Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 96. Sidang Perceraian


__ADS_3

Saat ini Nesia menghadiri proses persidangan perceraian nya dengan Damian,dia berharap bisa bertemu dan bertatap muka dengan Damian.pasal nya mantan suami nya itu sudah menutup semua akses untuk mereka bertemu,bahkan permintaan Allan pun tidak dihiraukan oleh Damian,jika menyangkut Nesia.


Nesia menunggu Damian di ruang sidang,hati nya bergemuruh campur aduk tidak karuan,rasa senang takut dan marah bercampur menjadi satu.Rasa bahagia nya sirna ketika sampai akhir sidang, Damian tidak menampakkan batang hidung nya, dirinya hanya diwakilkan oleh pengacara nya saja. Allan melihat Nesia dengan rasa iba,sebab diri nya tau jika sang Mama sangat berharap bisa bertemu Papa nya.


''Allan,mengapa Papa mu tidak hadir..?''Nesia menampakkan wajah sedih nya di hadapan Allan.


''Ma,,Allan tidak paham soal itu,papa juga tidak bisa di paksa untuk hadir.''Jawab Allan.


"Mengapa Papamu sekarang jadi keras kepala sekali,dia juga tidak mau mendengar apapun omongan kita.''Nesia mengeluh.


"Entah lah Ma.." Allan sebenar nya tau,jika Papa nya sudah lelah mengalah mungkin sudah saat nya dia mencari kebahagiaan nya sendiri tanpa paksaan dari siapapun lagi.


Saat ini Allan tinggal di apartemen milik nya,dia menemui Nesia ketika tidak sibuk,begitu juga waktu nya bertemu Damian pun terbatas sebab mereka tidak tinggal bersama.


Damian memang tidak datang pengadilan,tetapi justru ia menemui Willi di kantor.


"Pak Willi bagai mana dengan janji anda,apa masih ingat.?"ucap Damian.


" Tentu saya selalu mengingat nya Pak Damian."Kata Willi


"Pulang kerja nanti kita bisa menemui nya,"apa anda bisa menunggu sampai nanti,sebab saat ini Ayu masih kuliah jadi tidak bertemu dengan kita.


"Baik lah saya akan kemari sore nanti."Jawab Damian.


Damian memang datang menagih janji Willi,yang ingin mempertemukan dirinya dengan Ayu,Willi berjanji setelah putusan Erika di pengadilan selesai dan menunggu waktu yang menurut nya sudah aman.walaupun musuh masih banyak di luaran sana tetapi mereka pasti akan selalu waspada.


Benar saja,Willi menepati janji nya membawa Damian ke apartemen tempat tinggal Ayu bersama ibu dan kakek nya.Kedatangan mereka tidak di ketahui oleh Ayu dan Maira,Willi sengaja memberi kejutan pada kekasih nya.

__ADS_1


Damian dan Willi menunggu di depan pintu apartemen,menunggu pemilik rumah membuka kan pintu.Tak menunggu lama munculah Halisa membukakan pintu,Halisa masih bekerja di sana karena Willi menggaji nya besar hingga dia lebih memilih di apartemen dibandingkan bekerja di kantor.


Setelah masuk,mereka duduk di sofa menunggu Ayu datang,dia pasti akan sangat senang melihat siapa yang datang bersama Willi.


"Mas Willi,kok gak kasih kaa.....?"Ayu menghentikan ucapan nya,dia terkejut melihat siapa yang datang bersama pacar nya.


"Ayah...."Ayu berlari memeluk Damian.


"Anak ku,Papa rindu.."kata Damian.


''Mas,terimakasih membawa Ayah ku kemari.."Ayu berterimakasih pada Willi.


Willi tersenyum membeli rambut kekasih nya, kedekatan mereka membuat Damian begitu iri dengan Willi.Sebab Willi tau bagaiman cara menjaga dan membuat putri nya bahagia,Damian juga tahu seperti apa calon menantu nya itu menjaga putri nya.


''Pak Willi,''saya juga ingin mengucapkan beribu ribu terimakasih, atas semua kebaikan dan kasih sayang anda pada Ayu anak saya.


''Tidak perlu berterimakasih Om,''menjaga dan membahagiakan Ayu adalah kebahagian untuk saya,dengan cara apapun pasti saya akan berkorban untuk nya.Om Damian tidak perlu terlalu formal jika di luar kantor,panggil Willi saja saya juga belum terlalu tua bukan..?


''Ayu sangat beruntung mengenal mu Willi,''kamu lelaki yang baik dan sangat bertanggung jawab,kamu juga tahu bagai mana membahagiakan wanita mempertahankan dan memperjuangkan nya saya begitu bangga pada mu.


Jangan menyanjung saya begitu tinggi Om,saya pun sama dengan laki laki diluar sana yang pernah melakukan kesalahan dan menyakiti wanita.


Willi meminta Damian untuk tidak terlalu menyanjung nya begitu tinggi,sebab Willi pun pernah membuat Ayu begitu terluka saat diri nya menikahi Andhara kala itu.


''Yah,Mas Ayu permisi ke dalam sebentar ya.''Kata Ayu,Damian dan Willi pun mengangguk.


''Willi terimakasih telah memberikn tempat yang kayak untuk putri ku''Sebab Damian begitu takjub melihat apartemen yang di tempati Ayu,buka kaleng kaleng apartemen nya begitu mewah dan berkelas.

__ADS_1


''Sama sama Om.'' kata Willi.


Tiba tiba Ayu datang bersama kakek dan Maira ibu nya,melihat Damian ada di sana Maira hanya diam dia hanya menjaga hati anak nya agar tidak kecewa sehingga mau menemui mantan suami nya itu.


''Selamat malam Pak..''Damian menyapa kakek.


''Iya Damian selamat malam.''jawab Kakek.


Mereka berbincang dan membicarakan banyak hal,terutama soal hubungan Ayu dan Willi sebagai orang tua Damian juga ingin bertanggung jawab tentang masa depan anak nya.Karena ini pertemuan pertama Damian tidak banyak menuntut atau masuk terlalu dalam mengetahui kehidupan putri nya,dia melakukan pendekatan secara perlahan akan terlihat natural.Malam itu Damian pulang dengan hati yang begitu bahagia,apa yang di impikan nya selama bertahun tahun sudah terwujud,


yaitu bertemu dan mendekap anak kandungan nya yang sudah lama terpisah.


Di sebuah diskotik Andhara tengah minum dengan teman teman nya,kehidupan nya memang selalu saja hura hura tanpa memikirkan anak nya,setelah lepas dari Willi hidup nya memnag semakin tidak benar,hubungan nya dengan juan pun selalu saja dalam masalah sebab Andhara hanya menjadikan Ayah dari Raymond itu sebagai pelarian saja di saat kesepian.


''Kemari kau ...!''Juan menyeret Andhara keluar dari tempat hiburan malam.


''Lepas Juan,kamu tidak usah mengatur ku br*ngsek aku tidak sudi melihat mu,pergi aku itu tidak menyukai mu yang ku cintai hanyalah Willi sejak dulu sampai sekarang aku hanya menyukai nya.''Andhara secara terang terangan merendah kan Juan.


''Aku juga sudah tidak sudi dengan wanita seperti mu,kamu jangan besar kepala dan bangga diri sebab aku pun sudah muak dengan mu'' Juan men*ekik leher Andhara.


''Sialan berani nya kau kasar dengan ku,aku pasti akan membalas mu..!''Andhara menentang Juan.


''Urus Raymond dengan baik kalau tidak aku akan mengambil nya.''Kata Juan.


''Ambil saja aku tidak peduli dengan anak itu..!''Andhara menjawab dengan tanpa rasa peduli dengan putra nya.


''Besok akan mu ambil dia dari rumah mu..!''Juan mendorong tubuh Andhara lalu pergi dari sana.

__ADS_1


Juan sialan......!


Andhara berteriak dan menjadi tontonan orang yang berlalu lalang keluar masuk dari tempat hiburan itu,dia bukan nya pulang melainkan melanjutkan pesta minum nya bersama teman teman nya.


__ADS_2