
''Ayo ma kita pulang?''Kata Allan.
''Baik Allan'' Nesia mengikuti Allan.
Sebelum pulang mereka mampir ke kantor polisi untuk menjenguk Nyonya Erika,karena semenjak Oma nya ditahan oleh tuntutan Willi Allan memang belum menjenguk nya.
Saat itu ketika Ayu terjatuh Nyonya Erika ingin melarikan diri,tetapi anak buah cakra berhasil menangkap nya.Tak lama polisi juga datang karena Willi sudah mengutus pengacara nya,untuk mengurus kasus penculikan Ayu.
Di disinilah sekarang Nyonya Erika berada,di dalam penjara merenungi masa tua nya di sana.
''Oma,bagai mana keadaan Oma.?''Allan bertanya dengan lembut.
''Tidak usah sok perhatian Allan,kamu senang kan Oma berada di sini.!''Omanya berkata dengan ketus menjawab pertanyaan Allan.
Oma Allan itu khawatir dengan Oma di sini,pasti tidak nyaman kan.Maaf Allan baru sempat kemari, karena fokus merawat papa.kemarin kondisinya sempat naik turun membuat Allan cemas,peluru yang masuk terlalu dalam Oma.
''Terus bagaimana keadaan Papa mu?''Nyonya Erika penasaran.
''Sekarang sudah membaik,Oma.''Jawab Allan.
''Ma,mama sehat kan?'' Nesia bertanya.
''Nesia,ganti pengacara yang sekarang dengan yang baru,yang pasti nya lebih handal.''Kata Erika.
''Ia Ma '' Jawab Nesia.
Oma,pengacara yang sekarang itu sudah baik tidak perlu diganti.Masalah yang Oma hadapi itu berat jadi itu tidak akan mudah,pasti akan banyak penyelidikan dan pemeriksaan lebih lanjut.Sudah lah Oma,lebih baik renungkan semua kesalahan Oma.Agar Oma tidak gegabah seperti ini lagi,Oma sudah membuat Ayu koma.Bahkan Papa hampir kehilangan nyawanya karena Oma juga,tolong Oma jangan seperti ini lagi
Allan sayang sama Oma,sedih melihat keadaan Oma seperti ini.Ayu itu cucu Oma,mau seperti apapun cara yang Oma lakukan itu tidak akan merubah takdir nya.Darah Papa dan Oma mengalir di tubuh nya,dia tetap keturunan Keluarga Aditama. Sekeras apapun Oma menolak nya,dia tetap cucu Oma.
''Cukup Allan..!Oma tidak membutuhkan ceramah mu,lebih kamu pulang,pusing Oma mendengar omongan mu.!''Allan kecewa pada Oma nya.
Tanpa berpamitan Allan melangkah keluar,menuju mobil nya.Meninggal kan Nesia di dalam,entah apa yang di bicarakan Mama dan Oma nya Allan tidak peduli.
''Oma tetap saja keras kepala,apa sih yang ada di dalam pikiran nya.?''Keluh Allan.
''Mama lama lagi,Mama sama aja dengan Nenek pantas Papa marah bikin ulah terus.''Allan benar-benar kesal.
__ADS_1
Ketika Nesia datang,Allan melajukan mobil nya dengan kencang dia terlihat kesal dengan Mama nya.Karena Allan tau Nesia mendukung Omanya kemarin dan saat ini.
''Allan kamu kenapa?''Kata Nesia.
''Kalau Mama merencanakan hal buruk lagi dengan Oma,bukan hanya Papa yang marah Allan juga bisa marah Ma.!''Jawaban tegas Allan.
Nesia pun terdiam,Allan jarang marah tapi kalau dia sudah marah itu tandanya sudah sangat kesal.
Willi tengah bekerja di kantor,Maira sudah menggantikan nya menjaga Ayu.Ditengah kesibukan nya,Sera berkata jika ada Andhara ingin bertemu dengan nya.Willi malas menemui mantan istrinya yang sudah membohongi nya itu,pintu ruangan Willi terkunci dari dalam membuat Andhara tidak bisa untuk masuk.
''Willi buka will,kita perlu bicara.!''Andhara membuat keributan di sana,dia menggedor pintu ruangan itu dengan kencang.
Andhara di seret paksa oleh satpam kantor yang di perintah langsung oleh Willi,dia menjadi tontonan para staf di sana.
''lepaskan saya,lepaskan saya bisa pergi sendiri apa kalian tidak tau saya ini istrinya william bos kalian.!''
Para satpam tidak menggubris dengan ucapan Andhara.
''Ingat Nona Andhara,anda dilarang masuk kedalam kantor ini..!''perintah satpam dengan tegas.
''Wil bagai mana urusan mu dan Andhara kedepannya.?''Kata Cakra.
''Tidak ada yang perlu di urus Cakra,di sudah ku ceraikan di depan orang tuanya.Raymond juga bukan anak ku,jadi apa lagi yang harus di urus.'' Jawab Willi.
''Mungkin dia rindu jadi upik abu lagi,haaaaaa'' Cakra tertawa bahagia.
Sudah kah Cak,jangan membahas dia lagi pekerjaan kita masih banyak.proyek-proyek harus selesai tepat waktu,jangan sampai ada yang tertunda.
''Siap Bos'' Jawab Cakra.
Setelah lelah bekerja dan ingin memejamkan mata nya untuk menghilangkan kantuk nya,Willi di kaget kan dengan suara ponsel nya yang berdering,itu membuat Willi sedikit kesal.
''Mama,ada apa sih baru saja ingin tidur sebentar.?''Willi pun mengangkat telfon dari Mama nya.
''Halo Ma,ada apa?'' Ucap Willi.
''Wil,datang ke rumah sakit sekarang..!''Willi terkejut.
__ADS_1
''Ada pa dengan Nirina Ma,?''Willi Panik.
''Datanglah,tidak usah banyak bertanya cepat..!''Wili pun segera keluar dari ruangan kerja nya dengan terburu-buru.
Willi mengajak Cakra untuk ikut ke rumah sakit,dia takut terjadi sesuatu dengan adik nya.Mereka menuju Rumah sakit sat itu juga,tidka jelas nya kabar dari sang Mama membuat Willi semakin panik.
Di sepanjang perjalanan,Willi tempak tidak tenang dia bahkan sangat kesal karena Mama tidak menerima telfon dari nya.Cakra hanya mampu menenangkan Wili walaupun sulit,terkadang harus berdebat karena Willi bukan nya tenang malah emosi.
Sesampai nya di rumah sakit,Willi dan Cakra berlari menuju ruangan Nirina.Pikiran Willi sudah kacau, keadaan Nirina yang sempat memburuk terbayang terus dimata nya.
''Saya takut terjadi sesuatu dengan Nirina Cakra,bagai mana kalau sesuatu yang buruk terjadi pada nya.'' Willi bercerita dengan nada yang sedih.
''Tenang lah Wil,jangan berprasangka buruk.!'' Cakra memberi nasehat.
Saat samapi didepan kamar perawatan Nirina,Willi sempat ragu untuk membuka pintu.Dia takut hal yang tidak ia inginkan,terjadi pada adik kesayangan nya.
''Ma,,,!!''Willi terkejut melihat apa yang dilakukan Mama nya pada Nirina,bahkan keadaan Nirina pun membuat Willi tak bisa bergerak sedikitpun,dia diam di tempat untuk sesaat karena terkejut.
''Nirina,kamu sadar dek..?''Willi berlari memeluk adik nya.
Kakak sangat bahagia,akhir nya kamu bisa sembuh terimakasih telah berjuang.Ini benar-benar mukjizat dari tuhan untuk kita,tidak ada kata lagi yang bisa kakak ucapkan karena kebahagiaan ini sungguh luar biasa.
''Terimakasih kak,sudah menjaga ku kamu sudah melakukan banyak hal untuk ku.terimakasih sudah berjuang bersama ku,terimakasih sudah yakin kalau aku akan sembuh'' Nirina pun menangis dalam pelukan Willi.
Willi menangis haru melihat Nirina sudah sadar bahkan kembali berbicara dengan nya.Norina begitu dekat dengan kakak nya,dia juga sangat manja dengan Willi.Apalagi semenjak Papa mereka meninggal,Willi semakin protektif pada adik nya.
''Halo Nirina,selamat ya kamu sudah sadar semoga kamu cepat sembuh dan bisa segera pulang.oh ya maaf saya sudah menikah dua tahun lalu,habis kamu kelamaan sih sakit nya.tapi kalau kamu jadi yang kedua, tidak masalah saya siap kok.''Cakra menggoda Nirina.
''Ihh mas Cakra mau pamer ya kalau sudah menikah,''Jawab Nirina dengan tertawa.
Nirina juga dekat dengan Cakra,dahulu sebelum Nirina koma,Cakra suka sekali menggoda nya.
🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁🍁
Maaf ya sudah telat Up nya...
terimakasih yang sudah setia menunggu.
__ADS_1