
Dingin nya lantai rumah sakit yang menusuk sampai tulang,tidak sedingin hati Ayu yang hancur melihat ibu nya terbaring di ruang operasi.kegelisahan nya semakin menjadi jika mengingat deras nya darah yang mengalir di tangan nya. Belum lagi psikis nya yang lemah,membuat Ayu gemetar sepanjang waktu,Willi sampai tidak tega melihat nya.
''Mas,gimana keadaan ibu..?''Ayu begitu cemas.
''Tenanglah sayang,''Dokter sedang menangani nya.
Ayu mondar-mandir di depan ruang operasi,sebab dari dirinya pingsan sampai kembali sadar operasi belum juga selesai.q
''Mas kenapa lama sekali..?''Ayu merengek gelisah.
''Sabar Ayu,sebentar lagi pasti akan selesai semua butuh proses.''Jawab Willi.
Tak lama Nirina datang dengan panik nya,Willi menghubungi nya agar dia bisa menemani Ayu.
''Kakak,Ayu.....!''
''Nirina..''Nirina pun langsung memeluk Ayu yang tampak kusut sebab selalu menangis.
''Ada apa kak,mengapa bisa begini..?''Nirina yang merasa tidak mengetahui apapun langsung datang ke rumah sakit karena panik.
''Nanti kakak cerita,sekarang situasi nya tidak tepat.''
Pintu ruang operasi terbuka mengejutkan mereka,Maira di bawa ke ruang perawatan yang sudah di siapakan.Ayu dan Nirina pun ikut serta menemani,sementara Willi dia menemui Dokter di ruangan nya untuk mengetahui kondisi pasien.
Pak Willi,saat ini kondisi Ibu Maira sudah stabil. Semua proses operasi berjalan lancar,lukanya cukup dalam dan pasien pun sempat kritis,tetapi beruntung nya dia kuat dan tuhan memberi kemudahan sampai operasi nya berjalan dengan baik.
''Terimakasih Dokter atas bantuan anda,saya permisi.''Willi tidak banyak bicara dia hanya ingin tau inti nya saja,mengetahui keadaan Maira yang baik dia pun segera menemui Ayu.
Pintu ruang perawatan terbuka,terlihat Ayu sedang menggenggam tangan ibu nya sambil menangis.
''Ibu,ibu dengar Ayu kan jangan terlalu lama ya tidur nya Ayu takut bu.''Willi menghampiri dan menepuk pelan bahu nya.
__ADS_1
''Ayu biarkan Ibu istirahat,''Dokter berkata jika Ibu baik-baik saja.Saat ini Ibu sedang pemulihan jadi kamu tidak boleh berisik,nanti kalau tidur ibu terganggu akan mengganggu pemulihan nya.
''Benarkah Mas..?''
''Iya sayang...''Willi mengulas senyum.
Menemani Ibu nya yang tertidur membuat Ayu pun mengantuk,dia tertidur di sofa rumah sakit dan paha Willi menjadi bantal nya.
''Kak ada apa sebenar nya..?''Nirina kembali menanyakan rasa ingin tahu nya.
Dengan pelan,Willi menceritakan jika Maira di tusuk seseorang,saat identitas nya sedang di selidiki.
''Kak lebih baik kita lapor polisi saja..''Nirina memberi usul.
''Kakak juga ingin nya seperti itu,''tetapi jika ini sampai ke pihak kepolisian Ayu pasti akan menjadi saksi nanti nya.Psikis nya sedang tidak baik dan saat ini pasti dia sangat trauma,banyak kekerasan mental dan fisik yang dia alami,kasian kan.
''Kejam sekali orang itu..''dia tidak bisa di ampuni kak,kasih pelajaran yang setimpal supaya dia kapok enak saja berkeliaran di luaran sana.
''Kamu tenang saja kakak akan urus semua nya.''
Nesia bersembunyi di apartemen Andhara,dia gemetar luar biasa sudah menyakiti Maira dengan tangan nya sendiri bahkan sisa darah pun membekas di jari nya.
''Tante mengapa bod*h dn ceroboh,harus nya kalau ingin bertindak itu berpikir dulu.Percuma kita membayar orang untuk mencelakai mereka,jika tante melakukan nya sendiri.Andhara kan sudah pernah bilang jangan mengotori tangan kita sendiri,kalau sampai polisi mencari tante jangan pernah membawa namaku tan.''Andhara marah dengan sikap Nesia yang gegabah.
''Andhara..tante tadi spontan melakukan nya,bagai mana ini tante tidak mau di penjara tolong bantu cari tempat untuk bersembunyi.''Nesia sangat panik.
''Tante cari saja sendiri tempat nya..''Andhara berteriak.
''Kamu jangan membentak ku..!''ingat Andha jika aku tertangkap nasib mu pasti akan lebih buruk.Apa kamu mau,Willi sampai tau kalau kamu juga merencanakan hal yang buruk untuk Ayu.
Nesia tersenyum licik mampu menyudutkan Andhara.
__ADS_1
Sial....!
''Berani sekali tante mengancam ku.....?''kata Andhara.
''Aku tidak mengancam mu gadis manis,bukan kah kenyataan nya memang seperti itu.Willi pasti akan memb*nuh mu hidup-hidup,atau bisa saja dia nanti akan memanggang mu di atas bara api seperti kambing guling.''
''Cukup tante..!''Andhara merasa ngeri dengan apa yang di katakan Nesia.
''Oke aku akan membantumu untuk bersembunyi sampai situasi nya aman.Bersiaplah biar anak buah ku datang menjemput dan mengantarmu ketempat yang tante inginkan.''
''Begitu dong,''kalau begini kan semua pasti aman. Ingat Willi itu tidak bodoh dia juga pasti akan mencari mu jadi berhati-hati lah.
Andhara segera menghubungi anak buah nya untuk membantu Nesia bersembunyi.
''Tante anak buah ku sudah di depan pintu sekarang, keluarlah pakai masker dan kaca mata,agar tidak ada yang mengenali mu termasuk anak buah Willi.''
Nesia pun menuruti apa yang di katan oleh Andhara,dia bergegas keluar dan meninggalkan apartemen itu menuju tempat yang lebih aman.
''Sialan..dasar orang tua b*doh menyusahkan kan saja,aku pikir dia bisa membantuku untuk menjalan kan misi-misi ku,bukan nya mempersulit seperti ini.''Andhara merasa di rugikan.
''Sayang sedang apa..?''Pesan dari Allan.
''Sedang menemani Ayu menjaga orang tua nya di rumah sakit.''balas Nirina.
Tanpa menunggu lama,Allan langsung menghubungi Nirina untuk memastikan keadaan yang sebenar nya.
''Halo Nirina ada apa dengan tante Maira,mengapa dia di rawat.?''ucap Allan di ujung ponsel nya.
''Tante Maira tertusuk dan bagaimana kejadian nya aku tidak tahu.''Nirina menjelaskan.
''Baik lah jaga dirimu dengan baik ya sayang,nanti Saya akan bertanya pada kakak mu.''
__ADS_1
Allan pun mencoba mencari tau keadaan yang sebenar nya,dia segera menanyakan apa yang terjadi dengan Maira pada Willi.