Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
104.Mengingat Nirina.


__ADS_3

Berpisah dalam waktu yang belum cukup lama sudah membuat Nirina begitu merindukan Allan.Rindu itu pun juga melanda hati Allan,setiap nafas yang ia hembuskan selalu mengingat Nirina.


''Halo sayang.''senyum Allan sangat mempesona dan berhasil membuat Nirina terpana.


''Aku rindu..''wajah Nirina terlihat begitu manja.


''Hei miss bawel,saya juga merindukan mu.''Setiap saat bayangan mu selalu menghantuiku,andai kamu ada di dekat ku pasti sudah saya rengkuh tubuh mu dalam dekapan ku.


''Nirina sayang,''maafkan saya yang tak berada di samping mu.Saya akan berusaha dengan keras agar semua cepat selesai dan bisa kembali bersamamu.


Allan begitu sedih melihat Nirina yang sepertinya terluka menjalani LDR dengan nya,dia merasa sangat bersalah membawa Nirina dalam keadaan yang sulit.


''Ya Allan aku akan berusaha kuat di sini tanpamu, i miss you.''


Semalam suntuk mereka saling memberi kabar dan melepas rindu, sebab Allan tidak bisa dihubungi setiap saat.Kesibukan nya mampu mengalahkan Willi sebagai pemimpin perusahaan.


Ayu sudah bisa kembali ke kampus untuk melanjutkan kuliah nya,Willi memberikan kebebasan agar Ayu bisa menentukan jalan hidup nya asal dalam pantau nya.Kejadian yang menimpa Ibu nya membuat Willi tidak melepaskan Ayu sendiri,tentu saja tetap ada orang yang menjaga nya.


Ayu pulang kuliah seperti biasa di antar oleh supir yang khusus Willi tugaskan untuk menjaga nya.Waktu diperjalanan semua terasa biasa saja,tetapi setelah berada didalam tempat yang sepi ada beberapa mobil yang mengikuti mereka.


''Non Ayu, seperti nya ada yang mengikuti kita.Bersiaplah saya akan menambah kecepatan nya,tetap tenang dan jangan panik hubungi Pak Willi sekarang..!''Ayu pun menoleh ke arah belakang untuk memastikan sendiri keadaan di sekitar nya.


''Baik Pak.. ''ucap Ayu.


Ketika supir tancap gas Ayu pun berusaha tenang, dia menghubungi Willi tetapi tidak ada jawab.


''Pak Mas Willi tidak menjawab,''lebih baik ngebut saja,supaya mereka tidak bisa menangkap kita.


Supir pun mengikuti kemauan Ayu dia menambah kecepatan nya. Mobil di belakang pun mengejar ya,supir Ayu semakin menambah kecepatan nya.Mereka seperti sebuah adu balap mobil,keadaan itu menjadi pengalaman yang menegang kan bagi Ayu.


Pak belok kiri saja di gang sempit supaya mereka bingung.''Cepat selagi mereka masih jauh ''mata Ayu.


Supir pun membelokkan mobil nya sesuai perintah Ayu,merek berdua mencari jalan tikus untuk kembali ke apartemen nya.Setalah mencari jalan yang berliku mereka berdua akhir bisa a lepas dari para penguntit itu.


''Pak supir kamu sungguh keren,ternyata seru juga ya main petak umpet dengan mereka.''supir pun melongo mendengar Ayu bicara.Jantung nya seakan ingin lepas, takut jika terjadi sesuatu dengan Ayu.Justru Ayu bilang seperti petak umpet, benar-benar konyol.


''Apa Non Ayu bilang petak umpet,Jika dia terluka nyawaku taruhan nya dan dia menganggap ini remeh, sungguh bagaikan lelucon.''

__ADS_1


Setelah mengantar Ayu pulang,supir pun menceritakan apa yang di alami pada Willi.


''Siapa lagi mereka..?''Willi berkacak pinggang dengan kesal.


''Menurut saya mereka adalah orang yang sama,yang selalu ingin menyakiti Non Ayu.''jawab supir.


Baik akan ku hancur kan langsung dari akar nya,tidak perlu memikirkan anak buah nya.''Sekarang lebih baik menangkap bos mereka.''


Willi pun mencari Cakra untuk membicarakan semua itu.


Setelah menunggu selama satu jam akhir nya Cakra pun muncul menemui Willi.


''Sorry telat Wil.. ''kata Cakra.


''Bos di sini siapa, mengapa saya harus menunggu.''Willi menatap Cakra tak berkedip.


Sorry bos,jadwal saya padat hari ini. ''Apa yang ingin kita bahas sekarang. ?''


Kita harus mencari Nesia sampai ketemu,dia pasti akan selalu mencari celah untuk menyakiti Ayu dan Ibu nya. ''Saya tidak mau ada yang terluka lagi,'' kamu harus bergerak dengan cepat Cak, !supaya semua ini cepat terselesaikan.


''Apa menurut mu hanya Nesia yang ingin menyakiti Ayu.?''kata Cakra.


''Jadi Andhara juga berada dibalik semua kekacauan ini.?''


Will,mereka berdua bersekongkol dan Andhra yang menyembunyikan Nesia saat ini.Jangan kamu pikir Andhara takut dengan ancaman mu,tidak sama sekali ''dia justru semakin menggila.''


''Andhara rupanya kamu menantang saya,kamu saya ampuni karena Raymond,Tapi kali ini tak akan ada lagi maaf bagimu.!kamu akan menjadi mainan baru ku sekarang. ''Willi tersenyum licik.


''Apakah yang sedang kamu pikirkan Wil.. ?''Cakra keterangan melihat Willi.


Pulang lah..!''sekarang waktu nya saya bertemu dengan Ayu,''apa kamu ingin kami bercinta.''Willi mengambil kunci mobil nya dan meninggalkan ruangan.


''Dasar konyol,jujur sekali kamu mengusir ku.''Saya sudah bercinta setiap hari dengan istri, untuk apa melihat mu.


Mereka berdebat seperi anak kecil,tidak peduli lagi dengan ocehan Cakra, Willi bergegas pergi menemui Ayu.


Malam ini Ayu sedang menemani Ibu nya,walaupun kondisi Maira sudah sangat baik tetapi Ayu tetap merawat nya dengan baik. Apalagi Halisa sudah kembali bekerja di kantor jadi Ayu harus mengurus nya seorang diri.

__ADS_1


Bu ada tamu,''Ayu lihat dulu siapa yang datang.''


''Iya nak.''kata Maira.


Melihat Willi yang ad adi balik pintu Ayu pun langsung memeluk nya.


''Kamu datang Mas..?''


''Kamu senang.'''Willi mencubit hidung mancung Ayu


''Ya sangat senang. ''kata Ayu.


''Ibu dan Kakek sedang apa..?''


''Kakek sudah tidur dan ibu sedang istirahat.''jawab Ayu


willi melihat Ayu tanpa berkedip, menatap nya dengan intens,seolah mencari celah di balik tubuh yang sempurna.


''Kenapa Mas.. ?''


''Apakah ada yang terluka.. ?''rupanya Willi cemas


Tidak Mas,''Ayu baik tidak terluka sedikit pun. ''


''Mas Ayu boleh gak Ayu belajar bela diri,?'' supaya kalau ada orang jahat menghadang Ayu bisa ameng hajar nya, supaya tidak ad alami yang meremehkan ku.


Willi melebar kan senyum nya,dia bahkan tersenyum geli mendengar permintaan Ayu.


''Kenapa menertawakan ku. ?''Ayu cemberut.


''Kamu serius,''apa kamu tidak takut tangan mu patah atau wajah mu yang mulus ini lebam sayang.?


''Tidak mas,jangan meremehkan ku.''


''Serius..?''Willi semakin mendekati Ayu,


Mas... !

__ADS_1


''Serius kah.... ?''


Bibir Willi menyapu dengan lembut bibir mungil Ayu.


__ADS_2