Cinta Gadis Malang

Cinta Gadis Malang
Chapter 70. Mencium Sesuatu


__ADS_3

Allan pulang ke rumah Damian hari itu,dia memang tidak menemui Papa nya karena Damian pun masih kesal dengan nya.Tetapi dia juga enggan pulang ke rumah,karena dia juga kesal dengan Nesia.Ketika datang Allan segera masuk kedalam kamar nya dan tertidur,dia lelah setelah bekerja dia langsung mengunjungi Omanya.Jadi dia tidak okus dengan ponsel nya,Allan lebih memilih beristirahat dan menenangkan pikiran nya.


Malam hari ketika Allan terbangun,dia segera membersihkan diri dan mencari makanan karena lapar.Beru tung nya dia di rumah Damian selalu ada makanan,karena Papa nya bekum sepenuh nya pulih dia tidak banyak beraktifitas di luar dan selalu makan di rumah.


''Bibi apa Papa sudah makan..?'' Ucap Allan.


''Sudah mas Allan,sekarang tuan sedang istirahat.'' Jawab Bibi tersebut.


''Apakah Papa tau saya di sini..?''kata Allan.


''Tidak mas.''Allan tersenyum mendengar nya.


Terimakasih tidak memberitahu nya,besok biar saya


saja yang langsung menemui nya.sekarnah biar dia istirahat.


Setelah selesai makan dan bicara dengan Bibi di rumah itu,Allan pun segera masuk kedalam kamar.


Barulah dia membuka ponsel nya yang sedari tadi dia campakkan.Tetapi Allan fokus pada kontak yang tidak dia kenal,fotonya pun hanya setangkai bunga.


''Hai..'' Allan mengerutkan kening nya,membaca pesan itu.


''Siapa ini,sok kenal malas membalas pesan yang tidak jelas'' Ucap Allan.


Allan pun membalas pesan lain,yang menurut nya lebih penting dan bermakna.


Disisi lain Nirina yang belum tidur saat itu selalu mengecek ponsel nya,karena menunggu balasan dari Allan.


''Allan sudah membuka pesan ku,tetapi tidak membalas nya keterlaluan dia.Apa karena tidak tahu itu dari ku,sehingga aku di cuekin oleh nya.Apa kucoba sekali lagi,mengirim pesan pada nya yang lebih manis lagi.'' Nirina senyum-senyum sendiri.


''Hai Allan,'' Nirina mengirim pesan lagi.


Allan pun terkejut mendapatkan pesan lagi dari kontak yang sama.


''Hai Allan,'' Siapa sebenar nya,mengapa dia tau nama ku.


''Apakah ada yang penting..?'' Allan mengirim balasan.


''Wow dia membalas..''Nirina begitu senang.


''Maaf mengganggumu,Nirina.''Dengan hati berbunga Nirina mengirim pesan kembali.


Alan tersenyum membaca lesan yang ternyata dari Nirina.


Justru Nirina lah yang lebih terkejut,karena Allan langsung menghubungi nya bukan mengirim balasan lagi.

__ADS_1


''Selamat malam Nirina'' Allan menyapa.


''Malam Allan..'' Balas Nirina.


''Maaf saya tidak tau jika ini kontak mu..''Allan bicara lagi.


''Tidak papa,maaf juga sudah mengganggu waktumu.''Jawab Nirina dengan gugup.


Mereka pun cukup lama berbincang,membuat Nirina sangat bahagia.Dia tidak pernah menyangka, Allan akan menemani nya malam itu.


Hari ini adalah hari terakhir Nirina menjalani terapi, tentunya dia akan segera terlepas dari kursi roda. Dia begitu bersemangat,setelah ini dia akan melakukan semua kegiatan nya secara normal.


Nirina memposting foto kakinya dengan caption..


''Terapi terakhir..''


Allan tanpa sengaja melihat nya,dia mengirimkan pesan semangat untuk Nirina.


''Semangat..kamu pasti bisa''Pesan dari Allan.


Sebelum memulai terapi Nirina sempat membaca nya,walaupun dia belum sempat membalas nya.


Pastinya dia menjalani terapi terakhir dengan penuh semangat,semangat nya pun semakin bertambah karena mendapat support dari Allan.


''Senang nya,,dapat asupan energi tak terduga dari Allan..'' Nirina selalu tersenyum menjalani terapi nya.


mama nya pun sangat bahagia melihat Nirina bisa kembali berjalan, Willi juga sangat bahagia mendengar kabar tersebut.Nirina dan Mama nya pulang dengan perasaan yaang sangat gembira.


Sesampai nya di rumah Nirina mengingat pesan yang Allan kirim kan pada nya,walaupun terlambat dia sangat antusias membalas nya.


''Terimakasih atas support nya.''Nirina membalas pesan Allan.


Di jerman ,Bianca masih saja mengejar Liora agar mendekatkan diri nya dan Willi.


''Ayolah Liora,dekatkan aku dengan paman mu.!!'' Bianca kembali merengek pada Liora.


''Aku capek memberi tahu kamu Bianca,apa kamu tidak punya malu mengejar kekasih orang.''Liora masih kesal dengan Bianca.


Liora pergi meninggalkan Bianca begitu saja di kampus,dia memilih pulang karena malas berdebat dengan teman nya.Tetapi diluar dugaan,justru Bianca mengejar Liora tanpa menyerah.


''Liora tunggu,kenapa kamu pelit sekali sih..?'' Bianca mengikuti Liora sampai di rumah.


''Ayuk ku tunjukan kamu sesuatu..!'' Liora menarik Bianca masuk kedalam kamar nya.


Dengan penuh kebingungan,Bianca mengikuti Liora yang menyeret nya secara paksa.Sesampai nya didalam kamar Bianca dipaksa duduk,semetara Liora menatap nya penuh amarah.

__ADS_1


''Kenapa sih Li menatap ku seperti itu..?'' Kata Bianca


''Kamu lihat ini,lihat dengan jelas..!''Liora melihat kan sebuah foto pada Bianca.


Bianca pun melihat foto itu dengan penuh kebingungan.


''Aoa ini Li..?'' Bianca bertanya dengan penuh kebingungan.


''Wanita ini kekasih paman Willi,jelas kamu..! Bianca masih belum mengerti dengan maksud Liora,bukan kah Bianca pernah berkata jika ia tidak peduli dengan kekasih Willi saat ini.


''Wanita ini sekarang tengah koma di rumah sakit,'' beberapa bulan dia tidak sadar kan diri karena sebuah kecelakaan.Pamanku berusaha keras dan melakukan apapun demi kesembuhan nya,dari Indonesia paman membawa nya ke sini agar kekasih nya bisa sembuh.


''Paman Willi begitu mencintai nya,''dia tidak akan segan-segan mengh*bisi orang-orang yang menyakiti nya.Apalagi kalau ada wanita yang ingin mendekati nya secara terang terangan seperti mu,


pasti dia akan mel*nyapkan mu dari bumi ini.


''Dimana hatimu,ingin merebut lelaki dari seorang wanita yang tengah tidak berdaya.Dia sedang berjuang antara hidup dan mati,tetapi kamu ingin mengambil kebahagiaan nya.Apa kamu ingin dia mencekik mu,andaikan hal buruk terjadi pada nya.


pakai mata hatimu,jangan buta melihat lelaki bening


yang lewat di depan mu.''


Liora marah dan kesal dengan Bianca dia mengatakan apa saja samali tidak terkontrol.


''Liora kamu serius dengan semua ini..?'' Bianca masih belum percaya.


''Apa aku terlihat bercanda,?ingat Bianca aku orang pertama yang menghalangi mu mendekati paman ku.Tidak peduli dengan cara apapun,karena akau tidak takut pada mu.!''


''Liora kamu menyeramkan sekali,''aku kan tidak tau jika keadaan nya seperti itu.Oke aku tidak akan mengejar paman mu lagi mulai sekarang,aku janji pada mu.


''Awas kamu membohongiku..!'' Liora menganc*m Bianca.


''Serius Li..'' Bianca menegaskan.


''Liora,kamu ingat Uncle Egon kan..?'' Liora berfikir.


''Siapa dia..?'' Kata Liora.


''Uncle Egon kakak nya papi,''kamu pernah bertemu dengan nya kan saat papi datang kemari. Dia itu Dokter spesialis saraf lho di sini,aku akan coba bicara dengan nya agar membantu paman mu menyembuhkan kekasih nya itu.Uncle pasti akan memberitahu,dimana tempat perawatan yang baik untuk nya


''Oh yang botak itu..?'' Ucap Liora.


''Gak pakai botak juga kali..'' Kata Bianca.


''Aku serius Liora,''besok kita temui Uncle bicarakan ini pada nya.kalau cocok kan bisa kita temukan dia dengan paman mu dan membantu menyembuhkan kekasih nya.

__ADS_1


''Sepertinya aku mencium sesuatu,apa yang sedang kamu rencanakan ha..tiba-tiba baik seperti ini..?'' Liora menjewer telinga Bianca.


__ADS_2