
Anak buah nya menyiksa ku,mereka menggunakan kekerasan untuk menyakitiku.Hati ku semakin beku,kebencian ku pada nya semakin memupuk.
Hatiku kesal dan marah karena tak ada yang datang menolongku,sebenar nya aku ini dibawa kemana,?sampai tidak ada yang berhasil menemukan ku.
Sepertinya hari berganti,Oma tua itu datang kembali menemui ku.Dia memerintahkan anak buah nya mengikatku di tiang lantai dua tempat ini,aku pasrah kalau memang hidup ku harus berakhir di tangan Oma ku sendiri,sadis memang tapi ini nyata .
Dia menatap ku dengan tajam dan penuh kebencian,
sepertinya akan ada hal yang mengejutkan setelah ini.Benar saja dia menodongkan pistol kearah ku,dengan tanpa rasa bersalah dia berkata.
Bukankah sudah ku peringatkan untuk tidak menemui damian dan Allan,harus kamu ingat aku tidak pernah mengakui mu sebagai anggota keluarga Aditama.Kelahiran mu adalah aib dan akan membawa sial bagi keluargaku,semenjak kedatangan mu Allan dan Damian semakin berani menentang ku.!!
Aku juga tidak mengharap pengakuan mu Nyonya, bahkan aku pun tak berminat dengan hartamu. Selama ini aku bisa hidup tanpa kalian,tidak peduli kehidupan miskin dan kampungan.Bukankah aki tak pernah mengemis harta pada mu,apalagi pengakuan darimu.Hidup ku jauh lebih bahagia dan sempurna walau dalam kekurangan,aku tak pernah sedikit pun kekurangan masih sayang walau tanpa Ayah.
''Ucapan mu,tak kan merubah apapun Bersiap lah...!'' Dengan pelan ia akan menarik pelatuk nya.
''Tunggu Ma...!''
Om Damian datang menghalang.
Apa yang akan Mama lakukan ,apa Mama suah gila.
hentikan semua ini ma hentikan,jangan bertindak bodoh seperti ini Ayu itu putriku.Jangn pernah menyakitinya,aku tak kan membiarkan semua itu.!!
''Mama tidak peduli Damian..''
Om Damian berusaha merebut pistol itu dari Mama nya,mereka saling berebut tidak memikirkan jika pistol itu berisi peluru.
Dorrrr...
Om Damian tert*mbak..
''Ayah.....''Aku berteriak.
untuk pertama kalinya,aku memanggil nya dengan sebutan Ayah.Aku sangat takut Ayah ku terkapar bersimb*h darah,dan tersenyum menatap ku.Aku menangis menatap nya,menyesali diriku yang tak bisa menolong nya.
''Damian...'' Ucap Oma tua itu.
''Semua karena kau Ayu..!''Dia malah menyalahkan ku,padahal dia yang melukai anak nya sendiri.
''Kalian semua L*mpar wanita kampung ini kebawah..!''Anak buah nya menghampiriku dan menyeret ku.
Aku sangat takut tetapi aku bisa apa,bahkan anak nya sendiri saja tega dia lukai apalagi aku yang tidak berdaya ini.Cucu yang tak pernah dianggap oleh nya,bahkan dia menginginkan kem*tian ku.
''Tamat lah riwayatmu sekarang.''Ucap nya dengan kejam.
__ADS_1
''Jangan Oma,,!'' Allan datang.
''Papa..'' Allan terkejut melihat keadaan Papa nya.
Apa yang Oma lakukan?tega sekali menyakiti Papa seperti ini.Kenpa kejam sekali Oma,dimana hati nurani mu? Ibu macam apa yang tega melukai anak nya sendiri seperti ini.
''Diam Allan..!jangan banyak bicara bawa,Papa mu ke rumah sakit sekarang..!'' Allan melihat ku.
''Tidak,lebih baik Oma yang membawa nya karena Allan akan menyelamatkan Ayu..!'' Tidak akan ku biarkan.
''L*mpar dia..!''
''Ayu...!''
''Bug .....''tubuh ku terlempar.
Ayu...!!!
''Maaf kan aku sayang, sudah terlambat datang menyelamatkan mu.'
''Mas Willi...' Aku melihat mas Willi orang yang ku rindukan.
''Mas Willi,'' Aku meraba pipinya,aku sudah tak sanggup berkata apapun.
''Sayang,bertahan lah kita ke rumah sakit sekarang..!''itulah yang di ucap kan Mas Willi.
Ayu,Ayu,Ayu...Sayang sadarlah..! Aku masih bisa mendengar nya.Tetapi mata ini tak sanggup terbuka,
Author POV.
Willi membawa Ayu ke rumah sakit besar di kota ini,
keadaan Ayu sangat lah mengkhawatirkan.Dia terbaring lemah dengan banyak nya alat yang menempel di tubuh nya,sudah dua hari ia menjalani perawatan tetapi belum sadarkan diri.
Willi sangat lah menyesal karena dia tidak dapat menolong Ayu dengan tepat waktu,sehingga kekasih tercinta nya mengalami luka yang berat dan bernasib sangat malang.
Willi memerintah kan,Cakra membawa orang tua Ayu ke rumah sakit.Selama satu minggu ini mereka sudah sangat khawatir dengan keadaan nya,selama Ayu tidak ada,Cakra lah yang mengurus keluarga ayu di apartemen.
Mereka tentu sangat sedih,bahkan kakek pun sampai sakit karena memikirkan cucunya.
Maira sangat terkejut melihat kondisi putrinya,dia menangis menatap Ayu lewat pintu kaca.Karena saat ini Ayu belum bisa dijenguk,semua menunggu di luar ruangan dimana Ayu dirawat.Bahkan karena terlalu panik,maira tidak menyadari kehadiran Willi di sana.
Setiap hari Maira hanya menangis,membuat Willi tidak tega melihat nya.
''Tante,doakan supaya Ayu kuat bukan kah doa seorang ibu itu dikabulkan oleh tuhan.Doakan Ayu semoga dia bisa melewati masa kritis nya.'' Kata Willi.
__ADS_1
''Kamu siapa..?'' Ucap Maira.
''Saya Willi tante.'' Jawab Willi.
''Bukankah Fotomu yang ada di dalam kamar Ayu,'' willi tersenyum dan mengangguk.
Tante,Ayu adalah wanita yang kuat dia sudah melewati banyak hal di sini.Dia menjadi Wanita yang kuat saat jauh dari keluarga nya,dia juga pandai dan pekerja keras.
Willi memberi semangat untuk Maira,Walaupun hati nya sendiri hancur berkeping-keping.
''Kamu sebenar nya siapa,kamu baik sekali memberikan tempat tinggal untuk kami.Kamu mengapa mengetahui semua tentang putriku, mengapa aku tak pernah melihat mu .?'' ucap Maira.
Tante saya adalah orang yang dekat dengan Ayu,tante tidak usah memikirkan apapun.yang terpenting sekarang adalah kesembuhan Ayu, semangat tante.!! kata Willi.
Ucapan Willi membuat maira bangkit dan mendoakan Ayu dalam sujud nya.setidak nya maira tidak terus saja menangis dan pasrah,yang tidak diketahui Maira bahwa Ayu pernah ada dalam masa seperti ini.
Setelah Maira tenang,Willi menemui Allan untuk membicarakan kondisi Ayu.
'' Bagai mana keadaan Ayu yang sebenar nya Allan.?''Willi bertanya.pop
''Ayu belum melewati Masa kritis nya Will,semoga saja dia bisa lebih kuat lagi melewati nya.''Ucap Allan.
'Berikan Pengobatan yang terbaik untuk nya..!'' Pasti Wil,jawab Allan.
''Ternyata Willi,masih sangat peduli dengan mu Ayu.kamu beruntung memiliki nya.''
Seminggu berlalu,Damian sudah sadar dan bisa diajak bicara.Awal nya dia pun melewati masa kritis setelah peluru itu dikeluarkan,dari dalam tubuh nya.
Nesia setia menemani sumi nya,tetapi Damian justru acuh pada nya.
''Mas kamu kenapa diam saja,kamu marah dengan ku?mengapa mengacuhkan ku seperti ini.?'' Kata Nesia.
Kamu tau kan,saat Mama menculik Ayu dan menyembunyikan nya.padahal kamu tahu bagaimana pusing nya aku mencarinya,tetapi kamu seolah buta dan tuli tak berperikemanusiaan.
Mas Aku..
Aku sudah mengetahui nya Nesia,kamu tidak usah menyangkal.keslaahn kamu ini tidak bisa di maafkan,sekarang Ayu kritis bukan aku dengan sendiri Allan bicara dengan mu.Lebih baik kamu pulang saja,tidak usah menemani ku.
Damian begitu marah dengan,Nesia karena telah berbohong pada nya.
''Mas,aku hanya takut kamu terlalu fokus pada Ayu dan Ibu nya.Mama selalu bilang pada ku,jika kamu pasti akan menceraikan ku dan kembali pada Maira.
Aku takut itu terjadi,makanya diam saja saat Mama berulah kembali.'' Nesia menjelaskan.
Bukan kah kamu tahu,bahwa Mama itu pembuat masalah.Mengpa kamu mendengarkan nya,pikiran mu terlalu juh.Apa kamu pikir Maira mau kembali dengan lelaki pecundang seperti ku,yang tidak memiliki tanggung jawab pada nya.Padahal aku sendiri tidak pernah memikirkan perceraian pada mu.
__ADS_1
Bahkan aku tidak pernah bertemu dengan Maira sampai sekarang,semenjak aku membebaskan nya dari Mama.sekarang lebih baik kamu keluar Nesia,aku ingin istirahat.
Sebenar nya,Damian mendengar saat Nesia telfon dengan Oma Erika.Dari sanalah Damian tau di mana ayu berada saat itu,dia pun segera mengabari Allan dan Cakra.