
Juan hari ini mendatangi rumah keluarga Andhara, maksud kedatangan nya untuk mengambil Raymond untuk di asuh oleh keluarga nya,sebab keluarga besar nya tidak setuju jika harus di asuh oleh Andhara yang tidak pernah peduli dengan anak nya sendiri.
''Om,tante kedatangan ku kemari untuk mengambil Raymond sebab Andhara tidak pernah becus mengurus buah hati nya.''Juan berkata terus terang.
''Tapi Juan kami yang merawat nya dari dia masih bayi.''Kata Mama Andhara.
''Tapi saya Ayah kandung nya,''sudah saat nya Raymond tinggal bersama saya,Andhara juga sudah mengizinkan nya.
Juan menunjukan vidio Andhara yang mengijinkan nya membawa Raymond.
''Lihat Om apa yang Andhara lakukan,''bukan nya menjaga anak nya tetapi dia mabuk mabukan di luar,Ibu macam apa dia.
''Bukan kah kalian sama..!''Papa Andhara menyudutkan Juan.
''Saya memang bejat Om,''tidak peduli dengan anak, tapi itu dulu sekarang saya lebih memilih anak daripada ibu nya yang semaunya sendiri,saya sudah tidak tertarik dengan Andhara lagi,yang gila dengan laki laki tanpa memikirkan anak nya.Saat ini Willi sudah bahagia dengan wanita pilihan nya,Jadi lebih baik kalian tidak usah mengharapkan nya lagi.
Kedua orang Andhara merasa tidak terima,tetapi apa yang dikatakan oleh Juan memang benar ada nya.Juan pin membawa Raymond pergi dari rumah keluarga besar Andhara,sementara Andhara sendiri tidak berada di rumah melainkan pulang ke apartemen nya.
Selama ini diam nya Andhara bukan tidak melakukan apapun dia selalu saja mencari celah untuk merebut Willi dari Ayu,dia akan selalu menghalalkan segala cara untuk mendapatkan kemauan nya.
ting tong ting tong.
Nesia membuka pintu,dia sedikit terkejut melihat siapa yang datang ke apartemen nya,Nesia merasa tidak mengenal siapa wanita cantik yang ada di hadapan nya.
''Selamat malam tante,boleh aku masuk..?''Andhara menyapa.
__ADS_1
''Malam,kamu siapa..?''Jawab Nesia.
''Bawa aku masuk tante,''supaya tante tau siapa aku ini dan nanti akan ku jelaskan semua nya.
''Kamu tidak sopan sekali dengan orang tua,pergi dari sini dasar wanita gila.''Nesia tidak suka dengan Andhara.
Melihat sikap Nesia Andhara sedikit terkejut,tetapi dia berhasil menetralkan dirinya agar terlihat santai.
''Tante kita itu mempunyai misi yang sama yaitu menjatuhkan Ayu dan keluarga nya.''mendengar ini Nesia pun tersenyum licik,dia pun membawa Andhara masuk kedalam apartemen nya.
''Katakan saja apa sebenar nya mau mu dan darimana kamu tahu tentang mereka...!''Kata Nesia.
''Aku ini Andhara mantan istri dari Willi suherman,'' Ayu yang telah merebut nya dari ku,bukan kah dokter muda itu anak anda bukan kah di juga dekat dengan Ayu dan anda juga memiliki dendam yang sama bukan dengan Ayu dan ibu nya.Bagaimana jika kita bekerja sama untuk menjatuhkan mereka,menyakiti dan menghancurkan nya.
''Misi kita memang sama,tetapi misi ku juga ingin menghancurkan mantan suami mu itu.'' Nesia tersenyum licik penuh dendam.
''Aku pikir diriku saja yang memendam benci pada Maira,ternyata anak muda ini pun sama menjadi buas karena laki laki,bagus lah jadi bisa ku manfaatkan dia untuk menyingkirkan musuh musuh di luar sana.'' Nesia tertawa sinis dalam hati nya.
''Oke aku setuju,jadi langkah apa yang ingin kamu ambil untuk misi pertamamu dengan ku...?''Nesia berta nya.
''Dulu Ayu pernah celaka karena ulahku,''tetapi dia masih bisa selamat bukan kah tante juga sudah melakukan nya,?tetapi dia masih lolos dari maut kan.jadi menurut saya lebih baik kita menggunakan cara yang halus untuk membinasakan dia.
''Dengan cara...?''Nesia belum mengerti.
''Kita gunakan penyusup..''untuk mengintai nya di kampus,suruh dia menikam nya saat wanita itu lemah.
__ADS_1
''Boleh juga ide mu.''bergerak lah dengan cepat jangan menunda waktu agar semua cepat selesai,katakan lah apa yang bis aku bantu untuk mempercepat semua itu
''Sabar tante kita tidak boleh terburu buru,nanti hasil nya tidak akan memuaskan,cukup carikan orang saja yang bisa satu kampus dengan Ayu,soal biaya itu masalah kecil untuk yang lain bisa kita bicarakan
lain waktu.
Nesia dan Andhara akhir nya memutuskan bersatu, mereka menyiapkan rencana rencana licik untuk menyakiti Ayu dan Maira.
Sepulang dari kantor Damian mengajak Ayu makan malam di luar,di sana tidak cuma Ayu ada Maira yang menemani nya,sebab Willi tengah sibuk dengan pekerjaan nya.
''Maira terimakasih sudah mengijinkan Ayu bertemu dengan ku..'' kata Damian.
''Ya..''Jawab Maira dengan singkat.
Ayu senang bisa makan bertiga dengan keluarga nya secara utuh,walaupun ibu nya belum mau banyak bicara dengan Ayah nya tetapi kebersamaan itu sangat beharga untuk nya.
''Ayu bagaimana hubungan dengan Willi,''sudah sejauh apa sekarang apa ada rencana menikah kedepannya atau bagai mana.Maaf Ayah hanya hanya ingin tau saja,sebab Ayah tidak mau ada yang menyakiti mu.
Maira sempat terkejut mendengar pertanyaan Damian,dia menatap pria yang dulu di cintai nya itu untuk sesaat.Maira hanya diam dia tidak ingin terlibat banyak pembicaraan dan berinteraksi dengan Damian.
''Yah Mas Willi sudah melamar ku di Jerman,''setelah Ayu sembuh Ibu juga sudah tau,tetapi kami belum ingin meresmikan didepan Ayah dan keluarga. Setelah Ayu lulus kuliah barulah kita akan memikirkan semua itu,sebab Mas Willi ingin menunggu samapi Ayu sarjana.
Damian memahami keputusan putri nya,dia tidak berani menentang atau memberikan saran yang berlebihan karena takut menyakiti perasaan Ayu.
''Oh begitu,''baiklah Ayah menghargai keputusan kalian,tetapi jika bisa di resmikan dalam waktu dekat bukan kah lebih baik,baru setelah kamu lulus kalian lanjut menikah.Ini hanya saran saja dari ayah kalau tidak berkenan kamu bisa mengabaikan nya.
__ADS_1
''Terimakasih Ayah atas saran mu,''Ayu senang jika orang tua ku perhatian dan peduli dengan ku.Tetapi Ayu tidak bisa memaksa Mas Willi untuk itu,sebab saya paham bagaiman kesibukan nya saat ini, apalagi saat harus menemani Ayu ke ke Jerman. Banyak sekali waktu serta pekerjaan yang terbuang, dan banyak yang sudah dia korban kan untuk Ayu,dari materi,waktu,pikiran dan masih banyak lagi. Mas Willi bukan hanya sekedar pacar buat Ayu, dia sahabat,guru,atasan,kakak dan masih banyak lagi yang tak bisa di gambar dengan apapun,segala usaha dan perjuangan nya untuk ku semua dia lakukan dari nol saat Ayu tidak tau apa apa di sini, tanpa dia mungkin saat ini Ayu tidak akan bisa duduk dengan tegak disini.
Ayu berkata di temani air mata yang mengalir di pipi nya,semua ingatan nya berputar mengenang masa masa sulit,masa dimana Willi membantu nya bangkit dan yang paling menyakitkan ketika Willi harus hidup dengan Andhara ketika itu.