
Mereka menyeret Willi dan mengikat nya, Willi duduk dibatas kursi yang sudah di sediakan oleh Andhara tentunya. Willi duduk tenang dengan tangan yang tetap terikat.
''Oh Baby kamu datang dengan sendiri nya apakah kamu sudah tidak sabar berjumpa dengan ku. ''Andara berjalan manja menghampiri willi.
''Andhara kamu jangan ganjen pada nya, kamu harus tetap waspada dan mencurigai nya. Mengapa dia bisa tahu tempat kita di sini, pasti dia sudah melacak kita. ''Nesia selalu waspada.
''Tante, aku lebih mengenal Willi dari pada siapapun. Dia pasti akan melakukan segala cara suntuk bisa menemukan tempat ini.''Andhara merangkul Willi dan memeluk nya.
''Tante biarkan kami berdua, aku ingin bersenang-senang dengan nya sebelum kamu menghukum nya. ''kata Andhara ayang sudah tidak sabar ingin bersama Willi.
Nesia bergegas keluar, dia malas berdebat dengan Andhara yang begitu menggilai Willi. Andhara duduk di pangkuan Willi, dia bersikap begitu manja dan mengecup singkat bibir mantan suami nya itu. Willi sendiri tetap acuh dan tak banyak bicara, dia malas meladeni wanita di hadapan nya.
''Aku merindukan bermesraan dengan mu Wil.. ''Andhara bergelayut manja.
''Tapi apa boleh, tante tua itu juga menginginkan mu, dia ingin menyiksa mu. Jadi ingin bersama mu sampai puas sebelum ku sertakan kamu dengan nya. ''Andhara tertawa, menertawakan Willi yang tak bisa berbuat apapun.
''Ayolah bermain dengan ku, pasti aku akan memuaskan mu Willi. ''Andhara membuka kancing bajunya, memperlihatkan bongkahan kenyal di hadapan Willi. Willi hanya mampu memejamkan matanya, karena dia tidak sudi melihat apapun yang ada dalam diri Andhara.
''Jangan macam-macam Wil, ayo lakukan jika tidak akan ku pastikan adik manis mu itu lebih tersiksa. ''ancam Andhara.
Andhara menyodorkan dengan sukarela, bulatan kenyal pada mulut Willi. Dengan terpaksa Willi pun memenuhi kemauan wanita licik itu, Willi seperti bayi kehausan yang sedang meminta jatah pada ibu nya.
Dengan rasa jijik Willi melakukan semua itu, tak ad a gairah ataupun napsu dalam diri nya. Justru kemarahan semakin besar, ingin sekali dia mencekik wanita di jadian nya itu.
__ADS_1
''ku harapan kalian bertindak tepat waktu Cak, akan ku bikin wanita siluman ini tak berdaya. ''Willi bicara di dalam hati nya.
''Ughhhh enak Wil.. ''lenguh Andhara.
Andhara menekankan kepala Willi semakin dalam, ketika Andhara sedang menikmati permainan nya kegaduhan terjadi di luar rumah.
''Mengapa berisik sekali, apa itu. Will apakah itu orang mu,? kamu melanggar aturan yang ku buat, aku tak akan mengampuni mu Wil.. ''ancam Andhara.
Andhara segera melihat keluar, untuk melihat kegaduhan yang sedang terjadi .
Benar saja banyak anak buah Willi yang sudah mengepung persembunyian nya.
''Tante, bagaimana ini.. ?''kita pasti akan kalah jumlah dengan mereka.
Nesia melihat semua pergerakan dari CCTV, tetapi dia tidak melihat Damian.
Entah bersembunyi dimana dia sehingga tidak terlihat.
''Allan.. ''Nesia melihat putranya.
Nesia bergegas masuk kedalam ruangan Nirina di sekap, dia akan menggunakan gadis malang ini jika terdesak.
Cakra menghajar satu persatu anak buah Andhara, dengan lihai nya di dengan mudah merobohkan mereka. Allan pun sama, mata nya yang sudah di selimuti kabut hitam kini semakin tak terkendali menghajar siapa aja yang ada di dekat nya. Sampai lah mereka pada puncak nya yaitu kamar Nirina berada. Dengan kaki panjang nya Allan mendobrak pintu itu dengan sekali tendangan.
__ADS_1
''Brak.... !''pintu itu nyaris roboh oleh ulah Allan.
mendengar kegaduhan diluar, Willi tersenyum licik. Dia seger berusaha melepaskan diri walau sulit, Damian yang sudah menyelinap berhasil menolong Willi pasti nya. Saat Andhara memasuki kamar ingin melihat Willi, dia sangat terkejut karena yang dia cari tidak berada pada tempatnya.
''Willi diakan dia.. ?''Andhara mencari di setiap sudut ruangan itu
''Aku di sini Andhara.''kata Willi yang muncul dari arah belakang tubuh nya.
''Will, bagaimana mungkin.. ?''Andhara merasa tak percaya. Dia begitu panik melihat Willi berdiri tegak tanpa ikatan apapun, dan orang yang berjaga di luar pintu ternyata sudah di lumpuh kan oleh Damian.
''Apanya yang tidak mungkin Andhara, kamu sudah berani bermain dengan ku akan ku pastikan kamu menyesal seumur hidup mu. ''Willi mengancam Andhara dengan begitu sinis.
Willi mendekat dan melempar tubuh wanita begitu saja ke lantai, Andhara tersungkur dan ada darah segar yang mengalir di ujung alis nya.
''Bangun lah Andhara, aku akan menyiksamu melebihi apa yang sudah kamu lakukan pada adik ku. ''Willi melepas ikat pinggang nya, Damian hanya diam menatap. Tugas nya hanya berjaga untuk mengamankan keadaan.
Menggunakan ikat pinggang, Willi mencambuk tubuh wanita jahat itu. Willi tak mau mendengar rintihan, dan tangisan Andhara. Willi yang sudah begitu kalut ingin mencekik leher Andhara tetapi di cegah oleh Damian.
''Cukup Wil.. akan semakin mudah untuk tuk nya, jika dia mati begitu saja. ''Damian justru menyuruh Willi menyiksa wanita itu dengan perlahan.
''Ikat dia dan berikan pada anak buah mu, sekarang lebih baik selamatkan adik mu. Urusan wanita ****** ini kita kesampingkan terlebih dahulu. ''kata Damian.
''Baiklah Om.. ''Andhara di ikat dan di serahkan pada anak buah nya agar di jaga dengan ketat.
__ADS_1
Saat nya Willi dan Damian menyelamatkan Nirina yang entah berada di ruangan yang mana. Perlahan mereka menulusuri setiap ruangan rumah itu. Rumah itu terlihat tidak terlalu besar dari luar, tetapi panjang seperti jalan tol