Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
chapter 17.menggenggam erat tangan ku


__ADS_3

Jadi manusia itu memang tidak boleh serakah bukan.''apapun itu kamu tetap yang terbaik Mas Willi''


Dokter allan bilang dia akan menjemput ku sore ini,


aku terima saja lah kan sekarang tidak ada supir yang menjemput ku.sayang nya aku lembur lagi jadi


ku batal kan saja acara makan dengan nya.


setiap malam aku menggunakan taksi untuk pulang,mas willi juga tidak memberiku tumpangan.


padahal aku selalu pulang malam beberapa hari ini,


kok aku merasa sekarang ''mas willi sudah,


melupakan ku ya''


satu minggu ini pekerjaan ku menumpuk..


setiap hari selalu pulang malam, setiap hari pula aku minum kopi.karena setiap pulang masih ada tugas kuliah yang menanti,jadi aku pun harus lembur sampai malam.


hari ini hari sabtu saat nya aku ke kampus,di sana


aku mengikuti pelajaran seperti biasa.


saat sampai di apartemen,aku berharap mas willi sudah datang.tapi ternyata tidak ada dia benar benar ''benci dengan ku saat ini.''


Aku bertekad saat di kantor nanti,akan menemui nya di ruangan nya. biarlah sera berpikir apa karena aku tidak terbiasa komunikasi lewat ponsel dengan nya.lebih nyaman ngomong secara langsung saja.


Hari minggu aku bertemu dengan dokter allan di sebuah restauran,dia yang mengajak ku makan di tempat itu ya aku mau saja.karena di apartemen pasti aku akan bosan,setelah selesai belajar.


Saat aku sedang makan dengan dokter allan,ada ibu ibu yang menghampiri kami,dan memanggil dokter allan.


''Allan kamu makan dengan siapa..?''mama ,Oma kok di sini.dokter allan terlihat gugup.!


''Oma mau bicara dengan mu..!''kulihat dokter allan pun mengangguk sepertinya,,


''dia anak yang patuh''


Sebelum pergi orang tua iku menatap ku dengan sangat tajam,dia melihat ku seperti ''harimau yang akan memakan mangsanya.''


setelah keluarga nya keluar dari restauran dokter allan bersikap seperti biasa,dia juga meminta maaf atas sikap nenek dan ibu nya.

__ADS_1


''Ayu maafkan mama dan Oma, yang tidak ramah dengan mu''aku tersenyum mendengar nya,tidak papa dokter bukan hal yang menyakitkan, jadi tidak perlu meminta maaf.


Setelah makan kami tidak lama ngobrol nya,sepertinya Dokter Allan ada pekerjaan lain.


dia ingin mengantar ku pulang tapi aku menolak.


karena aku tidak mau dia tau, kalau selama ini


''aku tinggal di apartemen Mas Willi.''


Setelah dari restauran tadi aku langsung pulang, karena aku memang tidak ada agenda apapun. sesampai nya di kamar aku ingin istirahat sebentar, sebelum berkutat dengan tugas yang sudah menanti.


Ternyata keadaan tidak sesuai rencana,Pak Cakra meminta ku mengirim beberapa berkas untuk meeting besok,dia juga meminta ku untuk mengecek beberapa file yang masuk di email ku.


Mau tidak mau,aku harus melakukan pekerjaan ku.


Padahal hari ini libur..yasudah lah kerjaan memang lagi banyak di syukuri saja.


Dari jam dua siang sampai jam lima sore aku masih bekerja,istirahat hanya untuk ibadah saja.


aku merasa badan ku agak lemas perut berasa ''melilit dan agak sakit.'' untuk meredakan sakit nya


untuk beberapa saat,memang sakit nya menghilang.


sam jam delapan malam pekerjaan ku baru selesai.


Badan ku terasa tidak enak saat ingin tidur,aku merakan nyeri yang sangat hebat pada perut ku.


aku heran kenapa masih sakit,saat minum obat aku kan makan nasi.segera ku ambil air hangat siapa tau setel meminum nya sakit nya berkurang,aku pasti masuk angin.


Terasa lebih nyaman setelah meminum air hangat,tapi ternyata itu tidak lama.sakit itu kembali datang bahkan ''lebih sakit berkali kaki lipat.''


aku sampai menangis menahan sakit nya,badan ku juga terasa makin lemag.aku tidak bisa menahan nya lagi,ku paksakan diri untu ke rumah sakit saja.


Dengan lemah aku berjalan keluar apartemen sendirian,beruntung nya masih banyak taksi di apartemen ini.di perjalanan aku merintih kesakitan,


supir taksi nya pun sampai tidak tega melihat ku.


bahkan aku membayar taksi itu, dengan menaruh di tempat duduk ku.entah berapa yang aku keluarkan untuk membayar nya


''supir itu sangat baik,''dia membantu memapah ku

__ADS_1


di berikan pada satpam agar membawa ku masuk.


setelah itu aku pun tidak tau lagi,apa yang terjadi dengan diriku.


Terasa berat ku buka mata yang terpejam ini,merasakan badan yang lemah kepalaku pun terasa berat.nyeri diperut ku masih ada, hanya sudah berkurang dan sedikit lebih nyaman.setelah aku tersadar ternyata aku berada di ruangan rumah sakit.suster datang menyuntikan obat pada selang infus ku,dia bilang ''untuk meredakan nyeri di perut ku .''


''Suster tas dan ponsel saya di mana ya?''kulihat sinar matahari sudah masuk keruangan,itu tandanya sudah siang dan aku tidak bisa bekerja, bahakan belum ijin sakit.


''Ini ibu barang barang nya aman bersama saya.'' terimakasih suster jawab ku.


Saat ku buka ponsel ku banyak pesan dan telfon


dari pak cakra,Sera juga menghubungi ku.Dia menanyakan keberadaan ku,serta alasan aku tidak masuk kantor tanpa ijin.Apalagi Pak Cakra dia sangat marah karena ada beberapa agenda pagi ini yang terlambat '' karena aku.''


Aku merasa bersalah,segera aku mengirim pesan pada sera.ku kirim fotoku yang tengah terbaring lemah,''di atas ranjang rumah sakit.''


untung ada suster yang membantu ku untuk foto.


seketika sera menghubungiku dan bertanya banyak hal,dia juga akan segera memberitahu pak cakra setelah beliau selesai meeting.


Saat aku tertidur ponsel ku terus saja bergetar, karena rasa kantuk ku aku tak sanggup walau untuk menyentuh nya saja.


Saat aku terbangun,aku merasa ada seseorang yang menggenggam tangan ku.terasa begitu lembut dan hangat ''seperti genggaman ibu.''


Betapa terkejut nya aku melihat orang yang ada di hadapan ku,menggenggam erat tangan ku.


dia tersenyum pada ku,wajah dan senyuman yang ''sedang aku rindukan beberapa hari ini.''


''Mas Willi..'' aku berucap dengan lemah,ku tatap mata nya ada kesedihan didalam nya.


seketika aku menitihkan air mata ku, di hadapan Mas willi.


Jujur aku takut,saat merasakan sakit yang sangat hebat aku seorang diri.tapi melihat mas willi di depan ku hati ku merasa tenang,penjaga ku telah kembali.mas willi menghapus air mata ku dengan jari nya,dan berkata ''tenang lah ada aku di sini.''


kata kata itu membuat ku tersenyum.


''kenapa..?''kata mas willi.


kenapa kamu tidak bilang dengan ku,aku pasti datang jam berapapun kamu membutuh kan ku.!


Aku menangis mendengar nya,''ternyata penilaian ku salah terhadap nya.''

__ADS_1


__ADS_2