Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
118.Kacung Tak Berguna


__ADS_3

''Brak.... !''pintu itu nyaris roboh oleh tendangan Allan.


"Allan.... !"Nesia terkejut dengan sekejap Allan sudah berada di hadapan nya.Dia pikir anak buah nya akan mengalahkan Allan dengan mudah


"Dasar bodoh mereka, sampai membiarkan Allan lolos kemari, Dasar kacung tak berguna. "umpat Nesia.


"Allan.. "ucap Nirina dengan lirih tanpa tenaga, dia tak menyangka Allan akan datang mengaji dewa penyelamat bagi nya.


"Lepaskan dia Ma.. !"perintah Allan.


Nesia justru tertawa, dia tidak suka Allan memerintah dirinya. Siapa Allan bukankah dia cuma anak angkat, bahkan saat ini dirinya telah bercerai jadi tak ada gunanya menyayangi anak pungut itu, karena Damian sudah membuang nya.


"Jangan memerintah diriku anak kesayangan.. "ucap Nesia dengan sinis.


"Ma ku mohon, tolong jangan sakiti wanita yang ku cintai. Lebihan baik Mama hukum saja aku tapi jangan dia. "dapat Nirina lihat sedalam apa cinta Allan untuk nya.


"Diam.. !Jangan pernah memanggil ku Mama, aku bukan Mama mu lagi Allan. Sekarang kau bukan lagi putraku hei anak pungut. Kamu sangat tak berguna bodoh, membujuk Damian untuk tidak menceraikan ku saja kau tidak mampu. Sia-sia aku membesarkan mu dengan kasih sayang dasar tidak berguna... !"


Nesia menanam luka dalam hati Allan, selama ini Allan tulus menyayangi orang tua angkat nya, tetapi semua kasih sayang yang di berikan hanyalah semu. Hanya demi mendapatkan hati Damian lah, dia melakukan semua itu. Sungguh Allan begitu Naif mempercayai wanita yang tidak melahirkan nya.


"Jadi seperti ini wajah asli mu Ma, pantas Papa begitu keras menceraikan mu. Kamu memang wanita yang tak pantas untuk dicintai oleh siapapun. Wanita seperti mu lebih baik musnah dari muka bumi ini. "


"Diam... !"Nesia mengarahkan pisau pada perut Nirina.


"Jika kamu berani menghinaku, maka pisau ini akan menusuk kekasih mu ini. "ancaman Nesia tidak main-main, Allan harus waspada pada Mantan Mama nya itu.

__ADS_1


"Jadi Allan bukan anak kandung wanita jahat ini, pasti dia sangat terluka dengan semua ini. "Nirina hanya mampu bicara di dalam hati nya.


Cakra yang berada tak jauh dari pintu pun tak bisa berbuat banyak, ada pisau yang sedikit saja akan menggores perut Nirina. Dian menunggu Willi dan Damian datang.


"Kalian hajar orang itu dan jangan di beri ampun, dan jika kamu sampai melawan Allan akan ku robek perut wanita ini. Dalam sekejap kamu akan melihat nya menjadi mayat. "Nesia mengancam Allan, dia menggunakan posisi nya saat ini untuk menekan Allan.


Dua lelaki bertubuh gempal itu menghajar Allan dengan membabi buta, Allan tak melawan sedikit pun. Demi Nirina dia telah walaupun itu adalah hari terakhir nya. Nirina begitu sedih melihat Allan bertaruh untuk nya, dirinya begitu menyesal tidak percaya pada penjelasan nya. Tanpa bukti dan penjelasan apapun dapat Nirina lihat ketulusan Allan, berkorban demi dirinya.


Nirina hanya mampu mengeluarkan air mata nya, dia menggelengkan kepala nya agar Allan tidak berkorban lagi. Tetapi Allan justru tersenyum dengan begitu manis, dengan darah yang sudah melumuri wajah nya. Wajah Allan sudah tak berbentuk, tubuh nya pun mungkin sudah hancur. Betapa kejam nya wanita yang pernah mencurahkan kasih sayang yang berlimpah pada nya, kini justru menjadi harimau yang menerkam nya hidup hidup. Nirina mengutuk dirinya, yang begitu bodoh hingga mampu di kelabui oleh Nesia. Jika dia tidak ikut bersama wanita jahat itu, Allan pasti masih abik-baik saja.


"Aku menyayangimu Nirina. "Setiap pukulan yang dia terima, Allan gantikan dengan mengungkapkan rasa sayang nya pada Nirina didalam hati.


Terakhir kali nya saat salah satu dari mereka menghantam perut Allan, dan dari mulut nya keluar darah segar yang berhamburan. Allan seketika tumbang, dan tidak sadarkan diri.


"Allan, sayang jangan tinggalkan aku. Kumohon bertahan lah. Tuhan tolong jaga dia, jaga pria yang mu cintai jangan biarkan dia pergi lagi dari ku."batin Nirina menjerit


Damian yang baru datang bersama Willi terkejut melihat itu, dia segera berdiskusi sesaat dengan Cakra dan Willi. Damian langsung masuk dan bertepuk tangan saat Allan jatuh tersungkur..


Pok pok pok pok.


"Hebat sekali kamu Nes sangat hebat... !!"tuduh Damian.


"Mas... "kata Nesia terbata.


"Kamu ibu yang sungguh luar biasa, jika kamu tak sudi lagi menganggap anak ku itu sebagai anak mu. Setidak nya perlakukan dia dengan baik, bukan serendah ini. Kamu wanita bajingan demi Allan, aku akan menghabisi mu.. !"ucap Damian yang begitu rapuh melihat Allan tak berdaya.

__ADS_1


"Aku seperti ini karena mu Mas, aku melakukan semua kejahatan karena mu. Aku tidak ingin bercerai, kamu yang sudah merubahku menjadi wanita keja. Allan tak berguna lagi, dia tidak berguna untuk ku. "Nesia tetap saja membahas perceraian.


Dua orang yang ingin menghajar Damian di cegah oleh Nesia, Wanita itu tidka mungkin rela pria yang begitu dia puja sampai menjadi gila akan di sakiti


"Berhenti, jangan menyakiti nya. !"perintah Nesia.


"Mas jika kamu bersedia kembali pada ku, menjalani rumah tangga kembali dengan ku. Maka akan ku lepaskan gadis ini, aku akan menjadi Istri yang baik untuk mu. "Nesia memberikan penawaran.


"Begitu.. "ucap Damian.


"Bagaimana dengan Allan.. ?"Damian menambahkan.


"Kita bisa hidup tanpa dia mas, kita hidup berdua saja. "


"Tapi aku mau anak.. ?"tawar Damian.


"Kita adopsi anak lagi Mas, ku mohon. "


Oke, jika itu mau mu tapi lepaskan dulu gadis itu. !"pinta Damian


"Aku akan melepaskan wanita ini setelah kita menikah. "ternyata Nesia tidak semudah itu untuk dikelabui.


"Oke baiklah kita akan menikah, lalu kapan.. ?"tanya Damian.


Nesia berpikir sejenak, memikirkan pernikahan dengan Damian semakin cepat akan semakin baik. Tetapi di saat Nesia tengah fokus berpikir dan lengah oleh belati di tangan nya, Willi pun mulai menjalan kan aksi nya. Dengan Fokus dan konsentrasi yang tinggi agar tepat sasaran, Willi mengarahkan pistol dari jarak jauh.

__ADS_1


__ADS_2