
Damian menemui Allan di rumah sakit,dia datang untuk memastikan keadaan Ayu.Karena selama Ayu di jerman dia tidak menerima kabar apa-apa, sebagai Ayah dia pasti sangat mencemaskan putri nya.
''Allan bagaiman kondisi Ayu,''mengapa tidak ada yang memberitahu Papa tentang kondisi nya. Maira,Willi mereka tidak mungkin memberi kabar.
''Pa sabar ya,saat ini Ayu tengah menjalani berbagai rangkaian pengobatan di sana.Willi dan tante Maira
mereka juga pasti lelah,mereka sama seperti kita yang khawatir dengan kondisi Ayu.Lebih baik gunakan waktu Papa untuk mendoakan Ayu supaya dia cepat sembuh,karena doa orang tua kandung itu pasti di ijabah oleh yang maha kuasa.
Mendengar Allan berkata Damian merasa belum sempurna dalam beroda,dia lalu pergi untuk beribadah dan mendoakan Ayu.
''Ibu..''
Suara itu terucap dengan lirih dan lemah,tetapi karena lantunan doa yang disertai tangis,memenuhi seluruh ruangan dan meredam kata yang sudah lama di nanti.Maira dan Willi masih tetap khusuk dalam doa nya,tidak mendengar apapun yang ada di sekitar mereka.
''Willi..''Maira menyentuh bahu Willi dengan halus.
Maira merasa sudah terlalu lama Willi berdiam diri dan menangis,Maira tidak mau Dia terpuruk terlalu dalam.
''Tante,,'' Willi mencium tangan Maira dan menangis.
''Tante tolong suruh Ayu bangun,bilang sama dia saya menunggu nya..!'' Willi sepertinya sangat lelah sehingga sangat lah labil.
''Willi,jangan seperti ini nak kamu harus kuat.!''Maira bangkir dari duduk nya dan menghampiri Ayu.
''Ayu,bangun sayang'' lihat lah Willi apa kami tidak kasian dengan ibu dan juga dia.Willi sangat lah rapuh saat ini,dia membutuhkan mu nak dia mengharapkan mu.
''Ibu'' Ayu bersuara.
''Ayu..'' Maira terkejut.
Ayu kamu sadar nak,?kamu mendengar ibu kamu juga mampu memanggil ibu.Willi,Wili...kemari Ayu sudah sadar.
Mendengar itu Willi segera berlari menyeret kaki nya mendekati Ayu.
''Ayu,,''Willi menangis melihat Ayu membuka mata.
Terimakasih tuhan kamu telah mengembalikan Ayu, terimakasih Ayu kamu sudah kembali sayang.Ayu katakan mana yang sakit,katakan sayang.
''Mas Willi..'' Ayu berucap dengan lemah.
__ADS_1
''Iya sayang,'' Willi menggenggam erat tangan Ayu, seolah takut terlepas.
''Wil,sebaik nya kita panggil dokter,mereka harus tau jika Ayu sudah sadar..!'' Willi segera memencet bel supaya dokter segera datang.
Tak lama Dokter pun datang,Ayu menjalani serangkaian tes untuk memastikan kesehatan nya setelah sadar.Dokter juga harus memastikan jika kondisi Ayu benar benar sudah membaik.
Karena baru sadar Ayu harus istirahat,dia belum bisa diajak berkomunikasi secara normal.Ayu harus menjalani pemulihan terlebih dahulu supaya kondisi nya semakin membaik.
Dokter memberitahu Willi jika kondisi Ayu sangatlah baik,dari hasil pemeriksaan keseluruhan hasil nya benar benar memuaskan.Ayu sudah dipastikan akan sembuh dalam waktu dekat,dia hanya perlu menjalani pemulihan saja di rumah sakit.
Maira dan Willi mengucap syukur yang begitu besar,
kesembuhan Ayu adalah hasil dari doa dan usaha mereka.perjuangan mereka sampai ke negara orang,membuahkan hasil yang sangat memuaskan.
''Bu Ayu hanya ingin bicara empat mata dengan Ibu.''
Willi lemah seketika mendengar ucapan Ayu,tetapi dia berusaha kuat dan tidak boleh mengecewakan Ayu lagi.Willi memilih keluar dan mengalah,tidak mungkin Ia berdebat dengan kondisi Ayu yang masih lemah
''Ayu, bagaimana keadaan kamu sekarang nak..?'' Maira tersenyum gembira melihat wajah Ayu terlihat lebih segar.
''Ibu,Ayu sangat bahagia bisa melihat Ibu lagi,'' terimakasih sudah berjuang untuk Ayu.Aku koma selama beberapa bulan ini,pasti ibu sangat lah sedih maafkan Ayu bu.
''Jerman..?'' Ayu baru tahu kalau dia berada di jerman.
Iya nak Hampir tiga bulan kita di sini,Willi bersikeras
membawa mu kemari,karena selama beberapa bulan kamu dirawat di rumah sakit milik Damian kamu tetap tidak sadarkan diri.Makanya kamu dibawa kemari,kebetulan saudara nya Willi mengenal kan dokter yang handal dan terbukti dia mampu menyembuhkan mu.
Ayu,setiap hari Willi menjagamu siang dan malam,dia tidak membiarkan ibu lelah sedikit pun. Walaupun dia harus bekerja dan menjagamu setiap hari,dia tidak pernah mengeluh sedikit pun.Hanya kemarin sebelum kamu sadar,Ibu melihat dia begitu terpuruk dia berdoa dan menangis.Ibu mendengar sendiri dia memanjatkan doa yang tulus untukmu,
hati itu begitu tersayat mendengar nya dia berdoa dari dasar hatinya yang paling dalam.Seakan dia menyerah dan tak mampu lagi menjalani hidup nya,
ibu baru melihat orang setulus dan sebaik Willi.Yang membuat ibu merasa bangga dan bahagia,semua yang dia berikan itu untuk mu sayang.
Ayu menitihkan air mata nya,mendengar cerita ibunya.Dia kembali teringat saat dia terjatuh ada Willi dihadapan nya sebelum ia pingsan,suara Willi yang terus memanggil nama nya terngiang jelas di telinga.
''Ibu,Aku ingin bertemu Mas Willi.''Ayu bergetar dia merasa bersalah sudah mengacuhkan Willi.
''Baik ibu akan panggilkan.''Maira pun keluar memanggil Willi yang terduduk lemah di lantai rumah sakit.
__ADS_1
''Willi Ayu ingin bertemu dengan mu'' Willi seolah mendapat kan energi yang besar mendengar itu.
Dia segera masuk untuk menemui Ayu,dengan semangat yang begitu membara.
''Sayang'' Kata itu lah yang pertama Ayu dengan saat Willi datang.
''Mas Willi.'' Ayu menangis.
Melihat Ayu menangis Willi pun sama,dia ikut menangis dan memeluk Ayu.Bedanya tangisan nya kali ini adalah tangis kebahagiaan.
''Terimakasih..'' Ucap Ayu.
''Saya yang harus berterimakasih padamu Ayu,'' karena kamu sudah berjuang dan kembali dalam keadaan sehat.Tidak ada hal yang lebih membahagiakan selain bisa kembali melihat mu seperti sedia kala.
''Mas Willi tidak berubah,dia tetap peduli dengan ku.
Benar kata Ibu,tidak ada lelaki yang seperti mu mas. Aku sangat merindukan mu mas Willi,sekarang aku bisa melihat mu lagi.''
''Mas apakah Andhara tidak marah kamu menemaniku di sini ?'' Willi menutup mulut Ayu dengan telunjuk nya.
''Tidak usah menyebut namanya,''kamu tidak perlu memikirkan dia pikirkan kah kesehatan mu,itulah yang terbaik.!!
''Tapi dia istrimu..!''Kata Ayu.
''Kami sudah bercerai.''Ayu terkejut mendengar nya.
Sayang saya akan menceritakan nya lagi padamu, tempo hari saya sudah pernah bercerita ketika kamu masih koma.Willi pun menceritakan apa yang sudah terjadi dalam pernikahan nya,serta bayi dalam kandungan itu bukan lah darah daging nya.
Ayu sangatlah terkejut mendengar semua itu,dia pun tidak menyangka jika Willi selalu ada dibelakangnya.
🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸🌸
Like ,vote,komen,
Novel Author
*MENGGAPAI CINTA LAMA
*DIARY HANIN
__ADS_1