Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 39. Tenanglah Ayu


__ADS_3

''Ayu lebih baik kamu pindah tempat tinggal yang lebih aman,atau di apartemen saja di sana keselamatan Ibumu akan lebih terjamin.'' Ucap Allan.


''Akan saya pikirkan Allan,terimakasih atas semua saran nya.''Jawab ku.


Setelah tiga jam perjalanan kami pun samali di rumah kos ku,Kakek sudah menyambut kami di depan pintu.Kakek menangis menyambut kepulangan Kami,dia terlihat rapuh dan sepertinya kakek sakit karena banyak pikiran.


Om Damian Dan Allan tidak lama berada disini, setelah memberi vitamin untuk kakek mereka pun kembali.Saat ibu dan kakek beristirahat aku tak bisa tidur,rasa ketakutan ku semakin besar.takut terjadi hal yang membahayakan,bagi dua orang kesayangan ku.


Aku teringat dengan cerita Ibu sebelum dia tertidur, Ibu berkata jika saat sedang pulang dari warung,ada yang menarik paksa dia masuk ke dalam mobil.Ibu di ikat dan dipukul jika berteriak, setelah sampai di villa,Oma tua itu menampar Ibu ku.Dia berkata jika aku dan Ibu harus kembali pergi dari kehidupan Om Damian,banyak ucapan yang merendahkan dan menghina kami.Ibu juga diancam akan di bunuh,jika masih berani mendekati anak nya.


Benar-benar sudah gila dan tidak waras orang itu, tuhan mengapa harus ada darah orang kejam itu dalam tubuh ku.Aku merasa jijik jika mengingat bahwa dia itu adalah nenek ku,''aku tidak mau memiliki nenek yang keji seperti dia.''


Hari ini aku mulai bekerja kembali,aku membawa Ibu dan Kakek ke sebuah hotel yang tidak jauh dari kantor.Karena menurutku di sana akan lebih aman dan nyaman,karena di jga dan dipantau setiap waktu .


''Ayu kamu harus kuat ya,demi keluargamu jangan pernah menyerah.yakin lah orang-orang yang sudah menyakitimu,pasti akan mendapatkan balasan nya!''


Sera memberikan kekuatan untuk ku.


Pak Cakra juga memberi support untuk ku, beruntung nya aku masih banyak yang peduli dengan ku. Walaupun banyak juga yang jahat padaku dan menyakitiku.


Aku berpikir,,bagaimana memberikan tempat yang aman dan nyaman untuk ibu dan Kakek,tidak mungkin aku meninggalkan mereka di hotel terus menerus.Biaya nya besar tapi kalaupun mencari tempat kos baru itu belum tentu aman,karena orang licik mempunyai seribu cara untuk mendapatkan mangsanya.


Kepala ku terasa pusing dan berat,pekerjaan menumpuk beban pikiran terasa sangat kuat menindih pundak ku.Aku memejamkan mata bersandar pada kursi kerjaku,pikiran ku melayang mencari sesuatu yang tidak tahu itu apa.Berharap menemukan keajaiban cahaya,dalam gelapnya langkah ku.Seketika terbesit nama Mas Willi dalam ingatan ku,mengingat nama nya pasti banyak ingin ku keluhkan pada nya.Pasti dia akan berkata, ''Tenanglah Ayu semua pasti akan baik-baik saja serahkan lah padaku.

__ADS_1


Air mata lolos dari pelupuk mata ku,ya.. hanya dia yang mempu menenangkan ku dalam keadaan seperti ini.''Mas Willi kamu dimana,?''mengapa kamu tidak mengulurkan tangan mu untuk menarik ku dalam keterpurukan ini.Mengapa kamu lupa dengan ku setelah kamu menikah,apakah Andhara membuat mu tak bisa berkutik.Sehingga kamu,tak pernah lagi muncul dihadapan ku dalam waktu yang lama.


Saat ku hapus air mata yang tak berhenti mengalir ini,aku seperti mendengar seseorang berbisik di telingaku.


''Ayu aku selalu bersamamu'' seketika aku menoleh mencari sumber suara itu.Suara itu seperti suara Mas Willi,apakah dia ada di sini.


Ya Tuhan,apakah aku sudah gila bagaimana mungkin ada Mas Willi di sini.Dia sudah bahagia bersama istri dan anak nya menghayal saja aku ini.


Aku tatap pitu besar itu,pintu yang biasa terbuka dan kulihat dia keluar dari sana dengan begitu gagah nya.Sekarang aku hanya mampu berkhayal seperti orang tidak waras,yang mengharap kehadiran nya.Padahal saat itu aku marah karena dia menodai Andhara dan mengkhianati ku,tapi sekarang aku mencari seperti orang gila saja.


Mengingat saat itu aku jadi teringat pertengkaran ku dengan nya,aku marah dan memakinya.Tapi dia hanya meminta maaf bahwa semua itu bukan kemauan nya,dia dijebak.Apa sebenar nya maksud dari semua itu,dia melarang ku pergi dari apartemen.Dia mengatakan aku bisa tinggal di sana


kapan saja dan sampai kapan pun bukan,dia memilih pergi agar aku bisa tetap tinggal.


''Permisi Pak,saya ingin bicara sesuatu dengan bapak.'' Pak Cakra menatap dengan heran.


''Bicaralah,tapi kamu kenapa Ayu ?kamu lari dari loby kemari..?'' Aku malu sekali rasanya.


''Tidak pak Ayu lari dari ruangan kok sampai sini,masak dari loby.'' Dia justru tersenyum.


''Ada apa,?bicaralah.''


''Pak,apartemen Pak Willi yang pernah saya tempati masih kosong kan.?'' Pak Cakra mengerut kan dahi nya,mendengar pertanyaan ku.

__ADS_1


''Ya masih ,kenapa?''em,em,aku bingung ingin mengatakan nya karena merasa tidak enak.


''Katakan lah ..!'' akhir nya ku beranikan diri mengatakan nya.


Apakah Ayu masih boleh tinggal lagi di sana untuk sementara,karena saya merasa Ibu dan Kakek akan aman di sana.Pak Willi memilih tempat tinggal,pasti sudah terjamin keamanan nya.Ayu juga tau di sana sangat ketat tidak masuk kedalam,kalau kita tidak memiliki akses dan rumah di sana.


Pak Cakra tersenyum,bukan hanya tersenyum malah menertawakan ku.


''kenapa pak..!''


Apa yang kamu katakan memang benar Ayu, keamanan di sana sangat lah bagus.Bukan kah Willi sudah memberi ijin padamu,untuk tinggal di sana sampai kapan pun kamu mau.Tidak ada yang tahu tempat itu kecuali saya dan kamu,itu apartemen pribadi nya.Orang tuanya saja tidak tahu jika Willi memiliki nya,kamu adalah orang yang paling beruntung bisa tinggal di sana.Saya saja belum pernah masuk kedalam nya,pelit bukan Willi dengan ku, haaaaaa.


''Aku merasa sedikit bangga mendengar nya.''


Ayu..tidak ada yang bisa masuk ke sana,kecuali kamu dan Willi.hanya kalian yang mempunyai Akses khusus,untuk membuka pintunya.


''Aku terkejut mendengar nya,untuk masuk kedalam sana hanya perlu menempelkan telapak tangan Saja, Tapi itu juga tidak lah mudah.kemunkinan yang tidak sesuai saja,pintu akan sulit terbuka.''


''Pak pulang dari kantor nanti,Ayu akan ke sana,boleh kan..?'' Boleh Jawab Pak Cakra.


''Ayu saya akan mengantarkan kamu ke sana.!'' em,baik pak.


Setelah jam pulang kerja,aku bersiap menjemput ibu di hotel diantar oleh Pak Cakra.Ibu sangat terkejut melihat nya,karena memang Ibu belum pernah melihat dan bertemu Pak Cakra sebelum nya.

__ADS_1


__ADS_2