Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
129.


__ADS_3

''Ya Allah copot jantung ku. ''kata Allan sambil mengelus dada nya.


Apa yang kamu pikirkan,? ''pasti pikiran mu penuh dengan hal yang kotor kan.. ?'' ucap Ayu.


Pakai nanya lagi nih anak, ''memang kamu fikir orang yang sedang malam pertama itu ngapain saja Ayu.''


''Yang malam pertama itu, Ayah dan Ibu. Mengapa kamu yang pusing sih kak, apa jangan-jangan kamu ingin ikutan malam pertama juga. '' Ayo berkacak pinggang seperti menantang.


''Bukan begitu Ayu, sekarang kamu bayangkan setelah sekian lama mereka berpisah dan sekarang bersatu kembali. Bagaimana rasa nya mereka mengartikan kebahagiaan nya, pasti malam pertama begitu berkesan dan sangat mendalam bagi mereka. ''


Ayu melongo mendengar nya, dirinya saja tidak memikirkan kearah sana, yang penting kedua orang tuanya sudah bersatu itu sudah cukup. Tapi Allan, dirinya sampai memikirkan malam pertama segala. Ayu kan wanita tentunya malu membahas itu, tapi Allan tidak peka juga dan terus saja bicara yang tidkk-tidak.


''Ayu, tadi itu saya memberi obat agar dia bisa melalui malam panjang dan membahagiakan Ibu. Semoga malam ini benar-benar berkesan bagi mereka. ''


Astaga Kak, obat apaa..? ''Apa kamu ingin meracuni ayah... !'' Ayu membulatkan mata nya dengan seksama.


''Hanya vitamin saja Ayu, mengapa kamu curiga sekali sih. Emm kita isengin mereka yuk.. '' Allan menarik Ayu begitu saja, sampai Ayu hampir terjungkal karena ulah nya. Ayu menatap heran Allan, karena menurut nya Kakak nya begitu sopan dan ramah tentunya itu membuat Ayu kebingungan, darimana datang nya sikap kocak otak ngeres nya itu.


Kak lepasin..! ''Kita mau ngapain sih ke sana.. ?''


''Sudah ikut saja.. '' kata Allan berbisik.


********


Di dalam kamar, dua insan yang baru saja sah menjadi suami istri, sedang menikmati manis nya madu cinta. Dengan lembut Damian menyentuh pipi istri nya, menyalurkan kekuatan cinta nya yang telah hilang begitu lama.


''May, aku sungguh bahagia bisa memilikimu kembi. Tuhan begitu baik pada ku, sebab telah mengembalikan diri mu. Sampai saat ini aku hanya mamlu memncintai mu. '' Maira tersipu malu.


''Aku pun bahagia Mas, terimakasih masih tetap mencitai ku. '' Maira tak bernai menatap mata Damian yang penuh drngan cinta, dirinya malu setelah sekian lama tidak sedekat itu.


''Lihat aku sayang .. ''ucap lembut Damian.


Saat mata mereka beradu pandang, dapat terlihat aura cinta kedua nya yang masih terpancar. Daian memagut bibir indah yang sudah lama dia rindukan, tanpa penolakan Maira pun membalas nya.

__ADS_1


''Mas aku malu.. '' ucap Maira, karena Damian sedang melancarkan aksi nya, pasti tangan nya tidak akan tinggal diam.


''Mengapa harus malu, dulu kita sering melakukan kan nya kan, bahkan kita sudha berhasil membuat Ayu yang begiti cantik. '' tentunya Maira semakin tersipu.


Ketika Damian dan Maira tengah menikmati malam indah nya, suara pintu terdengar di ketuk dengan kencang dan sangat mengganggu konsentrasi nya.


Tok tok tok......


''Sial, siapa sih...?'' Damian kesal.


''Kamu tidur lah di bawa selimut, biar aku yang membuka nya. '' kata Damian.


Pintu pun terbuka, tetapi hanya sedikit saja Damian sengaja menghalau dengan kaki nya.


''Allan, Ayu ada apa.. ?'' Damian begitu kesal melihat kedua anak nya karena sudah menjadi pengganggu.


Terlihat Ayu gugup dan menyenggol Allan.


''Ini Pa, kami hanya ingin mengantar susu hangat. supaya lebih berstamina. '' Allan menaikkan kedua alis nya.


''Tunggu Pa, terima donk jangan mengecewakan kami yang begitu perhatian ini. ''kilah Allan


Damia pun mengambil gelas itu smabil berkata pada kedua anak nya.


''Awas berani mengganggu lagi, tidak akan Papa hiraukan. '' Damian menutup pintu nya dengan kesal.


Maira tersenyum melihat suami nya datang membawa susu dari Allan, dia pun merasa lucu melihat tingkah suami nya yang seperti anak kecil ketika sedang ngambek.


''Mas, susu dari siapa . ?''kata Maira.


''Siapa lagi jika bukan kedua anak kita yang yang kurang kerjaan itu sayang, bisa-bisa nya mereka mengganggu kebahagiaan kita. Seperti anak kecil saja. ''


''Mereka hanya perhatian Mas. ''

__ADS_1


''Allan sengaja Mai, dia sampai membawa Ayu pula. Benar-benar sengaja mengacaukan malam kita. ''kesal sekali Damian rupa nya.


Suda lah Mas, ''apa tidak ingin melanjutkan yang sudah tertunda.. '' Damian langsung merapat pada istri nya, tentunya dia tidak rela harus menyudahi permainan nya.


Malam panjang mereka terlewati dengan indah dan berkesan. Tentunya .ereka benar-benar mekeoadka rindu yang sudah membelenggu selama bertahun-tahun.


Haaaaaaaaa.... Aku puas Ayu.


Allan tertawa setelah kembali dari kamar Papa nya, dirinya meras begitu luas sudah mengerjai orang tua nya. Keadaan itu berbanding terbalik dengan Ayu yang kesal, Ayu merasa malu sudah mengganggu malam kenikmatan bagi kedua orang tua nya.


''Plak..'' Ayu memukul bahu Allan.


Aw....


''Kamu itu kak, gak lihat tadi wajah kesal Ayah seperti apa.!''


''Justru itu Ayu, itu yang igin ku lihat, kamu lihat kan tadi seperti apa frustasi nya Papa dan penampilan nya yang berantakan ''


Iya sih lucu, ''tapi kalau besok Ayah marah bagaimana.. ?''


''Tidak akan, percayalah Papa itu tidak pernah marah adik ku sayang. ''


Benar yang dikatakan oleh Allan, esok hari setelah mereka bertemu di meja makan Damian tidak menunjukan waj:ah kesal dan marah nya seperti tadi malam. Yang ada wajah ceria dan bahagia yang selalu terpancar. Apalagi bagun tidur, sarapan tersedia yang dimasak oleh istri tercinta nya, walau menu nya sederhana tetapi begitu istimewa bagi nya.


''Pa, apakah setelah ini kami berdua akan memiliki adik.. ?'' pertanyaan Allan disambut senyum kecil oleh Maira.


''Allan...! ''


''Pa.... Allan kan hanya bertanya kok kesal gitu sih. ''kata Allan.


''Oh Tuhan anak ini mengapa menyebalkan sekali sekarang, kamu lihat usia Ibu mu, Dokter Allan. Memiliki kalian berdua itu sudah cukup, dan Kami hanya ingin menghabiskan waktu bersama. Jangan kamu bertanya yang aneh-aneh lagi Allan. ''


''Oke Pa.. '' Allan tersenyum geli berhasil menggoda Papa nya.

__ADS_1


Keluarga Damian menjalani hari-hari nya dengan penuh kebahagiaan bak keluarga cemara. Maira terlihat lebih segar dan awet muda pasti nya, bukan hanya karena perawatan yang di berikan oleh suami nya. Tetapi kebahagiaan dalam hidup nya saat ini lah, yang menjadi suntikan alami bagi kulit nya.


Malam ini Willi ingin menjemput Ayu di rumah Damian. Willi sudah tidak melarang lagi Ayu tinggal bersama, Ayah nya. Setelah kedua orang tua nya kembali menikah, Willi percaya jika Damian dan Allan mampu melindungi wanita yang begitu di cintai nya.


__ADS_2