Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 62. Willi menangis


__ADS_3

''Kamu membentak ku Juan,jadi aku malas satu mobil dengan mu !''Kata Andhara.


''Itu karena kamu selalu saja membicarakan Willi, aku muak Andhara.!''Juan pun tak kalah emosi.


''Kalau kamu tidak suka ya sudah,''memang aku menyukai Willi dan sampai kapan aku akan menyukai nya Juan.Aku tidak pernah mengejar mu,kamu sendiri yang selalu datang pada ku dan mendekati ku sampai saat ini.


''Kamu lihat saja Andhara akan ku habisi Willi dengan cara ku,''kamu pasti akan merana kalau pujaan hati mu itu lenyap dari bumi ini.Kalaupun aku tidak menghabisi nya,Willi tidak akan pernah lagi mau dengan mu.! Juan marah dan mengancam Andhara.


''Awas saja kalau kamu sampai bernai menyakiti Willi,tak akan ku biarkan semua itu Juan.!''Juan tidak peduli dia meninggalkan Andhara sendirian di pinggir jalan.Andhara kesal dan menyetop taksi yang lewat di dekat nya.


Setelah sampai di rumah nya,Willi pun langsung menuju kamar nya untuk istirahat.Sementara Cakra dia langsung pulang tanpa mampir terlebih dahulu.


Willi tidak dapat tidur karena pikiran nya selalu tertuju pada Ayu,tetapi Willi terus memaksakan dirinya untuk tidur.Samapi tanpa terasa dia terlelap begitu saja,tapi itu tidka berlangsung lama.Tengah malam Willi bermimpi tentang Ayu,dalam Mimpi nya memang Ayu dalam keadaan tidak baik.


''Tante maira Ayu kenapa?''Willi sangat panik.


''Tidak tahu Wili,keadaan Ayu semakin memburuk dokter sedang melakukan tindakan saat ini.'' Jawab Maira dengan mata yang sembab.


Ketika dokter keluar dari dalam ruang Ayu,dia memberitahu jika Ayu tidak dapat di selamat kan.


Willi dan Maira terkejut mendengar nya,mereka seketika berlari melihat Ayu didalam ruang perawatan.


''Ayu bangun sayang,bangun jangan tinggalkan saya.Ayu saya sangat mencintai kamu bangun,bangun Ayu Ayu Ayu''Willi menangis dan memanggil-manggil nama Ayu.


''Ayu ,Ayu ,Ayu '' Ketika tertidur Willi terus saja memanggil nama Ayu.


''Ayu.....!'Willi berteriak sangat kencang,karena kamar nya kedap suara jadi tidak ada yang mendengar nya.Willi terbangun dengan nafas yang tersengal,dia begitu merasakan sakit di hati nya.

__ADS_1


Ya Tuhan,ternyata cuma mimpi tapi ini seperti nyata.Ayu,bagaiman keadaan nya saat ini.Saya harus ke rumah sakit sekarang.Saya tidak mau terjadi sesuatu dengan nya,Ayu tunggu saya datang sayang.


Pukul dua dini hari Willi keluar dari rumah nya,para penjaga rumah nya pun terkejut melihat nya.Apalagi Willi pergi seorang diri tanpa ada supir,yang mengantar nya.Willi sudah seperti pembalap saja, mengendarai mobil nya dengan kecepatan yang sangat tiggi.Karena saat itu malam hari,jalanan pun sepi dan sangat lancar.Tidak butuh waktu lama untuk Willi sampai di rumah sakit.


Saat Willi masuk kedalam ruang perawatan Ayu, Maira dan Halisa tengah tertidur di dalam.Willi memandang Ayu dari kejauhan,karena tidka ingin mengganggu Maira yang sedang beristirahat. Setelah puas memandang cinta nya,Willi pun keluar dan duduk di kursi tunggu bersama para pengawal.


Pagi hari nya,Maira terkejut melihat Willi ada di sana.Karena memang Willi tidak terbiasa datang sepagi itu,Willi biasanya kan menemani Ayu ketika malam hari.


''Willi kamu di sini,mengapa tidak masuk saja.?''Kata Maira


''Tidak tante,saya tidak mau mengganggu tante yang sedang istirahat.'' Jawab Willi.


''Kebetulan Willi ada kamu,tante dan Halisa ingin pulang dulu sekalian melihat keadaan kakek,tante titip Ayu'' Willi tersenyum.


''Baik Tante''


''Ayu,kamu baik-baik saja kan sayang.?tolong bertahan ya,kamu pasti bisa sayang.Semalam saya bermimpi hal tidak baik tentang mu,saya sangat khawatir dan takut jika mengingat mimpi itu.Ayu jangan pernah pergi dari saya,saya tidak akan pernah siap menerima nya.''


Willi menangis,seperti anak kecil yang sedang mengadu pada ibu nya.Mimpi itu begitu mengguncang Jiwa nya,dia benar-benar merasa ketakutan.


''Ayu saya siap jika harus menemanimu di sini setiap hari nya,kamu senang kan jika saya menemani kamu.Tetapi ingat ya,jangan pernah pergi karena kamu harus bersama saya di sini.''


''Tuhan,tolong selamatkan Ayu berikan lah dia kesembuhan dan keselamatan amin .''Willi berdoa sangat tulus untuk Ayu.


Pagi hari di rumah keluarga Willi,Mama nya heboh mencari Willi.Karena dia tau anak nya semalam pulang bersama Cakra,tetapi pagi hari sudah tidak ada dikamar nya.


''Pak satpam,memangnya Willi kekantor jam berapa mengapa pelayan tidak ada yang tahu?'' Mama Willi bertanya.

__ADS_1


''Nyonya,tuan Willi pergi sekitar pukul dua malam dia begitu terburu-buru, kami tidak tau tuan akan pergi kemana.''Jawab para penjaga


Astaga,kemana anak itu mengapa tengah malam mesti pergi,tidak memberi kabar juga lagi.


''Memang kakak kemana Ma,?''Nirina pun tidak tahu.


''Kakak mu pergi dari jam dua malam,''Mama tidak tau dia mau kemana.Dia selalu seperti itu pergi semaunya,terkadang tidak pulang entah kemana.


''Nanti coba Nirina tanya Ma,siapa tau ada keperluan penting.''Nirina mencoba menenangkan Mama nya.


Seharian Willi tidak bisa di hubungi,dari pagi samapi sore Nirina menghubungi nya tetapi tidak bisa. Ketika dia menanyakan pada Cakra,jawaban nya Willi sedang sibuk dengan pekerjaan.Tetapi Nirina tidak puas dengan itu,karena bisa saja Cakra berbohong.


''Kak Willi memang aneh,''Mama juga bilang kalau dia terkadang tidak pernah pulang.Kalu keluar kota kan tidak mungkin sesering itu,apa dia memiliki rumah sendiri yang aku dan Mama tidak tau.


Dilain tempat Allan sedang bicara dengan Damian,mereka tengah membicarakan soal Oma yang ada didalam penjara.


''Pa,apakah Papa ada rencana menengok Oma,?'' Damian tersentak mendengar pertanyaan Allan.


''Allan Papa belum memikirkan rencana apapun,'' yang sedang Papa pikirkan adalah kesembuhan Ayu.Keslaahan Mama sudah sangat fatal,biarkan dia menjalani hukuman nya.Agar Oma mu tau letak kesalahan nya dan belajar hidup apa adanya di sana.


''Allan setuju sama Papa,''ya walaupun pasti tidak mudah untuk Oma.Tapi kalau tidak seperti itu Oma tidak akan mengerti dan menghargai orang lain. Willi juga tidak akan melepaskan Oma begitu saja, dia pasti akan menuntut hukuman yang berat untuk Oma pa.Sebenar nya kasian kalau hukuman Oma nanti sangatlah lama,Allan takut kesehatan Oma nanti menurun di sana.


''Allan kamu tidak usah memikirkan itu,di sana juga ada dokter khusus kalau para tahanan nya sakit. Pihak kepolisian juga menyediakan rumah sakit yang bagus dan berkualitas,tidak usah terlalu memikirkan nya.


''Pa,bagaimana dengan Mama,?''apa Papa tidak bisa memaafkan nya.Walaupun dia bukan mama kandungku,tetapi Mama Nesia mengurus Allan dengan baik.Allan pun sangat kecewa dengan nya,tetapi apakah tidak ada kesempatan untuk nya Pa.


''Apa kamu tidak rela jika Papa pisah dengan Mama mu Allan.?''

__ADS_1


__ADS_2