
Dalam doa nya Damian meminta kesembuhan untuk Allan, sebagai orang tua dia ingin yang terbaik untuk anak nya. Mengingat kata orang tua, Damian mengingat ibunya yang tengah di penjara. Baru kali ini hati nya terketuk untuk mengingat wanita yang sudah dia hapus dalam hidup nya.
''Mama, aku harus memberitahu keadaan Allan pada nya. ''batin Damian.
''Ayu Maira, titip Allan Saya harus ke kantor polisi. Kabari jika hal nurut terjadi padanya.!! ''ucap Damian yang begitu tertekan.
''Ya Ayah pasti. ''Damian segera pergi meninggalkan rumah sakit.
Di kantor polisi Damian duduk dengan tenang, menunggu Ibu nya yang sedang di panggil. Melihat Damian yang datang menjenguk nya, hati Erina begitu bahagia, akhir nya putra semata wayang nya luluh dan menemui nya.
''Damian..'' Wajah Erina berbinar.
Damian menatap kulit wajah keriput yang semakin kurus, pasti Ibu nya itu tidak nyaman berada di dalam penjara Tetapi semua itu karena ulah nya, yang membuat nya harus menanggung semua itu. Sebagai anak dia begitu sedih melihat wanita yang telah melahirkan nya harus meringkuk dalam jeruji besi selama beberapa tahun. Willi juga tidak akan mungkin membebaskan nya dengan mudah walau Damian memohon sekalipun.
''Ma.. ucap Damian.''
Erina langsung memeluk nya, dia saat rindu dengan Damian. Air mata nya tumpah seketika, betapa bahagia nya dia dengan kehadiran Damian yang selama ini seakan tak peduli dengan nya.
''Apa kamu sehat Ma. ''kalimat itu terdengar bergetar, seperti nya Damian menahan air mata yang ingin menyeruak keluar.
''Ya begini seperti yang kamu lihat, kemana Allan mengapa lama tak berkunjung. Apakah dia tidak pernah pulang. ''Damian tercengang, apa yang harus dia katakan. Ibu nya pasti akan sangat sedih mendengar nya, walaupun niat hati Damian datang untuk itu, tetapi bibir seolah berat mengungkap kan nya.
__ADS_1
''Ma, saat ini Allan sedang berjuang antara hidup dan mati di rumah sakit ''Oma Allan itu langsung sedih mendengar nya.''Allan adalah cucu kesayangan nya.
''Dia kenapa, Dam. ?''rintih nya.
Akhir nya Damian menceritakan bahwa Nesia lah dalang dari semua itu, bahwa Nesia juga yang menghajar Allan sampai semua nya seperti ini.
''Nesia, dasar penjilat jangan biarkan dia bebas berkeliaran Dam, Mama tidak mau orang yang menyakiti Allan bisa bebas berkeliaran begitu saja.''ucap nya.
''Begitu lah tabiat menantu kesayangan mu Ma, bahkan dia hampir membunuh ku dan sekarang Allan. Apa kamu puas membawa anak dan cucu-cucu mu dalam penderitaan. ''Damian menyebut cucu-cucu karena Ayu pun sama sangat menderita.
Erina menunduk, dia begitu merasa bersalah dan malu. Nesia adalah menantu pilihan nya dan dia begitu menyanjung wanita itu bahkan pada cucu nya sendiri dia begitu kejam.
''Maafkan Mama Damian.. ''
''Maaf untuk semua nya Damian, maafkan semua kesalahan Masa pada mu. Semua perilaku Mama yang menyakiti mu. ''ucap Erina dalam tangis.
Damian hanya menatap ibu nya sekilas, rasa nya tak puas dengan permintaan Maaf itu. Damian ingin Ibu nya mengakui semua kesalahan nya.
''Alasan klise Ma, sebab banyak sekali kesalahan Mama yang tak bisa Dam Maafkan. ''
Erina semakin menjadi, tangis nya semakin terdengar menyayat hati.
__ADS_1
''Mama tau itu, maafkan Mama yang memisahkan mu dengan Maira, Maafkan Mama yang sudah membuat penderitaan pada mantan istri dan anak mu. Maafkan Mama yang tak pernah mengakui Ayu, dan bahkan hampir membunuh nya maafkan Dam. ''bukan hanya Erina yang menangis Damian pun sama, Damian menangis mengingat semua penderitaan itu. Semua rasa sakit Maira dan Ayu, segala kepedihan yang menimpa nya begitu sulit ia lupakan.
''Bukan Dam yang harus memaafkan mu Ma, tapi Maira dan Ayu. ''
Erina tertunduk lesu, dia menyadari bahwa tidak akan mungkin kedua wanita itu mau maafkan nya. Kesalahan nya terlalu besar sampai dirinya sendiri tidak akan berani menatap dua wanita pesakitan karena ulah nya.
''Mereka pasti sangat membenci ku, Mama memang pantas untuk menerima hujan ini dan di benci boleh mereka. ''Erina menunduk, menyadari kesalahan nya.
Rupanya selama berbulan-bulan di penjara, membuat nya sadar akan semua salah yang telah dia perbuat. Apalagi sikap Damian terhadap nya, Damian tak pernah sama sekali menjenguk nya selama dia di penjara padahal sudah satu tahun lebih dia mendekam. Hukuman bui dan batin, sanksi keluarga telah dia dapatkan dan begitu mengguncang jiwa dan hati nya. Perlahan dia sadar dengan semua itu.
''Usaha tidak akan mengkhianati hasil Ma untuk saat ini memang tidak mungkin Ayu menemui mu. Willi dan Maira pasti akan melarang dengan keras, karena mental nya masih terganggu sampai saat ini. ''
Kesedihan Erika makin mendalam, karena dia sendiri yang membuat cucu nya mengalami itu semua. Siksa batin, hati dan raga pasti membuat Ayu begitu lemah.
''Mama berdosa Damian, bahkan Mama sudah hampir membunuh putri mu. Cuci yang harus nya Mama sayangi justru Ma hampir merenggut nyawa nya. ''tangis kembali pecah, Erika benar-benar menyesal.
''Ma bila waktu nya tepat, Dam akan bawa Ayu kemari. Sekarang doakan lah Allan, semoga dia kuat dan mampu melewati semua ini. Saat ini yang bisa kita lakukan hanyalah doa, sebab dokter sudah berusaha dengan keras tetapi hasil nya tetap sama. Pembuluh otak nya pecah, dan banyak pukulan keras pada kepala nya. ''
''Allan cucuku, hiks hiks Allan... ''Erika hanya mampu menangis, ingin menjenguk pun tak bisa ingin mendampingi Allan pun tak mungkin.
Damian pamit karena waktu besuk nya sudah habis, dengan berat hati Erika merelakan kepergian Damian yang begitu dia rindukan.
__ADS_1
Hai semua baca juga novel baru author berjudul CINTA UNTUK ASKARA.
Like, komen dan share terimakasih