Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 98.Bengis dan Licik


__ADS_3

Maaf kan Ayah nak,sebagai orang tua Ayah sangat malu dan merasa bersalah dengan mu dan ibu mu.


Bagaimana tidak,Willi melakukan apapun untuk mu bahkan di saat Ayah tidak pernah memberikan apapun terhadap mu bahkan kasih sayang sekali pun.


Damian menyentuh lembut pipi putri nya dengan penuh penyesalan.


''Ayah,sudah lah tidak perlu mengingat nya semua itu memang sudah takdir dari yang maha kuasa,Ayu sudah iklhas dengan kehidupan di masa lalu, toh Ayu bahagia ada Ibu Kakek dan Nenek yang memberikan kasih sayang penuh untuk ku.''


''Ayu,Maira saya benar benar minta maaf,tak ada lagi yang bisa saya ucap kan selain itu,karena memang semua disebabkan oleh kebodohan ku sendiri, percayalah kalian selalu dalam ingatan ku dan doa ku selama ini.'' Damian menunduk penuh penyesalan,baru kali ini dia bisa bicara dengan tenang bersama dengan dua wanita yang berharga dalam hidup nya.


Ayu menatap iba Ayah nya,sementara Maira hanya berekspresi datar saja seakan tidak mendengar ucapan mantan suami nya.


Di meja yang berbeda ada tatapan sinis yang melihat kebersamaan Damian dengan anak nya,ia tidak terima bahkan mengepalkan tangan nya menahan kemarahan batin nya yang memuncak.


"Benar kan dugaan ku kamu menceraikan ku karena wanita itu mas,awas kamu Maira pasti akan ku balas semua nya nanti." Nesia sangat marah.


Melihat Damian begitu dengan Ayu pun Nesia begitu murka,entah apa yang ada dalam pikiran Nesia mengapa dia harus cemburu pada anak suami nya, padahal memang sudah sewajarnya jika mereka dekat dan saling sayang.


Cemburu yang yang tak beralasan itu membuat Nesia semakin dengki,dia menjadi wanita yang semakin bengis dan licik.kemarahan dan kebencian nya terhadap Maira pun semakin besar tidak hanya pada Ayu saja,padahal Maira tidak melakukan apapun apalagi mendekati Damian.


Nesia mengikuti kemanapun mereka pergi,dia akhir nya tau dimana Ayu dan Maira tinggal.Tetapi Nesia tidak pernah tau betapa sulit nya masuk ke area Ayu,sebab Willi tidak akan membiarkan siapapun mengancam keselamatan nya.


"Rupanya di sini kalian tinggal,lihat saja apa yang akan ku lakukan pada kalian."Wajah Nesia begitu sinis.


Nesia menghalau mobil Damian yang akan kembali ke rumah.


Damian berhenti mendadak melihat ada mobil di depan nya,dia pun tau itu mobil milik siapa.


''Ngapain dia..?''Damian kesal.


Nesia keluar dari dalam mobil dan mengetuk kaca mobil Damian.


tok tok tok.


Damian membuka nya dengan rasa malas.


''Ada apa..?''kata Damian dengan malas.


''Aku ingin bicara dengan mu Mas.''Ucap Nesia penuh arogan.


''Katakan...!''perintah Damian.

__ADS_1


Damian masih tetap berada di dalam mobil, membiarkan Nesia bicara dari balik kaca mobil nya.


''Rupa nya kamu telah melangkah jauh dengan Maira,''ternyata sangat munafik kamu mas..!


''Saya dan kamu sudah berpisah,sebentar lagi pengadilan akan mengeluarkan akta cerai.Kamu tidak perlu lagi ikut campur urusan ku,pergi dari kehidupan ku itu akan lebih baik untuk mu.. !''


Damian memundurkan mobil nya,lalu tancap gas melaju pergi tanpa menghiraukan Nesia yang berteriak memanggil nya.


Mas,Ma......!


Brengsek kamu Damian....!


Nesia pergi dengan kemarahan yang luar biasa, dendam nya semakin membara dan rasa ingin menyakiti Ayu serta Maira pun semakin besar.


**


**


Siang yang cerah ini ada hati yang sedang rindu, melangkah dengan penuh rasa percaya diri menemui wanita pujaan hati nya.Allan sedang menunggu Nirina di ruang tunggu tamu di kantor nya,ia sengaja menjemput untuk memberikan kejutan manis karena sudah dua minggu mereka tidak bertemu.


Nirina berjalan dengan sangat cepat,sebab ia di beritahu jika ada yang menunggu nya,rencana awal ia akan makan bersama dengan teman teman nya tapi semua itu gagal karena ada yang menunggu nya,dalam hati nya ia merasa kesal dengan tamu yang sudah mengacaukan rencana nya.


''Siapa sih yang datang,membuat rencana ku kacau saja.?''keluh Nirina.


''Selamat....''Ucapan Nirina terputus.


''Siang Nona cantik..''ucapan nya terdengar manis.


Allan....!


"Jadi kamu,astaga ku kira siapa."Nirina mencubit perut allan.


"Makan yuk..?"Allan mengajak Nirina.


"Boleh.."Nirina pun setuju.


Mereka makan di tempat biasa,Allan tidak mau Nirina telat masuk kantor jika ia membawa nya makan ke tempat yang lebih jauh.


"Bagaimana kabar mu miss bawel..?"kata Allan.


"Mengapa harus kamu tanyakan,apa aku tidak terlihat sangat baik.?"kata Nirina dengan bibir nya yang manyun itu.

__ADS_1


"Kamu terlihat sangat baik kok jika dilihat,"tetapi bagaimana dnegan hati mu apa kah baik juga,


memang kamu tidak resah atau rindu dengan ku.


"Kamu ini...!""Wajah Nirina geram.


Ha haaaaaaaaaaaaa.


Allan tertawa bahagia melihat nya.


"Mengapa kamu kesal,?"saya saja rindu dengan mu apa rindu ini bertepuk sebelah tangan.


"Allan,,,,!"Nirina menepuk bahu Allan.


"Hei saya suka melihat mu cemberut,"jadi kalau kamu cemberut terus akan susah untuk saya menghapus rindu dengan mu nanti,jadi jangan menggemaskan begini.


"Allan,kamu suka sekali menggoda ku jangan membuat ku tersanjung nanti aku tak mampu terbang."Nirina pun tersenyum dengan kesal.


Allan terus saja memandang Nirina,seakan tidak ingin melewatkan wajah yang selalu dirindukan ketika sedang berada di tempat yang jauh.


"Allan waktunya makan jangan melihat ku seperti itu..?"Nirina tersipu sebab Allan terus saja menatap nya.


"Biarkan saja,"akan saya simpan wajah mu dalam ingatan agar jika saya rindu masih ada stok obat.


"Dasar gombal,makan lah..!"Allan akhir nya makan,mereka makan tanpa banyak bicara hanya mata yang terus memandang dan bibir yang selalu tersenyum.


"Nirina.." Allan meraih jemari Nirina dan menggenggam nya.


Beberapa hari lagi saya akan ke singapura untuk pendidikan,kemarin saya pergi utuk mengurus semua nya,sebenar nya rencana ini sudah lama awal nya pun saya ingin melanjutkan S3 ini di Belanda,tetapi keadaan sekarang membuat saya mengurungkan nya.


"Nirina,saya tidak tau apa kah saya mampu menahan rindu setiap detik nya padamu di sana, tolong jangan marah ya titip hati ini untuk saya jaga dan lindungi dia dari siapa pun yang akan mengisinya."Nirina tampak terkejut mendengar nya.


"Mengapa mendadak..?"Nirin berkata dengan bibir bergetar menahan rasa sedih di hati nya.


"Maaf sayang.."Wajah Allan pun sendu.


"Saya marah dengan mu Allan..!"Kata Nirina penuh kecewa.


Allan memahami jika Nirina marah,dia tau bagaimana rasa nya jika harus berada jauh dari orang yang di sayang.Allan tau Nirina menyimpan dia di hati nya begitupun sebalik nya,tetapi pendidikan itu juga penting untuk nya sebagai seorang Dokter tidak akan ada kata lelah untuk belajar.


🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺🌺

__ADS_1


Maafkan jika Author jarang up ya.


Jangan lupa vote,like dan komen.


__ADS_2