Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
108.Hanya Kecelakaan


__ADS_3

Wajah Allan penuh darah,lebih di mana-mana, dia tidak melawan Willi sedikitpun.Nirina merasa ngilu melihat wajah lelaki yang ia cintai tak berbentuk, dia memalingkan wajah dan menutup mata nya sebab tak sanggup melihat nya.


''Hajar saya sepuas mu Wil, hajar.. !''kata Allan yang membuat Willi semakin terprovokasi dan kembali menghajar nya.


''Cukup kak...!''Nirina menghentikan, dengan air mata yang masih mengalir.


''Apa kamu sudah puas,?ini belum seberapa kakak menghancurkan wajah nya Nirina.''tangan Wii masih mengepal.


Nirina tak menjawab, dia berlari masuk ke dalam meninggal kan dua lelaki yang begitu berharga untuk nya.Willi tau adik pasti merasa tidak tega dengan apa yang sudah di lakukan nya.


''Bawa dia ke rumah sakit, kalian boleh pergi setelah dia mendapatkan perawatan.!''


'' Baik bos.''Allah di bawa pergi oleh orang suruhan Willi, dia tampak lemah dan tidak memberontak.Allan hanya memanggil nama Nirina dengan lirih.


Di dalam kamar Nirina mengunci dirinya dan menangis,dada nya begitu sesak mengingat apa yang telah Allan lakukan pada nya,pengkhianatan begitu membuat hati nya teriris.


Allan yang biasa nya menangani pasien, kini giliran dirinya yang menjadi seorang pasien.Tubuh nya terbaring lemah dengan wajah yang babak belur.


''Dokter Allan siapa yang menganiaya anda,?kami akan membantu melapor polisi.''Dokter yang menangani Allan, merasa jika dia telah di aniaya seseorang.


Allan hanya memejamkan mata nya menahan perih, dia memilih diam tak menjawab semua pertanyaan rekan nya. Melihat Allan bungkam dokter pun bingung, akhir nya bisu memutuskan menghubungi Damian Yang notabene nya adalah milik rumah sakit itu.


''Pak Damian,Dokter Allan dalam perawatan tetapi yang membuat janggal wajah nya babak belur seperti baru saja di hajar preman.''Damian mengerutkan dahi nya mendengar kabar itu,yang dia tau anak tengah berada di Singapura untuk melanjutkan pendidikan nya.


''Allan.. apa dokter Tomi tidak salah bicara.?anda sendiri tau jika Allan sedang berada di luar. Mengapa ada Allan di rumah sakit?''


Lebih baik bapak lihat sendiri,''lalu tanyakan langsung dengan Dokter


Allan. ''


''Baiklah, titip dia sampai saya datang. ''


Damian menuju rumah sakit dengan tergesa-gesa, dalam benak nya ada banyak pertanyaan yang tak bisa dia jawab sendiri.Seharus nya Allan tidak berada di Indonesia saat ini,tiba-tiba mendengar kabar seperti itu membuat nya merasa bingung.Bagaimana dia tidak tahu kalau Allan sudah kembali.

__ADS_1


Damian langsung menuju ruang perawatan Allan, dia tidak perlu banyak bertanya karena ada ruangan khusus bagi petinggi di rumah sakit itu.Mauk kedalam ruang perawatan Damian begitu terkejut,hampir saja dia tidak mengenali anak nya sendiri.


''Apa yang terjadi dengan nya. ?''tanya Damian pada suster yang berjaga.


''Seseorang membawa nya dalam keadaan seperti ini pak,dia mengatakan menemukan Dokter Allan di pinggir jalan.Tetapi Dokter Allan tidak menjawab pertanyaan Dokter pada nya, untuk memastikan semua itu.''Suster menjelaskan pada Damian dengan begitu hormat.


''Bagaimana keadaan nya. ?''


''Saat ini Dokter Allan sedang beristirahat karena pengaruh obat.''jawab Suster.


Setelah suster keluar ruangan, Damian menatap lekat wajah Allan.Bergegas dia menghubungi Ayu untuk memberitahu keadaan kakak nya.


'''Ayu,Allan di rawat di rumah sakit dan Ayah tidak tau apa yang sebenar nya terjadi, bisakah kamu kemari untuk melihat nya.?''Damian memanggil Ayu, dia membutuhkan anak gadis nya untuk bicara dengan Allan,karena Damian yakin Allan tidak akan jujur pada nya apa yang terjadi.Kelulangan nya saja dirinya tidak tau pasti ada sesuatu sampai Allan merahasiakan itu dari nya.Jika bersama Ayu Allan pasti akan terbuka, karena mereka telah dekat sebelum nya.


''Baik Ayah. ''Ayu menurut tanpa banyak bertanya,walaupun sebenar nya ada yang mengganjal dengan ada nya Allan di rumah sakit.


Ayu memasuki rumah sakit dengan langkah yang cepat,dia di antar supir untuk sampai di sana.


''Ayah, ada apa dengan Allan. ?''Ayu begitu shock lihat wajah Allan.


''Bukan nya dia berada di Singapura.. ?''


''Itu juga yang ada di benak Ayah,tugas mu menanyakan semua itu pada nya ketika dia sadar.Jika Ayah yang bertanya dia tidak akan mengakui semua nya, pasti dia akan berkilah dan menyembunyikan kebenaran nya. Allan tidak akan mau berbagi kesedihan dan kesulitan nya pada Ayah, begitulah sifat nya.''


Mereka berdua menunggu Allan didalam ruang perawatan, tetapi sepertinya tidak ada tanda-tanda tanda Allan akan membuka mata.


Ayah ini sudah larut tetapi mengapa Allan belum sadar,?''Ayu takut ibu khawatir menunggu.''


''Nak kamu tidur lah disini,dibalik tirai ada tempat tidur khusus untuk keluarga pasien.Ayah akan berjaga di sini dan menghubungi Ibu mu agar tidak cemas menunggu.!''Damian membawa Ayu pada tempat yang dia maksud untuk beristirahat.


Setelah memastikan Ayu beristirahat dia menghubungi Maira untuk memberi kabar.Maira pun mengerti dengan yang di ceritakan Damian dan dia membiarkan Ayu berada di sana.


Pagi hari Ayu membersihkan diri, sebelum menemui Allan dan juga Ayah nya.Ayu melihat Damian tengah bicara dengan Allan dan benar apa yang dikata Damian tadi malam. Allan tidak akan bercerita dengan jujur.

__ADS_1


''Hai kak, kamu sudah sadar. ''Ayu menyapa Allan yang tengah bicara.


''Ayu... ''Allan terkejut karena tidak mengetahui ada Ayu di sana.


''Ayu jaga kakak mu,Ayah keluar sebentar jika terjadi sesuatu segera kabari ya.''Damian bangkit dari duduk nya untuk pergi.


''Baik Ayah ''jawab Ayu.


Ayu menatap lekat wajah Allan yang yang membiru,dia juga memperhatikan seluruh tubuh yang terbaring lemah tanpa terlewat sedikitpun.Allan mengerutkan dahi nya melihat itu, dirinya seperti di telanjangi oleh mata adik nya.


''Apakah sakit.?''Ayu bertanya.


''Pertanyaan mu sangat lucu,apa menurutmu ini wajah ku ini mainan.'' Allan mendengus kesal.


''Oh sakit.. ''Ayu seperti nya memang berniat menggoda.


Ayu yang tadinya berdiri duduk di samping Allan,jemari tangan nya menyentuh dengan lembut wajah Allan, tetapi itu hanya awalan saja karena tiba-tiba dia menusuk begitu saja sampai Allan Merintih kesakitan.


''Aw..... !''Allan berteriak.


''Sakit Ayu, kamu ingin membunuh kak kamu yang tak berdaya ini''keluh Allan.


''Aku marah denganmu, Mengapa tidak memberi kabar jika sudah kembali. Sekarang lihat betapa buruk keadaan mu,apa yang sebenar nya terjadi,siapa yang tega melakukan semua ini..?''Ayu menitihkan air mata, dia begitu sedih melihat Allan seperti itu. Ayu sendiri tau jika kakak nya orang baik,dia begitu kesal dengan orang yang sudah tega menyakiti Allan.


''Hanya kecelakaan,jangan menangis. Terimakasih sudah peduli dengan ku.''Allan menghapus air Ayu.


''Bohong,kamu bohong.!''Ayu tak percaya.


''Semua itu benar Ayu. ''Allan menegaskan.


Apakah Nirina tau,mengapa dia tidak datang kemari dan menanyakan kabar mu.''jika dia tidak tau biar aku yang mengabari nya.''


''Jangan... !''Allan menahan Tangan Ayu yang ingin menghubungi Nirina.

__ADS_1


''Mengapa..?''Ayu memicingkan mata nya merasa ada yang aneh,harus nya Allan senang jika Nirina datang,dia pasti akan menjaganya dengan penuh kasih sayang.


''Nanti dia akan sedih, saya tidak mau dia khawatir,kamu tau dia begitu cengeng.Nanti dia akan menangis terus di sini.''Allan membual, dia asal bicara agar Ayu tidak curiga.


__ADS_2