Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
110.Mengadu


__ADS_3

''Kamu tidak marah Mas.. ?''Ayu bertanya sambil senyum-senyum kecil.


''Kemari lah.. !''Ayu berjalan menghampiri Willi.


''Coba katakan lagi,seperti yang kamu ucapkan pada para karyawan tadi.!''Willi tidak tersenyum sedikitpun.


''Mas tadi itu aku hanya bercanda..''Ayu menjelaskan.


''Cepat katakan Ayu..!''


''Tidak aku tidak mau. ''Ayu memanyunkan bibir nya.


Willi melangkah dan menyambar bibir itu dengan gemas.


Lain kali jangan bicara sembarangan, kalau ada orang yang salah mengartikan bagaimana,''Mas juga merasa cemburu dengan ucapan mu.''


Ayu diam,dia menyadari apa yang di ucapkan tadi memang salah, walau pun niat nya ingin mengerjai karyawan tetapi itu sama saja menimbulkan fitnah untuk tuk Cakra.


''Ya mas Ayu minta maaf.Aku mengerti maksud mas, sebenarnya aku juga tidak bermaksud mengatakan itu, karena mereka mengatakan aku sudah tidak bekerja di sini, jadi tidak pantas kalua sering menemui Pak Cakra.Mereka menyimpulkan jika aku menjadi simpanan Pak Cakra karena sudah tidak ada kepentingan lagi di tempat ini.''


Willi tersenyum mendengar nya.


''Sayang harus nya kamu bilang, jika kamu itu calon istri presdir agar mereka kabur tak berani lagi menindas mu. !''


''Menjadi simpanan Pak Cakra saja sudah membuat mereka kepanasan, apalagi berkata seperti itu mereka pasti akan bilang aku ini tukang berkhayal. ''


''Apa perlu di umumkan.. ?''kata Willi.


''Jangan Mas.. !''Ayu melarang.


Willi tak lagi berkata,dia membawa Ayu kedalam dekapan nya.Beberapa hari tak bertemu karena kesibukan membuat nya rindu.


''Sayang ada perlu apa kemari hem.?''Willi baru menyadari dia tidak mengetahui maksud kedatangan Ayu.


Jika Ayu datang kekantor itu pasti ada kepentingan atau Willi sendiri yang meminta nya, jika tidak ada hal penting tak mungkin dia mendatangi kekasih nya.


''Mengapa Kak Allan babak belur,apa kamu ingin membunuh nya Mas.?''Ayu melepas pelukan Willi.


''Jadi dia mengadu dengan mu.. ''Kata Willi tanpa rasa bersalah.


''Aku yang memaksa nya.''

__ADS_1


''Lalu... ?''Willi pun bertanya.


Mengapa harus menggunakan kekerasan Mas,kasian dia sampai Ha curhat begitu wajah nya.Bagaimana pun dia saudara ku Mas,''apa pantas kamu memperlakukan calon kakak ipar seperti itu.''


Terlihat raut kekecewaan dari wajah Ayu, Willi dapat melihat nya dengan jelas.


''Mas harap,apa yang terjadi dengan mas dan Allan tidak berpengaruh pada hubungan kita.Allan pantas menerima itu semua, itu belum seberapa dibanding dengan kesalahan yang telah dia lakukan.!''Ayu memicingkan mata nya,bukan itu jawaban yang dia inginkan.


''Tapi tidak perlu menggunakan kekerasan.''Ayu memperjelas maksud dari pembicaraan nya.


''Kamu berkata begitu karena tidak tahu kesalahan yang kakak mu lakukan,jika itu terjadi dengan kita, Mas yakin Allan juga akan menghajar ku.''Willi masih berkata dengan intonasi yang lembut.


''Ayu tahu Mas.''


''Lalu kamu membela nya setelah tau dia salah,apa kamu tidak kasihan dengan Nirina.''Willi mulai terpancing emosi.


''Bukan begitu,kalian harus mendengar penjelasan Allan dahulu,bukan langsung menghajar nya.Berikan kesempatan orang lain untuk bercerita, supaya tidak terjadi ke salah pahaman di antara kalian.''Ayu berusaha menjelaskan agar Willi tidak tidak berpikiran buruk.


Tetapi sepertinya Willi tidak sependapat dengan nya,dia tidak mengalah saat adu argumen nya.


Apa kamu pikir Nirina buta,''sampai dia salah melihat.''


''Mas.... !''Ayu men jeda ucapan nya,dia menarik nafas begitu dalam karena dada nya begitu sesak mendengar ucapan Willi.


Tanpa pamit Ayu mengambil tas nya yang ia letakkan di atas meja,dia melangkah ke arah pintu dan mengejutkan Willi.


''Ayu tunggu, kamu mau kemana. ?''Willi menghalangi kepergian Ayu.


''Tidak usah menghalangiku Mas,dada ku sesak berada di sini.''kata Ayu tanpa rasa takut.


Willi tetap berdiri di hadapan Ayu dan memegang tangan nya


''Lepas Mas.. !''perintah Ayu.


''Tidak.. ''jawab Willi.


''Mas... !''Ayu menahan amarah nya.


Willi menggelengkan kepala nya sebagai isyarat.


''Mas... !''Ayu meninggikan suaranya.

__ADS_1


''Tidak akan.. ''jawaban Willi pun sama.


''Minggir mas. ''Ayu semakin marah.


''Ay.....!''Ayu memejamkan mata nya,mendengar Willi membentak nya dengan keras.Willi merasa bersalah melihat wajah ketakutan Ayu di hadapan nya.


''Pergilah.. !''Willi pun menyerah, merelakan Ayu keluar dari ruangan nya.


Ayu keluar meninggalkan ruangan Willi, bahkan dia tidak banyak bicara dengan Sera,dia bahkan tidak pamit dengan Sera. Biasanya Ayu pasti akan ngobrol sepatah dia kata dengan Sera.


''Pasti terjadi sesuatu dengan mereka.''Sera mengerti dengan situasi nya.


Di ruang kerja nya Nirina melamun, dalam hati nya dia memikirkan Allan apalagi dia melihat sendiri jika orang yang dia cintai itu babak belur karena ulah kakak nya.Rasa sakit di hatinya mengalahkan rasa simpatik dalam dirinya.


''Bagaimana keadaan Allan, apakah dia baik-baik saja.Apa aku harus menjenguk nya,Ayu pasti dia tahu keadaan Allan.''Saat Nirina ingin menghubungi Ayu, dia melihat Ayu melintas didepan ruang kerja. Nirina dapat melihat dari balik kaca.


''Ayu pasti baru saja bertemu Kakak, tau mengapa wajah nya murung apa terjadi sesuatu dengan Allan.''batin Nirina.


Willi yang sedang memejamkan mata, saat membuang emosinya terganggu dengan notifikasi pesan masuk di ponsel nya.Dia mengirim itu Ayu,dengan cepat Willi membuka nya.


"Kakak, aku melihat Ayu di kantor.Tetapi wajah nya sendu apa terjadi sesuatu dengan Allan karena kamu menghajar nya."


Ternyata Nirina yang mengirim pesan karena penasaran.


"Allan baik, dokter sudah menanganinya." balas Willi.


Nirina merasa lega mendengar kabar Allan.


Ayu bertemu Allan,dia menceritakan apa yang terjadi antara dirinya dan Willi baru saja.


''Ayu kamu datang.''Allan tengah makan siang seorang diri.


''Biar ku bantu.. ''Ayu menyuapi Allan.


''Maaf aku belum bisa membujuk Mas Willi, yang ada kami justru berantem.''Ayu bercerita tetapi hanya kesimpulan nya saja.


''Jadi kalian bertengkar.?''Allan merasa tidak enak menimbulkan keributan di antara Ayu dan Willi.


''Tak apa,Mas Willi juga kerasa kepala.'' Ayu berusaha menenangkan Allan.


Di kamar nya Ayu diam, menatap ponsel nya yang tak ada pesan masuk satupun dari Will,yang biasanya mengirimkan kata-kata manis yang menyejukkan hatinya.Panggilan pun tak ada rasa nya begitu sepi,ingin menghubungi dahulu tetapi di sedang marah. Akhir nya Ayu berusaha menahan dirinya,doa tidka akan meminta maaf sebelum Willi yang datang pada nya.

__ADS_1


''Lihat saja Mas,siapa yang mampu bertahan di antara kita.''batin Ayu.


Kegalauan tidak hanya dilanda Ayu dan Willi, Nirina pun sama dia melamun di kamar nya. Walaupun dia marah dan membenci Allan tetapi dia tidak mampu menghilangkan rasa cinta nya pada pria itu.Saat ini mereka sedang berkutat pada pikiran nya masing-masing.


__ADS_2