Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 75. SADIS


__ADS_3

Pagi ini Ayu terbangun dengan perasaan yang bahagia,ketika dia membuka mata ibu nya lah yang dia lihat pertama kali.Sama seperti dulu,saat dirinya kecil dan tumbuh dewasa di kampung nya ibu nya lah yang selalu bersama nya.


''Ibu..'' Ayu membelai rambut ibu nya yang sudah mulai ada yang memutih.


''Ayu,kenapa nak..?''Ibunya terbangun.


''Ibu aku rindu kakek'' Ibunya tersenyum.


pagi itu mereka menghubungi kakek nya,Kakek Ayu dan Halisa sangat senang bisa melihat Ayu kembali sehat.


''Ayu cucu kesayangan kakek,''kamu sudah sembuh nak.Kakek bahagia sekali mendengar nya,cepat sembuh dan kembali bersama kakek di sini.


Kakek berurai air mata bahagia bisa ngobrol dengan Ayu.


''Iya kek diakan Ayu supaya bisa cepat pulang,''kakek jaga kesehatan ya supaya kalau Ayu pulang kakek kuat menggendong ku lagi...


Kakek tertawa mendengar candaan cucu nya.


''Halisa titip kakek ya,''terimakasih sudah menjaga nya dengan baik.Terimaksih juga sudah mendoakan ku.


''Pasti Ayu,aku akan selalu mendoakan mu sampai kembali kesini.''Jawab Halisa.


Ayu tampak murung setelah menghubungi Kakek nya,membuat Maira bingung apalagi jika terjadi sesuatu dengan putrinya.


''Ayu kamu kenapa lagi sayang?'' Kata Maira.


''Bu apa Ayu boleh menghubungi Ayah,?''Ayu belum sempat mengucapkan terimakasih dengan nya, keadaan nya baik kan bu bukan kah saat itu dia tertembak.?


''Dia sudah nak,setelah menjalani perawatan di rumah sakit.''Jawab Maira.


''Bu ijin kan Ayu bicara dengan Ayah ya,?''Ayu ingat sekali bagaimana saat itu dia berjuang menyelamatkan ku.Dia bertengkar dengan ibu nya,bahkan dia menghalau pistol yang sudah di arah kan tepat dikepalaku.Ayu sangat takut saat itu, tapi Ayah berusaha mengambil pistol itu dari Oma psikopat itu.Mereka berusaha menguasai pistol nya,


tetapi naas pelatuk pistol nya mungkin tertarik atau sengaja ditarik oleh Oma tua itu.Sehingga peluru itu menembus tubuh Om Damian,Aku terkejut melihat darah yang mengalir dari tubu nya.Melihat dengan mata kepalaku sendiri Om Damian tumbang kelantai,tanpa kusadari bibir ku memanggil nya Ayah.aku berteriak histeris,aku takut dia pergi ''sebelum aku menyebut nya Ayah.''


''Ibu tolong maafkan dia,''demi Ayu bu tolong.Dia sudah membuktikan cinta nya pada ku.Ibu lihat sendiri betapa sadis nya Erika,bahkan dia mampu menyakiti anak nya sendiri apalagi aku bu.


Maira terdiam,dia tidak tau harus berkata apa.Hatinya memang sangat sakit,kecewa nya pada Damian sudah sangat membekas.Tetapi kalau yang meminta adalah putri nya sendiri,Maira bisa apa..?Saat Ayu koma,bahkan dia akan mengabulkan semua permintaan Ayu jika di sadar.Sekarang ayu mengucapkan itu,walaupun Ayu tidak tahu apa yang di ucapkan Ibu nya saat itu.tetapi Maria merasa bahwa Ayu sedang menagih janji Maira padanya.


Ayu kalau kamu ingin bicara dengan Ayahmu,'' bilang saja dengan Willi,Dia yang akan menentukan semua nya.Ibu tidak berhak lagi menentukan nya, demi keselamatan mu ke depan nya ibu menyerahkan semua keputusan ini pada nya.


''Baik Bu Ayu mengerti'' Jawab Ayu.


Pagi ini sebelum sarapan Willi mengajak Ayu jalan-jalan disekitar rumah nya,karena Ayu baru pulang Willi tidak berani membawa nya pergi jauh.


''Sayang,kamu senang bisa melihat udara luar.?''Willi bertanya.


''Iya Mas,apa lagi ditemani kamu.''Willi tersenyum, membelai rambut Ayu.

__ADS_1


''Mas boleh Ayu menghubungi Ayah.?'' Willi menghentikan langkah nya.


''Sayang maaf untuk sementara jangan dulu ya,'' Sampai kita pulang ke Indonesia baru kamu bisa menghubungi bahkan bertemu dengan Pak Damian,


untuk saat ini keselamatan mu di atas segala nya.


Mas berharap kamu mengerti,percayalah Pak Damian pasti juga merindukan mu.


''Tapi sampai kapan Ayu disini mas .?''Wajah Ayu murung ketika bicara.


''Sabar ya sayang,sekitar satu bulan lagi kok.'' Sampai keadaan mu membaik dan Dokter memberi izin untuk pulang.Masih ada terapi yang harus kamu jalani untuk memulihkan kondisi mu,kamu mengerti kan..?


''Mengerti Mas..'' Jawab Ayu.


''Kalau begitu senyum dong,jangan murung.!'' Ayu tersenyum dia tau Wili pasti melakukan yang terbaik untuk nya


Menjalani hari-hari di jerman terasa menyenangkan untuk Ayu,dia juga semakin dekat dengan Liora. Sesekali Bianca juga datang untuk bermain, membuat hari yang dilalui terasa begitu cepat. Apalagi Willi selalu mengajak nya jalan-jalan setelah terapi atau cek kesehatan lain nya.


''Mas kamu banyak kerjaan Ya.?''Ucap Ayu.


''Iya sayang,apa sekertaris pak Cakra bersedia membantu..?'' Ayu tertawa mendengar nya.


''Pasti presdir,''saya akan selalu siap jika anda butuh bantuan.Katakan saja apa yang harus saya lakukan, untuk membantu pekerjaan anda.


''Cium saya..!''Ayu melotot ke arah Willi dan tertawa.


''Siap pak Bos'' Kata Ayu.


Ayu mengerjakan tugas dari Willi dengan tenang,dia juga rindu bekerja dan beraktivitas seperti sebelum nya.


Nirina Kelelahan setelah kembali dari puncak,dia memaksa Zidan untuk tidak bercerita dengan Willi.


Tetapi Zidan tetap melaporkan apa yang terjadi dengan Nirina.Willi tidak marah dia mencoba menghubungi Mama nya,untuk menanyakan keadaan adik nya.Mama nya bilang keadaan Nirina baik dia hanya kelelahan saja.


''Baik ma,''bawa dia berobat saja ya supaya keadaan nya tidak memburuk.!


Nirina dibawa berobat ke rumah sakit tempat Allan bekerja, karena dekat dari rumah.Hasil pemeriksaan menunjukan Nirina baik-baik saja,dia hanya demam dan kelelahan saja.


''Ma aku ke toilet dulu ya.''Kata Nirina.


''Apa perlu Mama temani.?''Nirina menggeleng.


''Mama tebus obat saja aku bisa sendiri kok.!''


Setelah keluar dari toilet,Nirina berniat kembali ketempat Mama nya yang sedang menebus obat nya.Nirina terkejut ketika ada yang menarik tangan nya.


AW......lepasin...!

__ADS_1


''Allan...!''


Nirina terkejut ternyata yang menarik tangan nya adalah Allan,dia lupa kalau di tempat inilah Allan bekerja.


''Mati aku,dia pasti marah.''


''Ngapain di sini.?'' Kata Allan.


''Menurut dokter,orang kesini mau apa..?'' Nirina berkata tanpa menatap Allan.


''Saya di sini,, mengapa kamu lihat ke tembok.?''apa tembok itu lebih menarik,sampai kamu terus melihat nya.


Allan menunjuk ke arah wajah nya.


''Iya..'' Kata Nirina .


''Mengapa kemarin kamu tidak datang..?'' Allan menanyakan ketidak hadiran Nirina siang itu.


''Ya aku tidak mau.''Jawan Nirina dengan ketus.


Sebenar nya jantung Nirina serasa ingin copot, betapa malu nya dia tidak datang tanpa kabar apapun.Dia juga bersikap tetap cool untuk menutupi


dirinya yang merasa sangat gugup dihadapan Allan.


''Mengapa tidak memberi kabar..?'' Allan masih saja bertanya.


''Karena memang aku tidak mau..''Jawab Nirina lagi.


''SADIS..!'' Allan berbisik ditelinga Nirina.


''Saya harus pulang,'' Mama ku pasti menunggu jadi tolong jangan halangi saya,bisakah kamu memberiku jalan.


''Tunggu dulu..!'' Allan menarik tangan Nirina,dia juga menempelkan tangan nya di dahi nya.


''Kamu panas..?'' Allan khawatir.


''Memang,''karena itulah saya kemari dan sudah ada dokter yang menangani nya jadi tidak perlu di periksa lagi oleh anda pak dokter.


Nirina langsung pergi meninggalkan Allan,karena dia takut Allan akan banyak bertanya dan dia tidak bisa lagi menjawab.


''Untung bisa kabur dari Allan,aduh jantung ini rasanya mau copot ketemu dia..''


πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€πŸ€


Maaf ya jika belum bisa doubel up,karena author menulis lebih dari satu judul novel dan kalian bisa baca judul yang lain nya jika berminat.


Terimakasih banyakπŸ˜˜πŸ˜˜πŸ™πŸ™

__ADS_1


__ADS_2