
Menurut kakek biarlah mereka menyelesaikan maslah nya,agar kedepannya tidak ada lagi masalah yang menyesak kan dada.Biar ibumu bisa menjalani hidup tenang dimasa tua nya nanti.
''Apa Ibu ribut,dengan Om Damian ke?''Aku bertanya karena penasaran
''Tidak Damian hanya bicara dengan nada pelan'' ucap kakek.
Damian bersujud di kaki Ibumu,dia memohon maaf karena telah meninggal kan nya.
''Maira tolong maafkan saya,''sungguh saya tidak bermaksud meninggal kan mu.Maira saya pun tersiksa jauh darimu,tak pernah terlewati dalam setiap harinya tanpa kamu di pikiran saya. Bertahun-tahun saya di Paris tidak pernah saya melupakan kamu,segitu banyak nya wanita di sana,tidak mampu mengalihkan pikiran dan hati saya padamu.
Apakah kamu tahu,empat tahun saya di sana.Dalam setiap nafas yang ku hembuskan,itu adalah penyesalan ku terhadap mu.Maira saya sangat menyesal,tidak bisa melewati hari yang panjang bersamamu dan Ayu.Saya ingin melihat Ayu lahir,melihat dia tumbuh sampai dewasa.
Semua itu tidak mampu saya lihat,bahkan tidak akan pernah bisa terulang kembali.Itu menjadi luka di batin saya Maira,tolong maafkan saya.
Damian berkata sambil menangis,Ibumu tetap diam tanpa berkata apapun.Kakek tahu rasa kecewa Ibumu sangatlah besar pada Damian,lukanya sudah terlalu dalam sampai dia tak sanggup berkata apapun.
Ibumu melepaskan tangan Damian yang menyentuh kaki nya,dia pergi masuk kedalam kamar begitu saja dan mengunci pintu nya.Tinggalah Damian yang terduduk lemah di lantai seorang diri,dia menangis mungkin juga kecewa.
Damian menghampiri kakek yang duduk di kursi ini,dia menangis dan memohon maaf atas kesalahan nya.
''Bapak,tolong maafkan kesalahan ku yang sudah menyakiti maira.Damian tidak bermaksud seperti itu,saya memang lemah saat itu yang tidka mampu melawan orang tua saya.Saya tidak pernah melupakan Maira dan anak dalam kandungan nya, setelah empat tahun di negeri orang.Saya kembali mencari Maira,tetapi tidak saya temukan,bahkan sampai rumah di kampung.Tapi saya tidak menemukan apa pun di sana,kalian seakan menghilang dan tak bisa kutemukan.'' Damian mencoba menjelaskan pada kakek,keadaan nya saat itu.
''Damian,''seandainya setelah kamu sampai di negeri orang kamu memberi kabar atau mengirim surat.Maira mungkin bisa menerima kamu jauh dari nya,tidak ada yang kamu lakukan untuk mempertahan kan nya.Satu lembar surat yang mengabarkan dirimu dan maira itu akan berarti untuk nya.Kamu pergi memang berpamitan pada nya,tapi tidak adanya kabar darimu itu menjadi luka untuk nya.
__ADS_1
Bisa kamu bayangkan bagaimana dia seorang diri,menahan kesedihan dalam keadaan hamil. Kamu menyuruh nya menunggu,tanpa kepastian sama sekali.Bagaiman jika dia menunggumu selama empat tahun,tetapi saat kamu kembali kamu telah menikah dengan orang lain karena kemauan orang tuamu.
''Damian,nasi sudah menjadi bubur semua yang terjadi tak akan pernah bisa kembali.Jika Maira memaafkan kan mu saya juga bisa memaafkan mu, tetapi jika dia masih belum bisa menerima itu juga keputusan saya.''
''Pulang lah,!!''biarkan Maira menenangkan dirinya, jangan sampai saat Ayu kembali dia melihat pertengkaran orang tuanya.
Damian pun pamit pulang,setelah mendengar ucapan kakek.
''Aku tertunduk menahan tangis ku,'' Tidak anak yang ingin tumbuh tanpa orang tua yang tidak lengkap. Begitu pun dengan ku,terkadang aku bertanya pada tuhan dalam hatiku.Mengapa orang tuaku harus berpisah,mengapa mereka harus menjalani kehidupan yang rumit seperti ini.Jika harus berpisah,mengapa tidak dengan cara yang baik tanpa harus menyiksa mereka dengan begitu dalam.
Mendengar perkataan kakek,aku tentu sangat sedih.
Aku paham seperti apa hati dan batin Ibu saat ini, aku pun paham bagaiman perasaan Om Damian sekarang.Semua ini karena Oma tua tak berhati itu, dia yang sudah merusak kebahagian ku dan kedua orang tua ku.
Ingin rasanya aku masuk dan memeluk ibu,tetapi aku tak sanggup melihat kesedihan dimata nya. Apakah aku mampu,menahan air mata ini di hadapan nya.
''Ibu..''
Ku peluk ibu,air mata ini memang tak sanggup ku bendung lagi.bahkan aku tak mampu berkata apapun,hanya air mata yang menggambarkan hatiku.
''Sudah kah nak..''Ibu membelai punggungku dengan halus,niat hati menguatkan nya justru aku yang dikuatkan oleh ibu.
''Apapun yang terjadi dalam hidup Ibu,tetapi Ibu bangga memilikimu.Kamulah kebahagiaan dan kekuatan Ibu selama ini '' Ibu berkata sambil menghapus air mataku.
__ADS_1
Aku pun menghapus air mata nya,sungguh aku tak bisa melihat nya bersedih.
''Ibu,Ayu sangat menyayangi Ibu lebih dari siapapun.''Jangan pernah bersedih,Ayu tak akan pernah rela siapapun membuat Ibu menangis. Bahkan Om Damian sekalipun,tersenyum lah bu karena Ibu kebahagiaan ku.
''Jadi kamu tidak menyayangi kakek,??''Kakek datang dan mengejutkan ku.
''Kakek,mengagetkan ku saja.Mana mungkin begitu, tentu Ayu sangat menyayangi kakek.Lelaki pertama yang Ayu cintai itu adalah kakek tak akan pernah terganti.'' kakek pun tersenyum.
''Jadi,sudahkah ada yang kedua..?''Aku tau kakek menggoda ku.
''Aaaa kakek,mengapa menggoda ku...?''kakek dan ibu pun tertawa mendengar ucapan ku.
Malam ini kami makan dengan tenang,melupakan kesedihan yang masih terbayang di ingatan.Tapi kami pasti akan mampu melewati semua ini,bukan kah Dua puluh satu tahun itu lumayan lama untuk menjalani ujian ini. Aku selalu optimis badai pasti akan berlalu dari hidup ku,walau entah sampai kapan itu.
Beberapa hari kemudian aku dan Pak Cakra,bertemu dengan pihak Perusahaan Aditama.ya disanalah aku bertemu dengan Om Damian,setelah tidak bertemu dalam beberapa waktu dengan nya.Hubungan kami sebenar nya baik-baik saja seperti biasanya,hanya aku membatasi diri karena harus menjaga perasaan Ibu ku.
Setelah meeting selesai,seperti biasa Om Damian mengajak ku bicara empat mata.Untung Pak Cakra tidak pernah komplain tentang hal ini,seperti nya dia memang tau masalah ku dengan Om Damian.pasti sebelum nya,Mas Willi pernah bercerita.
''Ayu,bagaimana keadaan mu,Ibumu dan kakek..?'' Aku sudah menduga pasti inilah yang akan dia tanyakan.
Kami baik Om,Ayu mohon tolong bersabarlah. Karena tidak mudah untuk Ibu,melihat kehadiran Om kembali di hidup nya.Ayu tau,pati Om juga paham dengan perasaan ibu,jadi tolong janganlah memaksanya.
''Ayu tidak mau melihat ibu bersedih,selama bertahun-tahun dia sudah tersiksa.Aku tidak mau melihat ibu kembali terluka.''Aku menangis di hadapan Om Damian.
__ADS_1
''Ayu maafkan Ayah,karena tidak bisa menahan diri
melihat ibumu kembali.Ayah rindu pada nya, kesalahan Ayah juga sangat besar pada ibu mu.''