
Hasil seluruh pemeriksaan Allan sangat baik, sekarang tinggal pemulihana saja. Tentunya kabar itu di sambut senang oleh semua orang yang menyayangi nya.
Kini Maira yang sering menjaga Allan, jika Ayu dan Nirina sedang tidak ada. Nirina juga baru keluar dari rumah sakit tentunya harus banyak beristirahat.
Willi sudah mulai bekerja dengan normal, untuk kasusu hukum Andhara dan Neisa semua di urus oleh Cakra dan pengacara yang sudah dia percaya.
Ayu pun sudah kembali dengan semua aktivitas nya. Kuliah, belajar dan melakukan kegiatan lain nya termasuk ilmu bela diri yang sedang iya dalami. Willi masih tetap memberikan pengawasan yag ketat untuk Ayu, demi keselamatan dan kesehatan nya.
''Allan lihat aku bawa apa untuk mu.. ? ''Nirina datang membawa berbagai macam makanan untuk Allan.
''Banyak sekali.. ''ucap Allan.
''Pak dokter semua ini bisa anda makan kan.. ?''Nirina menggoda Allan.
Bisa sayang, ''bahkan kamu pun bisa ku makan sekarang juga. .'' mata Nirina langsung membulat ketika Allan juga menggoda nya.
''Dasar domter mesum.. ''kata Nirina.
''Hei siapa yang mesum, aku tak bicara apapun.'' Allan berkata tanpa dosa.
Nirina pun cemberut manja sambil menyodorkan sesendok cake untuk Allan.
''Terimakasih sayang. ''Allan membelai lembut Pipi Nirina.
__ADS_1
''Allan jangan sakit seperti ini lagi, aku takut,, takut kamu tidak bangun lagi. Jangan melakukan hal bodoh lagi seperti kemarin, jangan berkorban untuk ku sampai membahayakan nyawa mu sendiri, aku tidak rela. ''
''Demi kamu aku rela jika nyawa ku yang harus menjadi taruhan nya. Kamu tahu Nirina, aku lebih takut dengan kemarahan mu daripada apapun itu. ''
Seketika tangis Nirina pecah, dirinya semakin merasa bersalah karena marah dan egois. Kemarahan nya begitu buta smapai dia tidak melihat ketulusan Allan, kecemburuan nya saat itu begitu besar sampai semua yag Allan katakan itu salah.
''Maaf aku tekah egois tidak percaya dengan ucpaan mu, aku begitu buta sampai penjelasan mu tak mampu menyntuh ku. Bahkan kamu rela di hajar Kak Willi, tapi aku tetap tak mau melihat semua ke tulusan diri mu Allan. ''
''Jangan menangis sayang, kembali dirimu kepelukan ku itu sudah mengobati semua sakit yang ku rasakan. Terimakasih sudah memberikan cinta mu kembali, terimakasih sudah menerimaku menjadi cinta mu. '' Nirina memeluk Allan, meluapkan tangis di bahu pria yang di cintai nya itu.
Setelah Allan di periksa oleh team dokter saat itu, Nirina kembali bertemu dengan Allan dan itu hanya berdua. Mereka saling bertatap rindu pasti nya, dan Nirina pun menyesali sikapnnya yang tidak mau memaafkan Allan. Mereka berdua masih menyimpan cinta yang begitu besar. Allan kembali mengungkapkan cinta nya, dan Nirina dengan begitu bahagia nya menerima semua cinta itu.
Kamu harus cepat sembub Allan, supaya kita bisa menghabis kan waktu bersama di udara bebas. Aku ingin pergi ke semua tempat yang ku suka bersamamu. ''Kamu mau kan menemani ku. ?''
''Sayang asal bersama mu pasti akan ku kulakukan itu. '' Nirina tersipu dengan jawaban Allan.
''Mai.... '' suara Damian menghentikan langkah Maira.
''Kamu mau pulang kan, biar ku antar. '' Maira menganggu menerima tawaran itu.
Mereka hanya berdua di dalam mobil, mereka juga hanya bicara seperlu nya saja. Walaupun hubungan mereka sudah membaik, tetapi terkadang merek juga merasa asing dan gugup untuk memulai bicara. Damia membawa Maira kesebuah tempat yang Maira sendiri tidak tahu itu dimana, dan untuk apa Damian membawa nya keasana.
''Ini rumah siapa .. ?''ucap Maira.
__ADS_1
''Masuk lah Mai, kita bicara didalam. '' Maira pun mengikuti kemauan Damian.
Ini rumah mu Mai, aku sempat memberikan rumah ini pada Ayu tetapi saar itu dia masih marah dan menolak semua pemberian ku. Kali ini tolong jangan menolak nya, ''semua ini milik kalian apa yang ku punya itu milik Ayu juga dan kamu Mai.''
'Aku tidak bisa meberima nya Dam, tapi jika kamu ingin memberikan nya untuk Ayu, silahkan saja. Aku tidak akan melarang nya, Ayu yang berhak menerima semua pemberian mu. ''
Ini hadian untuk mu, ''yang telah merawat Ayu dengan baik tanpa aku Mai. ''
''Seorang ibu tidak membutuhkan hadian atau bayaran apapun untuk membesarkan anak nya. '' Damian langsung memeluk Maira, dan Maira yang tak menduga yang di lakukan Damian dia pun mematung.
''Mu mohon terimalah, Mai kau pantas mendapat kan nya. Penolakan mu akan membuat penyesalan ku lebih besar pada kalian, amu minta maaf Mai telah membiarkan kamu mengurus Ayu seorang diri, maaf telah menelantarkan kalian. Seumur hidup ku, aku selalu hidup dalam penyesalan Mai. ''
''Baiklah aku akan menerima nya. ''
Maira tahu Damian tulus mengucapkan nya, Maira juga tahu Damian sebenar nya adalah pria yang baik dan lembut. Tetapi semesta memisahkan mereka dengan tangan orang tua Damian sendirk. Mereka harus berpisah mengorban kan cinta yang begitu besar. Mengorban kan hati mereka dan buah cinta nya.
Damian melepas pelukan nya setelah Maira menerima pemberian nya. Dia mengajak Maira untuk melihat-lihat semua isi rumah yang sudah lengkap dengan isi nya. Mereka berhenti di taman kecil rumah itu, Damian dan mempersilahkan Maira untuk duduk bersama nya.
Mai, cinta ku pada mu masih begitu besar. Hatiku masih berdebar saat bersama mu. Mai kata maaf memang tak mampu menebus semua kesalahan ku, tolong ijinkanlah aku memperbaiki semua nya. Mai aku ingin melamar mu kembali untuk menjadi istriku, ku harap kau bersedia.
Maira dilanda ke gugupan yang begitu besar, sekaan dia tak mampu berucap untuk menjawab nya.
''A... Aku, aku bicarakan ini dengan Ayu terlebih dahulu. Karena menurut ku lebih baik kita besarkan anak-anak dengan kasih sayang walau kita tidak lagi bersama. ''
__ADS_1
Mai,.Ayu dan Allan sudah dewasa dan mereka sudah memiliki tambatan hati. Tak lama mereka pasti akan menikah, memiliki keluarga baru dan membesarkan anak-anak mereka. Aku mau kamu yang mendapingi ku di masa tua ku, ''aku ingin di masa tua kita selalu bersama dan saling melengkapi. ''
Maira terus berfikir, bahawa yang di katakan oleh Damian itu memang benar. Tetapi tetap saja dia harus bicara dulu pada Ayu dan kakek, karena bagaimananpun Maira masih memiliki orang tua.