ayu mengikuti Damian keluar ruangan.


Ayu, tolong jawab pertanyaan Ayah dengan jujur.''Benarkah yang melakukan perbuatan itu pada Ibu mu adalah Nesia.?''


''Benar Ayah,''aku melihat dengan mata kepalaku sendiri.


Tangan Damian mengepal, wajah nya yang lembut berubah menjadi begitu menyeramkan.Melihat Maira terluka karena mantan istri yang baru ia ceraikan membuat nya begitu murka.


''Willi,bisakah kamu membantuku menemukan wanita iblis itu.''tatapan Damian begitu menusuk bersama amarah yang sudah ia pendam.


''Saya sedang melakukan itu Pak Damian anda giska perlu khawatir.'' jawab Willi.


Damian pun mulai berdiskusi dengan Willi untuk mencari Nesia,mereka bertukar pikiran dan sama-sama mencari solusi yang tepat.


Andhara telah berhasil menyembunyikan Nesia dengan rapih, saat ini Nesia berada dalam genggaman nya walaupun dia telah membuat masalah.


Tante bersembunyi lah dengan rapih, jangan sampai muncul ke hadapan orang banyak tanpa ijin dariku.''Menurut lah jika ingin selamat.''


''Oke Andhara kamu tidak perlu sellau mengingatkan saya seperti itu..''Nesia merasa kesal selalu diatur.


Maira menjalani perawatan tidak lebih dari satu minggu di rumah sakit,dokter telah memberikan ijin untuk pulang dan menjalani rawat jalan.Tentu saja itu sangat membahagiakan bagi Ayu,sebab dia bisa beraktivitas kembali.

__ADS_1


__ADS_2