
Setelah momen berpelukan selesai Maira menjadi canggung,tetapi Damian justru senang.
Terimakasih Maira,''bisa memeluk mu kembali itu menjadi kebahagiaan untuk ku.''Maira terduduk malu, menyembunyikan wajah nya dari tatapan Damian.
''Beristirahat lah,saya akan kembali bekerja dan jaga dirimu dengan baik ya.!''Damian memberikan senyum yang begitu menawan,wajah nya masih tetap tampan walaupun usia nya sudah hampir lima puluh tahun.Tatapan nya masih sama seperti ia pertama mengenal Maira,tatapan cinta yang telah membuat Maira luluh pada nya.
''Huh untung Damian sudah pergi.''Maira merasa lega,sebab dia sudah mati kutu dihadapan Damian.
Diam-diam Kakek merekam momen itu dan memberikan nya pada Ayu.
''Benarkah ini.. ?''Ayu tak percaya melihat nya.
''Halo kakek apakah ini benar..?''begitu penasaran nya Ayu sampai mending kakek nya.
Benar Ayu,''apa kamu tidak percaya.. ?''
''Ayu sungguh senang kek,''semoga kedepannya hubungan Ayah dan Ibu akan lebih baik lagi.
Sesuai janji Willi, Ayu pun mulai belajar ilmu bela diri.Dia belajar dengan sungguh-sungguh dan bersemangat. Setiap hari terus berulang Ayu terus belajar,walau tangan nya memar, pipi nya lebam tetapi dia pantang menyerah.
Di sebuah rumah terpencil tetapi terlihat mewah.Nesia merasa bosan satu bulan sudah dirinya bersembunyi di tempat itu, membuat nya sangat merasa tertekan dan tertindas sebab dia tidak bebas pergi kemanapun.Dia pun menghubungi Andhara agar bisa bebas bersiaran seperti sebelum nya.
''Andhara kapan saya bisa keluar dari tempat ini.?''apakah kamu tidak tau di sini itu sangat membosankan kan,saya tidak dapat melakukan apapun di sini.
''Tante bersabar lah,tunggu sampai kondisi nya stabul.Polisi sedang mencari mu dan Willi dia tidak akan pernah menyerah untuk menangkap mu.''Andhara kesal.
''Tapi saya sudah muak berada di sini..!''Kata Nesia dengan marah.
''Tante... kalau tante keluar dari persembunyian semua akan berantakan, mereka akan menangkap mu.''Apa tante mau di penjara.?''
__ADS_1
''Tidak akan Andhara,''saya akan melakukan penyamaran dengan baik agar tidak dikenali oleh siapapun.
Nesia tersenyum licik,dia pasti sudah merencanakan sesuatu untuk melakukan kejahatan nya.
Baiklah tante,''tapi ingat jika tante berbuat onar lagi saya tidak akan pernah lagi membantumu..!''
''Datang kemari..!''saya sudah merencanakan sesuatu agar bisa melemah kan Willi.
Menempuh waktu hingga tujuh jam agar Andhara bisa sampai ke tempat Nesia bersembunyi.Seperti nya Nesia telah memikirkan ide yang matang Selama bersembunyi.
''Rencana apa yang sudah tante buat.. ?''Andhara pun bertanya.
''Kita culik saja salah stau keluarga Willi,'' kamu pasti tahu bukan siapa saja orang begitu dia sayangi.Kita gunakan orang itu sebagai alat untuk menekan Willi. Jika Willi bersedia menghentikan penyelidikan dan mencabut laporan nya, baru kita lepas kan tawanan nya.
''Haaaaaaaaaaaaa,Tante apa tante pikir melakukan itu sangat mudah.Wilki begitu menyayangi Mama dan adik nya, dia pasti sudah menyiapkan pengawalan yang ketat untuk mereka. ''Cari lah ide yang lebih jenius tante,''jangan menggunakan cara seperti itu..!
Semua yang sudah ku rencanakan pasti akan berjalan dengan baik,kamu lihat saja Andhara pasti dengan mudah akan ku dapat kan salah satu keluarga nya.Berikan saya data keluarga Willi sekarang Andhara.
''Baiklah tante..''Andhara menyerahkan foto Mama dan Nirina pada Nesia.
''Ini adalah Mama dan adik tercinta Willi.''Kata Andhara.
Nesia melihat nya dengan cermat, dia terus melihat foto itu semakin dia lihat semakin merasa tidak asing.
Gadis ini,bukan kah dia yang bersama Allan di rumah sakit.''Jadi gadis itu adik nya Willi,jadi Nirina adik nya Willi.'' Melihat foto Nirina,Nesia begitu senang, senyum licik nya terus mengembang.
''Tante ada apa..?''
Kamu harus tau Andhara,sangat mudah buat saya menangkap gadis itu.Kamu lihat saja nanti, diwaktu yang tepat pasti akan mudah untuk mendapatkan nya.
__ADS_1
"Rupanya Allan menyembunyikan identitas kekasih nya, karena dia adik dari Willi.Pantas saja dia selalu membela mereka,maafkan Allan untuk sementara Mama akan menggunakan gadis tercinta mu itu untuk membalas Willi."
Nesia benar-benar sudah dibutakan oleh ambisi nya sendiri,sampai-sampai ia tega ingin menyakiti Nirina padahal diri nya tidak tahu apapun.
Nirina sedang kesal,dia sangat kesal sebab Allan selalu sibuk.Jarang sekali mereka bisa ngobrol seperti sebelum nya,bahkan untuk membalas pesan Nirina saja itu sangat lama.
''Aku kesal dengan mu Allan..!''Nirina mengerucutkan bibir nya saat bicara dengan Allan.
''Memang kenapa sih.. ?''Allan tersenyum melihat nya
Kamu selalu sibuk Allan,kamu sudah lupa dengan ku di sini.''Apakah kamu menemukan wanita cantik di sana..?''
Maafkan saya Nirina,belakangan ini memang saya tengah sibuk.Jika menghubungi mu saja saya tidak sempat,''apalagi mencari wanita cantik di sini.''Sayang percayalah hanya kamu yang ada di hati saya,cuma kamu wanita yang selalu saya rindukan. Hari-hari saya lewati tanpa berhenti memikirkan mu.Setelah jadwal saya tidak terlalu padat pasti akan saya luangkan waktu untuk pulang menemui mu.
Benarkah..''kapan kamu pulang?''
Belum tau bawel,''seperti nya dalam tiga bulan ini jadwal ku begitu padat.''
''Itu masih lama.. !''Nirina cemberut.
''Sayang,''setiap hari saya akan menghubungi mu jika tidak sibuk agar kita bisa me lepas rindu di seperti ini.
''Naiklah-baiklah walaupun rindu akan ku tahan..''Nirina membuang muka.
''Jangan marah cinta..''Allan merayu.
Wajah Nirina sendu,seperti nya berat untuk nya harus LDR dengan Allan.
''I miss you sayang..''Allan pun memberikan kecupan di layar ponsel nya, membuat Nirina semakin sedih. Tetapi Allan dengan cara dia mampu membuat Nirina kembali ceria.
__ADS_1