Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 91. Di Depan Gerbang


__ADS_3

malam semakin larut Willi pun pamit pada Ayu.


''Sayang sudah larut istirahat dan tidur lah..!''Mas dan Nirina juga ingin pulang,kamu jaga diri di sana ya.


''Baik Mas,kamu juga hati hati ya di jalan,salam untuk Nirina dan tante.'' jawab Ayu.


Willi pun menghampiri Nirina untuk mengajak nya pulang.


''Hai Allan..'' Willi menyapa.


''Hai Will..''Jawab Allan.


''Dek pulang yuk,sorry Allan sudah waktu nya kami pulang.'' Willi bicara pada mereka berdua.


''Iya kak..''Jawab Nirina.


''Iya Will,silahkan..''Kata Allan.


Setelah Willi dan Nirina pulang,Allan pun tak lama pergi dari kafe dia menuju rumah sakit sebab ada praktek malam.Dengan menyibukkan dirinya,akan membuat dirinya lupa dengan semua permasalahan yanga ada.


Pagi ini Nesia datang ke rumah keluarga nya,doa begitu marah dengan Damian.Kedatangan tentu saja untuk meminta bantuan pada keluarga nya terutama Papa nya,ketika masih muda dulu orang tua nya yang kaya raya itu sangat lah berkuasa dan mampu melakukan apapun,melalui orang tua nya lah dia bisa menikah dengan Damian.


''Pa ,Ma Nesia tidak mau bercerai dengan Damian apapun alasan nya.Dia juga keterlaluan menyuruhku keluar dari rumah itu,pokok nya Papa harus melakukan apapun agar Damian kembali bersama ku.''


''Nesia..Papa sudah bicara baik baik dengan nya,''tetapi dia benar benar ingin berpisah dari mu semua itu karena kesalahan mu sendiri nak,sudah lah kamu terima saja.

__ADS_1


''Apa Papa bilang,''semua salah ku apa Nesia tidak salah dengar,tidak ada hal yang salah yang kulakukan hanya Damian saja yang bodoh.Memiliha wanita miskin itu daripada diriku,aku akan melakukan apapun untuk merebut suami ku kembali.


''Kamu itu sudah tua Nesia bukan anak remaja lagi, jangan melakukan hal hal tanpa berpikir seperti anak muda.Cintamu itu sudah buta,malu dengan usiamu Papa dan Mama sudah tua,kami ingin tenang melihat mu bahagia jadi jangan menimbulkan banyak masalah seperti mertua mu, lihat lah sekarang dia susah dan terpuruk di masa tua nya,terkurung di penjara tanpa keluarga di samping nya.''


''Percuma Nesia bicara dengan Papa,''kalau nanti Damian mengusir ku akau akan tinggal di apartemen saja,percuma tinggal di sini tidak ada yang membela ku.


Nesia pergi dari rumah orang tua nya,dia kesal karena semua orang terdekat nya tidak ada yang mendukung nya bahkan selalu menyalah kan nya.Dia mendatangi kantor polisi untuk menemui ibu mertua nya,hanya Erika lah yang selalu mendukung nya.


Nesia duduk berhadapan dengan Erika,bertatap empat mata dengan ibu mertua nya.Empat mata mereka bertemu,tatapan sinis dan pikiran licik pasti akan menemui ide yang begitu meyesatkan.


''Ma..Mas Damian sudah mendaftarkan perceraian kami,tolong bantu Nesia Ma apa yang harus Nesia lakukan.'' Nesia berkata sembari menangis.


''Dasar anak bod*h..berani sekali dia menceraikan mu.''Kata Erika.


''Hancurkan saja wanita kampung itu dan anak nya, jangan biarkan mereka hidup bahagia di atas penderitaan ku.''Erika memang di dalam penjara, tetapi dia menggunakan Nesia untuk menyerang musuh nya.


Banyak yang mereka berdua rencanakan,Nesia kembali dengan senyum licik nya.


Sampai lah Nesia di rumah nya,tetapi penjaga rumah melarang nya untuk masuk,melangkah satu jengkal saja kedalam gerbang dia tidak bisa.Dia marah membentak para pekerja di rumah itu, mencaci dan memaki sesuka hati nya.Tetapi penjaga rumah tidak peduli,mereka masih tetap dengan pendirian nya melarang Nesia untuk masuk.


''Berani ni nya kalian melarang ku masuk kedalam rumah ku,kalian tidak tau malu saya yang menggaji kalian semua b*doh.Buka gerbang nya sekarang juga atau kalian semua akan ku pecat dari sini.''


Masih banyak kata kata yang tidka pantas di ucapkan oleh Nesia,membuat yang mendengar nya sakit telinga.Tak lama datang lah Damian dari dalam rumah,dia menghampiri Nesia yanng berada di luar gerbang.


''Berhentilah berteriak Nesia..!''perkataan mengganggu warga di sini,jadi tutup mulut kosong mu itu.Bukan kah sudah ku peringat kan untuk meninggal kan rumah ku,apa kamu tidak punya malu masih tetap di sini.

__ADS_1


''Kita belum resmi bercerai Damian jadi aku masih berhak berada di rumah ini.'' Jawab Nesia.


''Saya sudah menjatuhkan talak pada mu,''kamu bukan istriku lagi.Jadi pergi dari rumah ku sekarang juga,sudah ku persiapkan harta untuk mu jadi kamu tidak usah takut akane jadi gembel di jalanan.


''Brengs*k kamu Damian..aku pasti akan membalas semua ini..'' Nesia berteriak di depan gerbang rumah itu.


Tidak lama para pelayan di rumah itu keluar membawa beberapa koper milik Nesia.


''Permisi Tuan,koper nya sudah kami persiapkan.''Kata pelayan.


''Berikan pada nya,bila perlu lempar saja ke jalanan.'' Kaya Damian.


para penjaga memberikan lima koper milik Nesia, semua koper itu berisi pakaian dan perhiasan.


''Bawalah semua barang milik mu..!''sisanya akan di antar oleh pelayan esok hari ke rumah orang tua mu.! ingat Nesia saya bisa lebih sadis dan ebih kasar daripada ini,kalau sampai kamu menyakiti orang orang terkasih ku,saya tidak akan tinggal diam.


Damian melangkah masuk kedalam rumah meninggal kan Nesia di luar,dia masuk tanpa peduli dengan wanita yang hampir dua puluh tahun menjadi istri nya.


''Seandainya kamu tidak berubah,kamu masih tetap Nesia yang lembut yang perta saya kenal.Mungkin saya tidak akan setega ini dengan mu Nes,tetapi kamu berubah menjadi wanita licik seperti rubah betina.Mama berhasil meracuni pikiran mu,kalian sekarang sama me jadi orang jahat untuk kepuasan diri sendiri.''


Nesia memasukkan semua koper nya ke dalam mobil,dia melakukan semua itu sendiri sebab dia memang tidak bersama supir saat itu.Dengan amarah yang begitu memuncak Nesia pergi dari rumah Damian menuju apartemen nya,sebab dia tidak mungkin kembali ke rumah orang tuanya.


''Allan,Mama di usir oleh Papa mu tega sekali dia nak,mengapa hanya memberi waktu sehari saja setelah dia menalak Ma.'' Nesia mengadu pada Allan,dia menangis begitu sedih untuk mendapat simpati dari anak nya itu.


''Apa Ma...!''Papa melakukan itu,astaga mengapa bisa sampai seperti ini sih,sekarang Mama dimana biar Allan yang bicara dengan Papa.

__ADS_1


''Mama di apartemen nak,''Papa mu kejam sekali dia melempar semua koper Mama keluar,Mama bagaikan pengemis di luar pintu gerbang tidak di perbolehkan masuk oleh nya.


''Ya Tuhan Papa mengapa kejam sekali,Mama tenang saja Allan pasti akan bicara dengan Papa.'' Allan merasa kecewa dengan Damian.


__ADS_2